stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
JELASKAN Kepala Desa Pur'in saat memberikan penjelasan. Foto Riyati 
Suara Semesta, 
Slawi
Senin, 6 Juli 2026 Pemerintah Desa Pur'in, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengatakan, "Perlu kami sampaikan bahwa Kepala Desa Pur'in tidak pernah mengimbau ataupun memerintahkan warga untuk meminta atau menambah biaya sebesar Rp100.000 dalam proses pengurusan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ucapnya.

Pemerintah Desa Pur'in telah menjalankan seluruh tahapan dan prosedur sesuai dengan ketentuan serta arahan dari BPN. Seluruh data yang diperlukan telah disampaikan, dan saat proses ini tinggal menunggu informasi serta tahapan selanjutnya dari pihak BPN.

Adapun Poksi (Kelompok Kerja) PTSL melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dalam membantu kelancaran pelaksanaan Program PTSL di Desa Pur'in.

Apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan Kepala Desa atau Pemerintah Desa Pur'in dan meminta tambahan biaya di luar ketentuan yang berlaku, masyarakat diharapkan segera melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ditambahkannya, “Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian, menyampaikan informasi yang benar, serta tidak mudah mempercayai yang belum jelas kebenarannya" harapnya. 

Semoga Program PTSL di Desa Pur'in dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Riyati / Kaperwil 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
APEL penyambutan Kapolda Jabar dalam upacara. Foto Humas 
Suara Semesta, Kota Bandung
 
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, SH, SIK, MH, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon, menghadiri langsung upacara penyambutan Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Pol. Pipit Rismanto, SIK, MH, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Senin (6/7/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Polresta Cirebon tersebut menjadi bentuk komitmen nyata dalam menyambut nakhoda baru kepolisian Jawa Barat, sekaligus melepas pejabat lama, Komjen Pol. Rudi Setiawan, SIK, SH, MH, yang kini resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan melalui Upacara Penyerahan Pataka Polda Jabar “Ganda Wibawa Cakti”.

Kombes Pol. Imara Utama menegaskan, kehadirannya dalam momentum sakral ini bukan sekadar memuat agenda seremonial, melainkan penegasan loyalitas dan soliditas jajaran Polresta Cirebon dalam mendukung penuh kebijakan Kapolda Jabar yang baru.

“Kami hadir untuk menghormati dan mengawal langsung estafet kepemimpinan ini. Polresta Cirebon siap bersinergi total di bawah komando Bapak Kapolda Irjen Pol. Pipit Rismanto guna menjaga kesinambungan tugas kepolisian, memperkuat komitmen kamtibmas, serta memastikan soliditas internal di wilayah Jawa Barat tetap kokoh,” tegas Kombes Pol. Imara Utama.

SAMBUT para Kapolres saat acara berlangsung. Foto Humas 
Rangkaian upacara yang berlangsung khidmat di Halaman Apel Mapolda Jabar tersebut juga disaksikan oleh Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, serta para Kapolres jajaran se-Jawa Barat. Acara khidmatnya juga didukung oleh barisan pasukan elit mulai dari Sat Brimobda, Dit Polairud, Dit Samapta, hingga gabungan Sat Reskrim, Intel, Narkoba, dan ASN Polda Jabar.

Melalui momentum ini, Kombes Pol. Imara Utama memastikan bahwa jajaran Polresta Cirebon akan langsung tancap gas menyelaraskan program kerja daerah dengan visi misi yang diusung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr.Pipit Rismanto. Hal ini demi memberikan pelayanan prima, penegakan hukum yang berkeadilan, serta menjaga kondusifitas wilayah hukum Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan terkendali.


Editor Koharrudin 
Sumber Humas Polresta Cirebon 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KICAU Festival kicau mania yang sedang berlangsung. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Ratusan pencinta burung berkicau (kicau mania) dari berbagai daerah memadati area Taman Parkir Sumber di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (5/7/2026). Kehadiran para penghobi ini bertujuan untuk menyemarakkan gelaran Festival dan Lomba Burung Berkicau Piala Kapolresta Cirebon Cup 2026. 

Ajang bergengsi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung meriah sejak pagi hari dan menyajikan persaingan sengit yang menjunjung tinggi sportivitas sejak dimulai pukul 09.00 WIB hingga dinyatakan selesai pukul 18.30 WIB.

​Hajatan akbar bagi para pencinta burung ini dihadiri oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H.  Pihak kepolisian juga menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya dalam kegiatan tersebut.

​Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto menyampaikan bahwa jajaran Polresta Cirebon mendukung penuh pelaksanaan festival ini sebagai sebuah kegiatan positif untuk menyalurkan hobi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukanlah mencari musuh atau rivalitas negatif, melainkan sebagai sarana hiburan sekaligus wadah silaturahmi yang efektif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat. 

"Melalui momentum peringatan Hari Bhayangkara ini, kami juga memohon doa restu kepada seluruh elemen warga agar korps baju cokelat dapat senantiasa lancar dalam menjalankan tugas, mengabdi kepada masyarakat, serta konsisten menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan kondusif," katanya.

​Kompetisi berskala besar ini memperlombakan dua kategori besar, yakni kelas pembuka yang memainkan ragam jenis burung seperti Branjangan Campuran, Sogon Fullmet, hingga Branjangan Parva dengan tajuk kelas yang bervariasi mulai dari BWC, HRY, FBI, PJKS, PSI Cirebon, Balpot, hingga RTS.

MENANG pemenang festival saat menerima hadiah, Foto Humas
Sementara itu, tensi persaingan memuncak pada kelas utama yang memperlombakan Murai Muda, Cucak Hijau, Branjangan Java, Murai Batu, Kacer, hingga Branjangan Parva, dengan nama-nama kelas prestisius dari internal kepolisian dan mitra seperti Kelas Ranggajati, Wakapolresta, IJTI, Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, Kapolresta, Kasat Samapta, Kasat Lantas, Pataraksa, Kabag Ops, Kabag Ren, Kabag SDM, hingga Kelas Kasat Reskrim.

​Setelah melalui penilaian ketat dari tim juri, panitia mengumumkan para pemenang hadiah utama yang berhak membawa pulang trofi dan penghargaan eksklusif. Untuk kategori paling bergengsi yaitu Kelas Kapolresta jenis Murai Batu di gantangan nomor 28, predikat juara sukses diraih oleh burung bernama Maharesi milik Said dari Watubelah, Sumber. 

Selanjutnya, Kelas Wakapolresta jenis Murai Batu di gantangan nomor 29 dimenangkan oleh Kumbayana milik Amin yang jauh-jauh datang dari Indramayu, serta Kelas IJTI jenis Branjangan di gantangan nomor 15 berhasil diboyong oleh Vincent asal Jakarta. 

Sebagai bentuk apresiasi tinggi atas semangat sportivitas ratusan peserta, panitia menyediakan banjiran hadiah menarik mulai dari unit sepeda motor, piala, piagam penghargaan, uang pembinaan, hingga beragam hadiah hiburan menarik yang diserahkan langsung di akhir acara dalam situasi yang aman dan tertib.

Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Humas Polresta Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
WISUDA para penari dengan pengasuh saat acara wisuda tari. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan menggelar acara Wisuda Tari bagi para siswa‑siswi Sanggar Tari Panji Budaya. Pimpinan Sanggar Tari Panji Budaya Drs. Suhada. Kegiatan ini menjadi momen penting sekaligus bukti nyata upaya pewarisan dan pelestarian kekayaan seni serta budaya daerah kepada putra‑putri terbaik tanah kelahirannya.
 
Acara berlangsung di Gedung Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Cirebon, pada Minggu, 5 Juli 2026. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Suryadi, S.E., selaku Anggota Dewan Komisi III Partai Keadilan Sejahtera (PKS), para pemimpin dan pejabat instansi terkait, berbagai pemangku kepentingan kebudayaan, serta perwakilan dari beragam sanggar tari yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Suasana berlangsung khidmat namun hangat, dipenuhi rasa bangga dan harapan besar akan kelanjutan tradisi.
 
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kebudayaan, Rd. Bana, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi‑tingginya kepada seluruh peserta wisuda para putra‑putri daerah yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendalami seni tradisi khususnya tarian khas Kabupaten Cirebon.
 
“Kehadiran dan semangat kalian untuk belajar merupakan kunci utama agar kekayaan seni budaya kita tidak hilang ditelan zaman. Kami berharap apa yang telah dipelajari dapat terus dihayati dan diamalkan, sehingga warisan leluhur ini tetap lestari, tumbuh, dan dijaga hingga masa‑masa mendatang,” ujar Rd. Bana.
 
Lebih jauh ia menegaskan harapan Dinas Kebudayaan agar para lulusan wisuda benar‑benar menginternalisasi nilai‑nilai seni dan makna yang terkandung dalam setiap gerakan tarian yang dikuasai. 

Mereka diharapkan tidak hanya sekadar pandai menari, tetapi juga tumbuh menjadi Duta‑duta Budaya yang berwibawa, berpengetahuan luas, serta mampu membawa nama baik Kabupaten Cirebon ke lingkup yang semakin luas mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga cita‑cita mulia tampil di kancah internasional.
 
“Semoga kalian menjadi jembatan yang memperkenalkan keindahan dan kekhasan budaya Cirebon kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke mancanegara,” tambahnya.
 
Dukungan dan Apresiasi dari Berbagai Pihak Sementara itu, Suryadi, S.E., selaku Anggota Dewan Komisi III Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan apresiasi mendalam atas ketekunan dan semangat yang ditunjukkan oleh pengelola serta siswa‑siswi Sanggar Panji Budaya dalam memperjuangkan, mempertahankan, sekaligus terus mengembangkan khazanah seni tari Cirebon.
 
Ia menilai bahwa materi pembelajaran yang disusun sangat terbuka dan luas, tidak terpaku hanya pada tarian khas daerah saja. Selain ragam tarian tradisional asli Cirebon, para siswa juga dibekali pengetahuan dan keterampilan terhadap tarian lain yang bernilai seni tinggi, antara lain tarian Jaipongan serta ragam tarian khas wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal ini melatih kepekaan seni sekaligus memperkaya wawasan budaya generasi muda.
 
“Partai Keadilan Sejahtera senantiasa mendukung penuh segala upaya pengembangan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Cirebon. Kebudayaan adalah jati diri bangsa dan identitas daerah yang wajib dijaga bersama,” tegasnya.
 
Terhadap hasil kegiatan wisuda ini, ia berharap menjadi titik awal yang kuat bagi para siswa untuk terus mengembangkan diri dan mendalami lebih jauh lagi kekhasan seni tradisional — khususnya Tarian Topeng yang menjadi salah satu ikon utama kebesaran seni Cirebon.
 
Sanggar Panji Budaya sendiri kini tumbuh menjadi salah satu wadah pendidikan seni yang penting dan berperan aktif menjembatani pengetahuan antara generasi tua dan generasi muda. Melalui pembelajaran yang teratur, terarah, dan disertai pemahaman makna budaya, sanggar ini berupaya menanamkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan terhadap warisan leluhur sejak dini.
 
Keberadaan berbagai sanggar tari yang hadir meramaikan acara wisuda ini juga menunjukkan semangat kebersamaan yang erat antar‑komunitas seni se‑Kabupaten Cirebon. Kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar‑sanggar sangat diperlukan agar kekayaan budaya semakin hidup, beragam, dan berkembang berkelanjutan.
 
Secara keseluruhan, kegiatan Wisuda Tari Tahun 2026 ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan seni, tokoh masyarakat, unsur legislatif, serta para pelaku seni: bahwa generasi muda adalah penerus utama yang akan menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan keindahan seni budaya Cirebon agar tetap bersinar abadi.


(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
NAGA KUNING Bupati Kuningan saat hadir dalam panen raya buah naga kuning. Foto Dariman,A.Md
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Minggu, 5 Juli 2026 menjadi momen bersejarah bagi sektor pertanian sekaligus pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah di Kabupaten Kuningan. Bertempat di kawasan Sangkanika Edugarden, Eatery & Wellness, beralamat di Jalan Simenyan, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, berlangsung acara Panen Raya Buah Naga Kuning yang digelar dengan suasana khidmat namun penuh semangat kebersamaan dan harapan kemajuan.
 
Kegiatan ini berfungsi sebagai panggung nyata sekaligus seruan luas: bahwa pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan tradisional, melainkan sektor strategis yang kaya peluang, berkelanjutan, dan menjanjikan masa depan cerah bagi generasi muda. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Kuningan, Bapak Dian Rachmat Yanuar, disertai rangkaian pemberian penghargaan dan apresiasi kepada pihak‑pihak yang telah berperan aktif memajukan potensi daerah meliputi para petani muda, pelestari warisan budaya, seniman, serta penggerak ekonomi kreatif Kabupaten Kuningan.
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP‑PKK) Kabupaten Kuningan, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Cigandamekar, Kepala Desa Sangkanhurip, para tokoh masyarakat dan agama, pelaku usaha dan UMKM, insan pendidikan dari berbagai jenjang, rombongan petani serta kelompok tani, peserta magang dan siswa sekolah kejuruan, perwakilan beragam komunitas masyarakat, serta para insan pers yang meliput jalannya kegiatan.
 
Pertanian Modern Pilihan Mulia dan Prospektif bagi Pemuda. Dalam sambutan utamanya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan kembali posisi strategis sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan sekaligus sumber utama kesejahteraan rakyat. Menurutnya, saat ini wajah pertanian telah berubah secara mendasar — menjadi lebih maju, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi sehingga jauh lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi dibandingkan masa‑masa sebelumnya.
 
“Pertanian adalah masa depan kita dan juga masa depan generasi muda. Cara pandang lama yang menganggap bertani hanya pekerjaan berat dan kurang menguntungkan harus segera diubah. Jangan lagi berpikir bahwa satu‑satunya jalan sukses setelah tamat pendidikan adalah menjadi pegawai negeri atau bekerja di ruang kantor saja. Pertanian menawarkan peluang luar biasa besar jika dikelola secara terencana, berilmu, inovatif, serta berjiwa wirausaha,” ujar Bupati Dian di hadapan ribuan peserta yang berkumpul.
 
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa tantangan utama yang akan dihadapi bangsa dan daerah di masa mendatang terletak pada pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup, aman, dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, mempercepat proses regenerasi petani menjadi tugas penting yang harus ditanggung bersama oleh pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat luas, maupun kalangan usaha. Tanpa kehadiran anak muda yang mau terjun dan berkarya di sektor ini, ketahanan pangan akan sulit terjaga secara jangka panjang.
 
Capaian Positif Produksi Pangan Kabupaten Kuningan. Dalam laporan data pembangunan pertanian yang disampaikan, terlihat perkembangan yang menggembirakan. Produksi pangan utama di wilayah Kabupaten Kuningan terus menunjukkan kenaikan yang konsisten dan signifikan. Jika sebelumnya tingkat kelebihan hasil panen atau kelebihan pasokan pangan daerah berada di kisaran sekitar 80 ribu ton per tahun, kini angka tersebut berhasil ditingkatkan hingga mencapai sekitar 120 ribu ton.
 
Peningkatan jumlah tersebut memiliki makna mendalam: Kabupaten Kuningan tidak sekadar mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh penduduknya sendiri, melainkan juga mampu menyumbang cadangan pangan bagi tingkat yang lebih luas. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa arah kebijakan pembangunan pertanian yang diterapkan pemerintah daerah telah berjalan tepat sasaran dan menghasilkan dampak nyata bagi kemandirian pangan daerah maupun nasional.
 
Model Terpadu Sangkanika Edugarden: Pertanian, Wisata, Pendidikan dan Ekonomi Bupati Dian memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep pengembangan yang diterapkan di kawasan Sangkanika Edugarden. Menurut pandangannya, tempat ini merupakan contoh nyata dan teladan bagaimana potensi pertanian dapat dikembangkan secara terpadu, menyatu dengan fungsi wisata edukasi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
 
PANEN Bupati bersama Ibu saat memanen di tanaman buah naga kuning. Foto Dariman, A.Md
“Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak jalan diaspal atau gedung‑gedung dibangun. Inti utama pembangunan adalah bagaimana kita mampu mengangkat dan memberdayakan potensi manusia serta kekayaan alam yang ada. Di sini kita melihat kolaborasi indah: pertanian tumbuh selaras dengan pendidikan, pariwisata berkembang bersama warisan budaya, dan ekonomi kreatif tumbuh beriringan. Inilah pola yang harus terus didorong dan diperbanyak di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Kuningan,” tegasnya.
 
Harapan besar disampaikan agar konsep serupa dapat diadopsi dan dikembangkan di setiap kecamatan maupun desa yang memiliki potensi serupa. Dengan demikian, komoditas unggulan seperti buah naga kuning maupun tanaman lain tidak hanya menjadi barang dagangan semata, tetapi sekaligus menjadi daya tarik wisata khas, materi pembelajaran, serta sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekitar.
 
Kepada para petani muda dan peserta magang yang hadir, Bupati Dian juga memberikan pesan motivasi agar senantiasa tabah dan tidak mudah menyerah menghadapi kendala yang mungkin ditemukan di lapangan. Keberhasilan yang kokoh selalu dibangun melalui proses panjang, ketekunan, kerja keras, serta keinginan terus belajar dan memperbarui pengetahuan seiring perkembangan zaman.
 
Ekosistem Terpadu Kebun Sebagai Ruang Belajar dan Kolaborasi Sementara itu, Achmad Nur Hidayat, selaku Pengelola dan Pendiri Sangkanika Edugarden, menyampaikan gambaran mendalam mengenai tujuan dan nilai yang diusung dalam kegiatan Panen Raya Buah Naga Kuning ini. Menurutnya, kegiatan ini jauh melampaui sekadar seremonial panen biasa, melainkan menjadi wadah penyatuan berbagai elemen pembangunan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
“Sangkanika dibangun atas keyakinan kuat bahwa wilayah pedesaan memiliki masa depan yang sangat cerah dan luas potensinya. Hal ini akan terwujud jika pertanian, pendidikan, pariwisata, budaya, seni, dan ekonomi kreatif dikelola secara terpadu dan terintegrasi. Kami mengubah makna kebun: bukan lagi sekadar tempat tanam dan panen saja, melainkan diubah menjadi ruang terbuka pembelajaran, ruang tumbuh bakat, serta ruang kolaborasi bagi semua pihak demi kemanfaatan yang nyata dan berkelanjutan,” paparnya.
 
Melalui gagasan Edugarden ini, kawasan tersebut berfungsi sebagai laboratorium alam terbuka yang dapat dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, tenaga pendidik maupun masyarakat umum. Pengunjung tidak sekadar menikmati suasana indah dan hasil buah yang lezat, tetapi juga memahami secara mendalam mulai dari teknik budidaya yang baik dan benar, penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, peluang usaha berbasis komoditas, hingga makna penting menjaga ketahanan pangan bangsa.
 
Sebagai pelopor pengembangan agrowisata khusus komoditas buah naga kuning di wilayah ini, Sangkanika menjadikan tanaman tersebut sebagai ciri khas sekaligus ikon utama kawasan. Buah naga kuning dikembangkan sebagai produk pertanian bernilai tinggi dan berkelas premium, sehingga dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan pendapatan serta taraf kesejahteraan para petani setempat.
 
Dalam upaya mendorong regenerasi petani secara nyata, pihak pengelola juga menjalin kerja sama erat dengan sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan jurusan pertanian maupun lembaga pendidikan serupa. Melalui program magang, praktik kerja lapangan, dan pelatihan berkelanjutan, siswa‑siswi muda diajak langsung turun ke kebun untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari.
 
“Kami ingin mengubah persepsi: bertani itu pekerjaan yang keren, bermartabat, dilakukan secara modern, berbasis ilmu dan teknologi, serta mampu menjamin penghidupan yang layak dan baik. Minat anak muda baru akan tumbuh jika mereka diberikan kesempatan belajar dan berlatih langsung di lapangan,” tambah Achmad Nur Hidayat.
 
Selain pendidikan pertanian, kawasan ini juga membuka ruang seluas‑luasnya kerja sama lintas bidang: mulai dari pelaku usaha pariwisata, pengelola penginapan dan hotel, komunitas seni dan budaya, kelompok UMKM, hingga insan kreatif dan pelaku ekonomi kreatif. Filosofinya adalah bahwa destinasi wisata yang kuat tidak hanya mengandalkan keindahan pemandangan alam saja, melainkan harus memiliki identitas jelas, cerita khas, nilai budaya yang hidup, kekayaan kuliner, serta keterlibatan aktif masyarakat setempat.
 
Apresiasi dan Komitmen Pengembangan Berkelanjutan
Pada rangkaian acara tersebut juga diselenggarakan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para tokoh penggerak pembangunan masyarakat. Penerima penghargaan meliputi petani muda berprestasi, pelestari budaya yang gigih, seniman yang melestarikan warisan daerah, serta penggerak ekonomi kreatif yang berkontribusi nyata memperkuat identitas dan kemajuan Kabupaten Kuningan.
 
Ke depannya, Sangkanika Edugarden berkomitmen untuk terus tumbuh menjadi tempat berkumpul dan belajar bersama — menjadi rumah bagi komunitas kreatif, pusat pendidikan lapangan, simpul silaturahmi antar‑petani muda, serta ruang kolaborasi terbuka bagi pendidik, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Pengembangan dilakukan secara inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk juga disiapkan akses dan fasilitas bagi sahabat difabel.
 
Melalui semangat yang dibangun dalam Panen Raya Buah Naga Kuning ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama mitra pengelola kawasan dan seluruh elemen masyarakat berharap semakin banyak generasi muda yang berkenan memilih jalan menjadi petani modern maupun wirausahawan pertanian atau agropreneur. Kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan, kalangan usaha, komunitas, dan masyarakat luas menjadi kunci utama agar ketahanan pangan semakin kokoh, pariwisata berbasis potensi lokal semakin berkembang, serta roda ekonomi kreatif terus bergerak dinamis. Semua langkah ini diarahkan secara konsisten menuju terwujudnya cita besar: Kuningan Melesat — yang makin maju, makin mandiri, makin sejahtera, dan makin berdaya saing.


 (Dariman. A. Md)