stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BAGIKAN becak listrik yang dibagikan kepada pengemudi becak. Foto IKP 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Kuningan, Sabtu (5/9/2026). Bantuan tersebut terutama menyasar para pengemudi becak lanjut usia agar tetap dapat bekerja dan mencari nafkah tanpa harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak secara manual.

Serah terima bantuan berlangsung di Hutan Kajene, Jalan Siliwangi Cigembang Nomor 50, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional tersebut antara lain Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn., Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM, unsur Forkopimda, serta jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan apresiasi atas bantuan 200 unit becak listrik tersebut.

Menurut Dian, bantuan itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional kepada masyarakat Kuningan, khususnya mereka yang masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari dengan menggunakan becak.

UNIT salah satu unit becak listrik yang dibagikan. Foto IKP
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi ke-528 Kuningan

“Pertama-tama, selamat hari ulang tahun yang ke-528 Kuningan. Ini usia yang cukup panjang bagi kita untuk bekerja sama membangun Kuningan,” ujar Dian.

Dian menyebut Kuningan sebelumnya juga telah menerima sejumlah bantuan dari Presiden Prabowo, mulai dari sektor pertanian hingga bantuan air bersih.

“Beberapa bulan lalu ada bantuan alat-alat pertanian seperti hand sprayer, traktor, dan lainnya. Sebelumnya juga bantuan air bersih di daerah Kuningan Timur yang sangat bermanfaat saat kekeringan,” katanya.

Menurutnya, bantuan becak listrik menjadi tambahan manfaat bagi masyarakat, terutama para pengemudi yang membutuhkan sarana untuk tetap produktif.

“Bantuan becak listrik ini adalah anugerah. Ini membuktikan Pak Prabowo tulus memberikan bantuan kepada rakyat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dian juga menilai penggunaan becak listrik sejalan dengan upaya mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan tenaga listrik.

“Becak ini juga menjadi komitmen untuk mewujudkan hemat energi dengan beralih ke energi listrik,” ujarnya.

Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana, mengatakan bantuan becak listrik tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi sebagai pengemudi becak.

“Masyarakat Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo yang atas kesekiannya memberikan bantuan kepada masyarakat.Sekarang bantuan berupa becak listrik,” ujar Nuriana.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya untuk mengubah becak konvensional menjadi kendaraan bertenaga listrik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan penerimanya.

“Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekedar transformasi dari konvensional menjadi modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” katanya.

Nuriana menjelaskan, penggunaan becak listrik untuk tahap awal diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata. Hal itu disesuaikan dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata,” katanya.

Ia juga membuka peluang bagi para kusir delman lanjut usia untuk menjadi penerima manfaat apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Saya juga nanti mungkin kalau berkenan akan menawarkan kepada para kusir delman, kalau mereka mau,” ujar Nuriana.

Untuk pengisian daya, masyarakat tidak perlu khawatir. Menurut Nuriana, sistem pengisian baterai becak listrik cukup sederhana.

“Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian baterai.

Sebanyak 200 unit becak listrik yang disalurkan di Kuningan merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad.

Nuriana juga menyampaikan pesan kepada para penerima agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Ia menegaskan agar becak listrik tidak diperjualbelikan.

"Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dijaga dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah," ujarnya.

Selanjutnya, Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM menjelaskan bahwa program becak listrik tersebut secara khusus memberikan perhatian kepada para pengemudi becak yang telah berusia lanjut.

Ia mengatakan, di sejumlah daerah penerima bantuan becak listrik rata-rata merupakan pengemudi berusia 60 tahun ke atas. Apalagi, kata dia, pernah ada penerima bantuan di Malang yang berusia 100 tahun dan masih bekerja menarik di becak.

“Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lanjut usia,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, kondisi para pengemudi becak lansia menjadi perhatian karena mereka masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja, termasuk ketika harus menghadapi cuaca panas.

“Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka,” katanya.

Rokhmat berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekonomi sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar.

Ia juga menyebut Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pelatihan dan pengawasan terhadap penggunaannya.

“Sehingga becak listrik ini bisa menjadi sarana ekonomi, mempermudah transportasi, serta dari sisi keamanan dan keselamatan juga terjaga sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang ada,” ujarnya.

Rokhmat mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berusia lanjut agar tetap produktif.

“Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain membantu aktivitas ekonomi, keberadaan becak listrik juga diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata di Kabupaten Kuningan.

“Ini bukan sekadar becak, tapi harapan untuk masa depan warga Kuningan yang lebih baik,” kata Rokhmat.

Dalam Berbagai Penutup, Rokhmat Kembali menekankan bahwa bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, tetapi berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan para penerimanya.

“Ini bukan soal becak saja, ini tentang masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, perhatian Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak usia lanjut berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat yang tetap bekerja meski kondisi fisiknya sudah tidak memiliki pemikiran terlebih dahulu.

Rokhmat juga menyampaikan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan dan penyediaan gizi anak yang menurutnya menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

"Terakhir, mohon becaknya dirawat. Ini buatan lokal dari Pindad. Jangan dijual, atau dipindahkan tangankan," katanya.

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 


( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
WALIKOTA saat menerima pembagian becak listrik bantuan presiden. Foto Humas
Suara Semesta, Kota Cirebon
 
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan secara gratis kepada para pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, Jumat (3/9/2026).

Bantuan tersebut khususnya ditujukan bagi para pengemudi becak lanjut usia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban tenaga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak. Menurutnya, bantuan becak listrik bukan hanya sebatas pemberian alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mendorong modernisasi transportasi lokal tanpa meninggalkan keberadaan becak sebagai bagian dari kehidupan dan budaya Kota Cirebon.

"Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga," ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk membantu ketersediaan sarana pengisian daya bagi becak listrik.

JAJAL Walikota Cirebon bersama Dirops Yayasan saat mencoba naik becak listrik. Foto Humas 
“Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.

Wali Kota Cirebon juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan merawat becak listrik dengan baik. Becak listrik yang telah diterima tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan. Para penerima juga diminta untuk tidak melakukan modifikasi yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis karena dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.

"Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar. Kalau dirawat dengan baik, mudah-mudahan becak ini bisa digunakan dalam jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga," tuturnya.

Menurut Wali Kota, kehadiran becak listrik juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat. Modernisasi, kata dia, seharusnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat selama ini bekerja di sektor informal.

“Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan, pemberian becak listrik tersebut merupakan bagian dari perhatian Bapak Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak usia lanjut.

Ia mengisahkan, gagasan becak listrik berawal dari keresahan Prabowo ketika melihat masih ada masyarakat usia yang harus bekerja keras menarik becak lanjut demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut Sudarwo, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad untuk merancang dan mengembangkan becak bertenaga baterai. Gagasan tersebut diarahkan agar para pengemudi becak, terutama yang sudah lanjut usia, tidak lagi harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh seperti pada becak konvensional.

“Dari keresahan itulah kemudian muncul ide membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya,” kata Sudarwo.

Ia menyebutkan, hingga saat ini bantuan becak listrik tersebut telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diserahkan kepada para pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.

“Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan,” ujarnya.

Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan tenaga pengemudi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pendapatan harian mereka.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, tidak hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, pemberian becak listrik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun bantuan tersebut perlu dilanjutkan dengan program pemberdayaan yang lebih luas dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.

“Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang terpenting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudarwo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon, relawan, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan penyerahan bantuan.

Ia menyampaikan pesan kepada para penerima agar menggunakan dan merawat becak listrik tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, setiap penerima telah mendapatkan panduan mengenai penggunaan, pemeliharaan, serta tata cara pengisian baterai.

Untuk mendukung perawatan dan perbaikan, YGSN telah bekerja sama dengan produsen Viar. Para penerima dapat membawa becak listrik yang mengalami kerusakan ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon untuk mendapatkan layanan perbaikan sesuai ketentuan program.

“Kami menaruh hormat kepada bapak-bapak yang meskipun sudah lanjut usia masih terus berjuang untuk keluarga. Kami memahami tentu tidak mudah. ​​Karena itu, mudah-mudahan bantuan ini setidaknya dapat meringankan tenaga bapak-bapak dalam bekerja,” ujar Sudarwo.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat membantu menyediakan sejumlah titik pengisian baterai di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh pengemudi becak.

“Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat menyediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis,” tutupnya.

( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PROSESI pelestarian budaya maulid di Balong Keramat Tuk. Foto Sunaa 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Di tengah arus zaman yang terus berubah, masyarakat Cirebon tetap teguh menjaga warisan leluhur yang sarat makna. Salah satunya adalah tradisi penurunan kayu perbatang di Balong Kramat Pangeran Mancur Jaya, Tuk Cirebon, yang digelar pada puncak malam peringatan Muludan Tuk — setiap tanggal 19 Maulid/Rabiul Awal. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal tetap hidup, diwariskan dari generasi ke generasi, dan menjadi perekat kebersamaan masyarakat.
 
Puncak Malam Muludan Tuk 2026, Kemeriahan Budaya Penuh Keberkahan
 
Pada puncak malam Muludan Tuk, Rabu (02/09/2026), suasana di Balong Kramat Mancur Jaya berubah menjadi lautan kehangatan dan kebersamaan. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan momen istimewa ini, mulai dari arak-arakan panjang jimat, hingga pagelaran seni budaya khas Cirebon yang memukau, antara lain tari topeng, sintren, jaipong, debus, dan berbagai pertunjukan seni lainnya.
 
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sultan Abdul Ghani Natadiningrat dari Kesultanan Kacirebonan, para Raden Kuwu, perangkat Pemerintah Desa Kertawinangun, serta ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan dan merayakan tradisi malam Muludan Tuk yang penuh berkah di Balong Kramat Mancur Jaya.
 
Penurunan Kayu Perbatang: Simbol Sakral dan Penghormatan kepada Leluhur
 
PERBATANG kayu perbatang yang dikeramatkan. Foto Sunaa 
Tradisi yang disampaikan sekaligus penurunan kayu perbatang memiliki nilai sakral yang sangat tinggi di mata masyarakat. Bukan sekadar ritual semata, tradisi ini menjadi pengingat sekaligus simbol mendalam tentang nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya — sebagai bentuk penghormatan tulus kepada para pendahulu yang telah mewariskan kebaikan, kearifan, dan keteladanan bagi generasi penerus.
 
Ruang Kebersamaan, Gotong Royong, dan Silaturahmi
 
Ada banyak pelajaran berharga yang dapat dipelajari dari tradisi ini. Balong Kramat Mancur Jaya menjadi ruang bertemunya masyarakat tanpa sekat — di mana rasa kebersamaan, semangat gotong royong, dan kekuatan tali silaturahmi terjalin erat. Tradisi ini bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang bagaimana kita hidup bersama di masa kini: saling menghargai, bekerja sama, dan mempererat persaudaraan sebagai satu keluarga besar masyarakat Cirebon.
 
Menjaga Warisan, Menghidupkan Identitas
 
Tradisi kelestarian penurunan kayu perbatang di Balong Kramat Mancur Jaya membuktikan bahwa budaya dan kearifan lokal tidak boleh ditinggalkan di tengah perkembangan zaman. Justru di sanalah identitas dan jati diri kita berada. Semoga tradisi ini terus terjaga, diwariskan, dan dirayakan dari generasi ke generasi — menjadi sumber keberkahan, kebersamaan, dan kebanggaan bagi masyarakat Cirebon selamanya.
 
( Suna'a/Dodit )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SAMBUTAN Kapolres Indramayu saat memberikan perayaan pada acara tersebut. Foto Dariman 
Suara Semesta, Kabupaten Indramayu 
Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan keakraban menyimpan kegiatan silaturahmi yang digelar bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Indramayu dan para awak media serta insan pers di wilayah Indramayu. Acara ini disampaikan langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo PM, SIK, M.Si., dan diselenggarakan secara khusus dalam rangka melepaskan purna tugas sekaligus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Agus yang selama ini memegang amanah sebagai Kasipropam sekaligus Kasiwas Polres Indramayu, Rabu (2/9) di Mapolres Indramayu.
 
Silaturahmi sebagai Wadah Mempererat Persaudaraan dan Sinergi
 
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini bukan sekedar acara perpisahan biasa, melainkan momen penuh makna yang menjadi wadah mempererat tali persaudaraan, apresiasi atas pengabdian, serta penguatan sinergi yang selama ini terjalin erat antara institusi kepolisian di wilayah Indramayu dengan dunia pers yang selalu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan bertanggung jawab kepada masyarakat luas.
 
Kapolres Indramayu: Terima Kasih atas Dedikasi dan Integritas Bapak Agus
 
Dalam Sambutannya, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parlindungan Malau., SIK, M.Si., menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya sekaligus penghormatan mendalam kepada Bapak Agus atas dedikasi, kerja keras, integritas, dan tanggung jawab yang melaksanakan selama menjalankan amanah sebagai Kasipropam dan Kasiwas di lingkungan Polres Indramayu. Sepanjang masa pengabdiannya, Bapak Agus dikenal sebagai sosok yang teguh memegang prinsip, terbuka dalam membangun komunikasi, selalu merangkul semua elemen, dan mampu menjaga keharmonisan hubungan antar sesama aparat maupun dengan masyarakat, termasuk para insan pers yang beroperasi di wilayah Indramayu.
 
PELEPASAN Dua anggota Polres Indramayu saat purna tugas. Foto Dariman 
Kapolres juga menegaskan bahwa sinergi yang terjalin antara kepolisian dan media merupakan hal yang sangat berharga dan tak ternilai harganya. Hubungan kerja sama yang saling mengisi, saling mendukung, dan dibangun di atas landasan kepercayaan serta profesionalisme ini menjadi kekuatan besar dalam menjaga keamanan, ketenangan, ketenteraman, serta penyebaran informasi yang benar dan menenangkan masyarakat di Kabupaten Indramayu. Oleh karena itu, ikatan persaudaraan yang telah terjalin erat ini diharapkan tidak akan terputus meskipun masa tugas telah selesai, melainkan akan terus dijaga, dipelihara, dan selalu tumbuh kokoh di depannya.
 
Agus Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
 
Sementara itu, Agus dalam kesempatan berharga ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pimpinan Polres Indramayu, sesama rekan kerja, serta seluruh awak media yang telah banyak memberikan dukungan, kerja sama, dan kepercayaan selama ia menjalankan tugas. Ia mengaku sangat bangga dan berkesan dapat bekerja bersama tim yang solid, kompak, dan penuh semangat, serta dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan insan pers di Indramayu. Seluruh pengalaman dan kenangan yang telah dibangun bersama ini akan selalu menjadi kenangan indah dan bekal berharga dalam perjalanan pengabdiannya ke depan. Ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat tuturan kata maupun perbuatan yang kurang berkenan, baik kepada rekan-rekan sesama aparat maupun kepada rekan-rekan media.
 
Apresiasi dari Kalangan Media dan Insan Pers
 
Perwakilan dari kalangan media dan insan pers yang hadir turut menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus ucapan terima kasih dan doa terbaik untuk Bapak Agus. Selama menjabat, beliau dikenal sebagai sosok yang mudah ditemui, terbuka dalam menerima aspirasi dan informasi, serta selalu mendukung lancarnya tugas jurnalistik secara profesional dan berkeadilan. Kehadirannya telah banyak membantu memperlancar penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat, dan kehangatan hubungan yang terjalin akan selalu dirindukan. Semoga di tempat tugas yang baru maupun dalam masa purna tugas nanti, Bapak Agus selalu dianugerahi kesehatan yang prima, keberkahan, kemudahan, serta kesuksesan yang gemilang dalam setiap langkah dan pengabdiannya.
 
Penutup: Perpisahan Bukan Akhir dari Segalanya
 
Perpisahan dalam dinas kepolisian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah perjalanan yang berlanjut di tempat dan tugas yang berbeda dengan semangat pengabdian yang sama — yaitu melayani, melindungi, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Semoga silaturahmi yang telah terjalin erat ini tetap terjaga, menjadi jembatan kebaikan, dan membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat bersama, khususnya demi terciptanya keamanan, perdamaian, dan kesejahteraan Kabupaten Indramayu yang kita cintai bersama.

 
(Dariman A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PENGURUS susunan pengurus partai PSI 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
KABUPATEN CIREBON — Susunan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cirebon periode yang baru telah resmi ditetapkan. Penetapan pengurus ini menjadi langkah penting bagi keberlangsungan dan penguatan organisasi partai di tingkat daerah, guna semakin mendekatkan PSI dengan masyarakat serta memperkokoh peran partai dalam pembangunan Kabupaten Cirebon ke depannya.
 
Susunan Pengurus DPD PSI Kabupaten Cirebon
 
Berdasarkan penetapan yang telah dilakukan, susunan pengurus DPD PSI Kabupaten Cirebon adalah sebagai berikut:
 
- Ketua : Capt. HM Haryanto, SE, MM., M.Mar.
- Ketua Harian : H. Moch Carkim, SH
- Sekretaris : A Faby Kriyan AR, SH
- Bendahara: Sudarto, SH
 
Komitmen Membangun Partai yang Solid dan Berdaya Saing
 
Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini, diharapkan DPD PSI Kabupaten Cirebon dapat semakin solid, bergerak cepat, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat yang ada di wilayahnya. Kombinasi latar belakang dan keahlian masing-masing pengurus yang diproyeksikan dapat melengkapi satu sama lain, sehingga memperkuat kemampuan partai dalam menyusun program yang relevan, inklusif, dan bermanfaat bagi rakyat.
 
Kepemimpinan Capt. HM Haryanto diharapkan mampu membawa PSI Kabupaten Cirebon semakin maju, berkembang, dan dikenal luas oleh masyarakat. Dukungan dari jajaran pengurus lainnya diharapkan dapat memperkuat sinergi internal serta memperluas jaringan partai hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
 
Siap Berkontribusi untuk Masyarakat dan Daerah
 
Kepengurusan yang baru ditetapkan ini diharapkan dapat segera menyusun program kerja yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. PSI Kabupaten Cirebon diharapkan hadir bukan hanya sebagai kekuatan politik, melainkan sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi dan harapan-harapan warga Kabupaten Cirebon. Semoga seluruh jajaran pengurus dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan semangat mengabdi demi kemajuan Kabupaten Cirebon.
 
( Pewarta : Dariman A. Md )