stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
LEPAS siswa dilepas setelah lulus oleh para guru. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Suasana haru dan kebanggaan menggagalkan halaman upacara SMPN 1 Plumbon Kabupaten Cirebon, saat sekolah menggelar acara pelepasan bagi 400 siswa-siswi kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada Kamis (4/6/2026).

Acara perpisahan yang diselenggarakan secara sederhana tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Kesederhanaan tidak mengurangi nilai emosional kegiatan, justru menghadirkan suasana hangat yang mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.
Panggung Kebahagiaan dan Apresiasi

Kepala SMPN 1 Plumbon, Hermawan, M.Pd., menyampaikan bahwa sekolah sengaja memfasilitasi acara pelepasan dengan konsep sederhana agar fokus utama tetap terjadi pada makna kebersamaan dan dianugerahi atas perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan.

“Sekolah memfasilitasi kegiatan ini secara sederhana, namun tetap bermakna. Momen ini menjadi panggung kebahagiaan bagi siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan di SMPN 1 Plumbon,” ujar Hermawan.

Ia menambahkan bahwa acara peluncuran bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru dalam mendampingi proses belajar selama tiga tahun.

Harapan Melanjutkan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Hermawan juga secara simbolis menyerahkan kembali tanggung jawab pendidikan para siswa kepada orang tua dan wali murid. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA, SMK, maupun MA.

“Kami berharap 100 persen lulusan SMPN 1 Plumbon tahun ini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik SMA, SMK, maupun MA, sehingga mereka dapat meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Harapan tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan memastikan setiap siswa memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Pentas Seni Warnai Perpisahan

Acara pelepasan semakin semarak dengan berbagai penampilan pentas seni yang dibawakan oleh siswa-siswi. Beragam pertunjukan ditampilkan sebagai wujud kreativitas dan ungkapan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa sekolah.

Penampilan tersebut tidak hanya menghibur para tamu undangan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Salah seorang siswi kelas IX mengaku bangga dan terharu dapat mengikuti acara perpisahan tersebut. Baginya, kegiatan ini menjadi penutup yang indah setelah melewati berbagai pengalaman bersama teman dan guru.

“Acara ini sangat berkesan bagi kami. Selain menjadi momen perpisahan, kegiatan ini juga menjadi kenangan indah yang akan selalu kami ingat bersama teman-teman dan para guru,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Plumbon tidak hanya melelahkan para lulusannya menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus belajar, berkarya, dan menggapai masa depan yang gemilang.

(Ramadhan).
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
CEK Tim petugas kesehatan saat kegiatan. Foto Robby 
Suara Semesta,
 Kabupaten Brebes 
Pada Tanggal 30 Mei 2026 dilaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Desa Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, Tim Kesehatan dari Puskesmas Tanjung melayani pemeriksaan CKG sejumlah 45 orang.

Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengukuran Tinggi badan dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pemantauan risiko Kardiovaskular (masalah terkait Jantung dan pembuluh darah), Fungsi paru PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), serta pemeriksaan skrining kanker paru, pemeriksaan Indera ( mata dan telinga ), pemeriksaan gigi dan mulut dan lain-lain.

SPPG cek kesehatan bagi pengurus SPPG. Foto Robby 
Skrining PPOK adalah singkatan dari penyakit paru Obstruktif Kronis, ini adalah kondisi paru-paru jangka jangka panjang yang ditandai dengan penyempitan saluran udara, membuat sulit bernapas. PPOK umunya disebabkan oleh paparan asap rokok, polusi udara, debu, atau bahan kimia berbahaya.

CKG ini merupakan sebuah Program Pemerintah yang menyediakan layanan pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat, khusus di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kualitas hidup Masyarakat.


Penulis: Robby Anggriawan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KETAT penyaringan alokasi anggaran diperketat. Foto Humas
Suara Semesta, Cilacap
Pemerintah Kabupaten Cilacap akan menerapkan penyaringan dan pengalokasian yang jauh lebih ketat terhadap dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kebijakan ini diambil guna memfokuskan penggunaan anggaran pada perbaikan sarana dan prasarana fisik kedinasan, serta pembenahan fasilitas layanan publik yang kondisinya dinilai sudah sangat membutuhkan penanganan yang serius.
 
Keputusan strategis ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) para pejabat pemerintah daerah di wilayah Kecamatan Cilacap Utara, pada Senin (25/5/2026).
 
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, didampingi para Asisten Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari unit pelayanan kesehatan, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, dan seluruh jajaran struktural maupun fungsional yang bertugas di Kecamatan Cilacap Utara.
 
“Selanjutnya, Pemkab Cilacap akan mengutamakan pembangunan fisik guna menjaga marwah dan kenyamanan pelayanan daerah. Anggaran untuk hibah akan dikurangi dan diseleksi dengan ketat, mengingat sarana infrastruktur pendukung pelayanan publik saat ini memerlukan perbaikan yang mendesak dan membutuhkan biaya besar,” tegas Ammy.
 
SERIUS peserta rapat tampak serius mengikuti kegiatan. Foto Humas 
Dalam pertemuan tersebut, isu reformasi birokrasi serta penegakan integritas aparatur sipil negara juga menjadi bahasan utama yang mendapat perhatian khusus. Ammy meminta agar evaluasi kinerja seluruh jajaran dilakukan secara obyektif dan transparan, demi memastikan pelayanan publik berjalan akuntabel, bersih, serta bebas dari segala bentuk praktik korupsi.
 
Terkait rencana kebijakan pemerintah pusat yang akan dikenakan sanksi pelanggaran pelanggaran pengelolaan persampahan mulai bulan Agustus mendatang, Ammy pemberitahuan kepada Camat untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap guna persiapan teknis.
 
“Termasuk di dalamnya penataan estetika dan penertiban pedagang kecil serta UMKM yang berada di lingkungan depan kantor kecamatan, agar kebersihan, perkantoran, dan keindahan kota tetap terjaga dengan baik,” ujarnya dengan tegas.
 
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Cilacap, Annisa Fabriana, menjelaskan rincian struktur keuangan daerah. Postur APBD Cilacap Tahun 2026 yang mencapai Rp 3,8 triliun ternyata masih sangat didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,7 triliun. Sementara kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai sekitar Rp 1,1 triliun.
 
“Kondisi ini menunjukkan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap alokasi dana pusat, sehingga ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas. Jika saja ada sedikit pengurangan dari pusat, kita akan langsung kesulitan dan kelimpungan dalam menutup kebutuhan anggaran,” jelas Annisa.
 
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Badan Pendapatan Daerah berkomitmen untuk memfokuskan rencana anggaran tahun 2027 mendatang secara penuh pada pembenahan sarana prasarana fisik. Di saat yang sama, prosedur pemberian dana hibah akan diperketat kembali.
 
“Kita juga terus berupaya meningkatkan besaran PAD dari berbagai sumber yang tidak memberatkan masyarakat, misalnya dengan mengoptimalkan berbagai peluang pendapatan dari sektor retribusi yang selama ini belum digali secara maksimal,” tambahnya.
 
Selain pembenahan infrastruktur, rapat koordinasi juga membahas sejumlah strategi program daerah lainnya. Pemkab Cilacap mendorong luasnya replikasi program unggulan “Ruang Bersama Indonesia” hingga tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan setelah keberhasilan peluncuran proyek percontohan nasional di wilayah Cilacap Tengah yang diresmikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
 
Program tersebut nantinya akan dibahas melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelibatan aktif kaum perempuan dalam Musrenbang, penyediaan unit layanan pengaduan kasus kekerasan di lingkungan posyandu, penguatan peran perempuan di sektor ekonomi produktif, hingga pembangunan taman bermain ramah anak yang dilengkapi fasilitas edukasi literasi dan numerasi.



Pewarta : Dariman. A. Md

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Menjelang peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah menetapkan kebijakan penutupan sementara bagi sejumlah tempat hiburan malam. Aturan ini diterbitkan guna menciptakan suasana yang kondusif dan menghormati nilai-nilai keagamaan selama perayaan hari besar tersebut.
 
Ketentuan resmi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Cirebon Nomor 500.13/19/DISBUDPAR tertanggal 19 Mei 2026, yang berisi petunjuk teknis mengenai Pengaturan Operasional Usaha Kepariwisataan pada saat Hari Raya Iduladha.
 
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menjelaskan bahwa kewajiban berhenti beroperasi berlaku terhitung mulai hari Selasa, 26 Mei 2026 pukul 17.00 WIB hingga Rabu, 27 Mei 2026 pukul 17.00 WIB.
 
Adapun jenis usaha yang masuk dalam daftar kewajiban tutup sementara meliputi klub malam, diskotek, pub, tempat karaoke, hingga panti pijat kebugaran.
 
“Selain kewajiban menutup usaha pada jam dan hari yang ditentukan, seluruh pelaku usaha kepariwisataan juga dilarang keras menghadirkan atau memfasilitasi aktivitas yang mengarah pada perbuatan asusila, perjudian, mabuk-mabukan, peredaran minuman keras, narkotika, maupun zat adiktif lainnya,” tegas Fajar Sutrisno.
 
Ia menegaskan, kebijakan ini diterbitkan semata-mata sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kenyamanan seluruh masyarakat agar dapat menjalankan ibadah dan merayakan momen suci Iduladha dengan khusyuk dan damai.
 
Lebih jauh, pengaturan operasional ini juga bertujuan untuk menghormati nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat, sehingga suasana yang tercipta selama momentum hari besar keagamaan nasional ini benar-benar penuh ketenangan dan keharmonisan.
 
Fajar menambahkan, untuk memastikan aturan ini berjalan sebagaimana mestinya, Pemerintah Kabupaten Cirebon akan melaksanakan pemantauan dan pengawasan ketat bersama instansi terkait di lapangan.
 
“Bagi siapa saja yang terbukti melanggar ketentuan yang termuat dalam surat edaran ini, akan dikenakan tindakan tegas dan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Kabupaten Cirebon,” ujarnya dengan tegas.
 
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berharap seluruh pelaku usaha kepariwisataan dapat mematuhi dan mendukung ketentuan yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan demi menjaga ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan bersama masyarakat selama masa perayaan Iduladha 1447 Hijriah berlangsung.


Pewarta : Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TANDING Boxing Fight Saturday and Sunday saat penyerahan piala. Foto Riyati 
Suara Semesta,  Slawi
 
Boxing Fight Saturday and Sunday digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tahun 2026. 

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 ini disponsori dan diketuai oleh Ronal Febico.

Dari Ketua Panitia Amin, disampaikan bahwa ajang pertandingan tinju yang berlangsung di halaman Coworking Trasa Slawi, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendapat antusiasme tinggi dari para atlet muda maupun masyarakat.
Sebanyak 86 petinju resmi terdaftar untuk mengikuti pertandingan.

 Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-425 sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat olahraga tinju di Kabupaten Tegal.

LAGA Para peserta yang akan berlaga di boxing. Foto Riyati 
Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas ring.

 Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, event ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet tinju berbakat yang dapat berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penonton yang memenuhi arena pertandingan di halaman Coworking Trasa Slawi.
Untuk hasil pertandingan, gelar Juara Umum berhasil diraih oleh Sasana Bara Boxing asal Cirebon.

 Sementara kontingen Tegal berhasil meraih Juara Harapan 1 sebagai bagian dari persiapan menghadapi event dan ekspedisi.


Pewarta : Riyati Kaperwil