 |
| UPACARA saat acara kegiatan apel kemerdekaan. Foto Riyati |
Suara Semesta, BrebesPeringatan HUT RI yang ke 81 di Dukuh Pringanamba, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah berlangsung khikmat penuh dan bernuansa religius. Semua itu tidak lepas dari kharismatik seorang Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, S.H. beserta istrinya
Ustadzah Deni yang selalu setia mendampingi sang suami, Senin (17/8).
Sudiryo beserta segenap Pemerintah Desa Sridadi melaksanakan upacara yang dihadiri juga oleh Ormas seperti Nahdatul Ulama (NU) , Muhamadiyah, Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia ( LDII ) serta Lembaga pendidikan dari mulai PAUD , TK , SD dan segenap warga setempat serta MTS Ma'arif 03 NU Kaligiri yang melaksanakan pengibaran sang saka merah putih (Paskibraka)
Dalam melaksanakan jalannya upacara yang cukup bagus adik adik kita dari MTS NU Ma'arif 03 Kaligiri juga tidak terlepas dari kesuksesan Haryono, S.Pd sebagai Kepala Sekolah dan guru pembimbing ustadz Sehudin, S.HI.
Dalam kata sambutannya Sudiryo, S.H menjelaskan apasih " Makna Merdeka " Itu? Kemerdekaan secara bahasa adalah tidak terikat bebas beban dalam menentukan nasib sendiri. Tapi kemerdekaan tidak selamanya identik dengan kebebasan
Tapi kebebasan justru sering menjadi bagian dari kemerdekaan. Seorang yang bebas belum tentu merdek tapi seorang yang merdeka pasti memiliki rasa kebebasan. Dalam peringatan HUT RI yang ke 81 ini dimeriahkan.
Oleh penampilan berbagai macam seni tradisional oleh anak anak paud sampai masyarakat umum. Jenis tarian modern, tradisional seni beladiri dan kuntulan. "Ini sebagai cara melestarikan warisan budaya leluhur kita dan cara membangun kecintaan terhadap Bangsa dan Negara," ungkap Sudiryo
Beliau juga mengajak kepada Warga nya agar tetap menjaga kesatuan dan kerukunan antar warga dan antar organisasi ditengah situasi politik dan ekonomi dunia internasional yang tidak menentu.Serta himpitan ekonomi yang melilitnya terutama pada warga pedesaan.
Dalam kesempatan ini pula saya ingatkan terutama pada diri saya, seorang yang merdeka dengan kemerdekaan yang benar benar posisi apapun yang di duduknya tidak akan mempengaruhi perilaku
kepribadianya dan juga perlakuannya terhadap orang lain.
Semua orang bawahan atau atasan, dianggap sebagai manusia , yang semuanya layak diperlakukan secara terhormat. Dia tidak merasa perlu untuk memberikan penghormatan yang berlebihan kepada atasannya dan pada saat yang sama dia pun tidak menuntut penghormatan yang berlebihan dari bawahannya.
Tapi tentu saja, mencapai tingkat kemerdekaan diri yang genuine seperti ini sulitnya bukan main. Tapi
peluang untu meraih derajat kemerdekaan tetap saja terbuka lebar kapan pun dan bagi siapapun. Dan yang paling mengesankan peringatan tersebut berlokasi di tengah hutan pinus yang rimbun dibalik bebukitan nan membiru.
Disekelilingnya terdapat hamparan sayur mayur bagai ditengah taman surga Desa Sridadi menyimpan potensi wisata alam lainya seperti sumber mata air dan panorama alam yang eksotis di balik bebukitan nan membiru.
Bagaikan hamparan permadani terkena sinar mentari saat tenggelam di peraduanya dengan pesona alam pegunungan yang udaranya sangat bersih dan sejuk bagai udara musim semi di Negara Sakura Jepang cocok untuk destinasi wisata alam dan relaksasi bagi masyarakat perkotaan.
Riyati / Kaperwil