stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas


Majalengka, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Majalengka Kompol Mangapul Simangunsong, S.H., M.H., memimpin apel pengamanan kegiatan Kirab dan Ziarah dalam rangka memperingati Hari Jadi Majalengka ke-186 tahun 2026 pada Selasa (10/2/2026). Apel kesiapan tersebut digelar di Halaman Pendopo Kabupaten Majalengka dengan dihadiri oleh Kasat Samapta Polres Majalengka Iptu Dedi Sutikno, S.H., serta para perwira dan seluruh personel Polres Majalengka yang terlibat dalam surat perintah pengamanan.


Dalam arahannya, Kompol Mangapul Simangunsong menekankan pentingnya kedisiplinan dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas pengamanan rangkaian Hari Jadi Majalengka yang melibatkan konsentrasi massa cukup besar. Seluruh personel diminta untuk menempati ploting yang telah ditentukan guna menjamin kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada para peserta kirab dan masyarakat yang menyaksikan jalannya prosesi ziarah. Koordinasi antar unit di lapangan harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap perayaan hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Dengan adanya pengamanan yang terukur dan humanis, diharapkan seluruh rangkaian acara kirab budaya dan ziarah dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan tanpa hambatan teknis di lapangan. Penempatan personel Sat Samapta dan jajaran satuan lainnya difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan serta area utama kegiatan di sekitar Pendopo dan lokasi ziarah.



Sumber : Humas Polres Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PENANGANAN sampah sudah di Majalengka. Foto Prokopim

Suara Semesta, Majalengka
Arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kerja nyata untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia telah dilakukan secara konkret dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. 

Bupati Majalengka, H.Eman Suherman menegaskan, sejak awal menjabat pihaknya telah lebih dulu menjalankan gerakan kebersihan secara konsisten melalui program Geber Jumat (Gerakan Bersih-Bersih Jumat).

Menurut Bupati, program Geber Jum’at bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat di tingkat desa. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kualitas hidup.

“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan wacana. Dibutuhkan kerja nyata dan konsistensi. Alhamdulillah, jauh sebelum arahan Presiden, Majalengka sudah memulai langkah konkret melalui Geber Jum’at yang hingga kini terus berjalan,” kata Bupati, Rabu (4/2/2026).

Program bersih - bersih Geber Jumat digelar rutin di berbagai wilayah Majalengka dengan melibatkan perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. 

Ia menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Majalengka Langkung SAE, yang menempatkan lingkungan bersih dan sehat sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Pemerintah daerah juga terus mendorong kolaborasi antara perangkat daerah, kecamatan, desa, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

"Fokus kegiatan diarahkan pada pembersihan fasilitas umum, saluran air, kawasan permukiman, hingga ruang publik yang berpotensi menjadi titik penumpukan sampah," tuturnya. 

BERSIH program bersih bersih sampah. Foto Prokopim

Menurut Eman Suherman, pesan Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, Pemkab Majalengka memilih pendekatan turun ke lapangan agar gerakan kebersihan tidak berhenti sebagai imbauan administratif.

“Masalah kebersihan tidak bisa diselesaikan hanya lewat surat edaran. Pemerintah harus hadir dan memberi contoh langsung,” katanya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Geber Jumat juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama terhadap ruang hidup masyarakat.

Bupati memastikan, komitmen tersebut akan terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari visi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kami ingin Majalengka menjadi daerah yang bersih, tertata, dan langkung SAE, sejalan dengan arah pembangunan nasional,” pungkasnya.

Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Prokopim Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SEHAT gerak jalan sehat dalam rangka Hari Jadi. Foto Prokopim

Suara Semesta, Majalengka
Semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan Jalan Santai dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Majalengka yang digelar di Alun - alun Jatitujuh, Selasa (3/2/2026). 

Ribuan warga dari Kecamatan Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya, Jatiwangi, Kadipaten, Kasokandel dan Dawuan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Jalan Santai dengan hadiah utama sepeda motor serta puluhan hadiah menarik lainya secara resmi dilepas oleh Bupati Majalengka H. Eman Suherman, didampingi Wakil Bupati Dena Muhammad Ramdan, Sekretaris Daerah Aeron Randi, Ketua TP - PKK Kabupaten Majalengka serta jajaran perangkat daerah dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati H. Eman Suherman menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Santai ini merupakan wujud rasa syukur atas kesehatan dan kebersamaan masyarakat Majalengka, sekaligus bentuk apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan ini, kita bersyukur atas nikmat kesehatan dan kebersamaan. Ini juga menjadi momentum untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Majalengka,” ujar Bupati.

PANGGUNG kegiatan jalan sehat. Foto Prokopim

Bupati Eman juga menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Majalengka tahun ini memiliki makna historis yang istimewa. Berdasarkan kajian akademis dan bukti otentik sejarah, Hari Jadi Majalengka kini ditetapkan dan diperingati setiap 11 Februari 1840, menggantikan tanggal sebelumnya yang diperingati pada 7 Juni.

“Perubahan ini menjadi sejarah baru bagi Majalengka dan harus kita pahami bersama sebagai bentuk pelurusan sejarah daerah,” jelasnya.

Selain kegiatan olahraga, peringatan Hari Jadi ke-186 Kabupaten Majalengka juga diisi dengan kegiatan sosial berupa sunatan massal bagi keluarga kurang mampu. Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Baznas serta berbagai lembaga sosial lainnya.

Bupati berharap, melalui rangkaian kegiatan Hari Jadi ini, masyarakat Majalengka semakin bangga terhadap sejarah dan identitas daerahnya, sekaligus terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju Majalengka yang “Langkung Sae.”

“Semoga momentum ini mempererat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah,” pungkasnya.

Editor : Dariman, A. Md
Sumber : Prokopim Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PRODUKSI genteng di Majalengka. Foto Prokopim

Suara Semesta, Majalengka
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, MM, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penggunaan atap genting pada bangunan, khususnya gedung pemerintahan dan fasilitas publik.

Hal tersebut disampaikan Bupati, H. Eman Suherman usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Menurutnya, kebijakan tersebut selaras dengan arah pembangunan daerah melalui program Majalengka Langkung SAE yang menekankan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak pada ekonomi rakyat.

“Penggunaan atap genting sejalan dengan semangat Majalengka Langkung SAE, di mana pembangunan tidak hanya mengejar fisik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan perajin lokal,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, Majalengka memiliki potensi industri genting rakyat yang cukup besar dan tersebar di sejumlah kecamatan. Dengan adanya arahan Presiden tersebut, Pemkab Majalengka akan mendorong penggunaan atap genting pada pembangunan gedung pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur publik lainnya.

“Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada produk lokal. Selain lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter iklim daerah, genting juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan dan membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Bupati Eman menegaskan, implementasi kebijakan ini akan disinergikan dengan perencanaan pembangunan daerah agar sejalan dengan prinsip visi misi Majalengka Langkung Sae yang menjadi fondasi pembangunan Majalengka.

Melalui sinergi antara kebijakan pusat dan daerah, Bupati berharap Majalengka dapat terus tumbuh sebagai daerah yang mandiri secara ekonomi, kuat secara sosial, serta berkelanjutan dalam pembangunan lingkungan.

SENTRA pembuatan genteng di Majalengka. Foto Prokopim

Seperti diketahui, bahwa Kabupaten Majalengka, sejak lama dikenal memiliki dua ikon yang melekat kuat dalam ingatan masyarakat yaitu kecap Majalengka dan genteng Jatiwangi. Dari dua identitas itu, genteng Jatiwangi bukan sekadar produk bangunan, melainkan simbol warisan budaya, keterampilan turun-temurun, dan denyut ekonomi rakyat. Dengan kualitasnya dikenal kuat, tahan lama, dan menyatu dengan karakter rumah-rumah tradisional.

Mengalami masa keemasan pada tahun 1980-an sampai awal milenium, genting Jatiwangi jadi merek dagang terkenal yang memasok pasar di seluruh Indonesia, bahkan diekspor ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. Jumlah pabrik genting Jatiwangi menjamur sampai angka 600-an jebor.

Zaman berubah. Majalengka pun berubah. Pembangunan bendungan Jatigede di perbatasan Sumedang Majalengka, Bandara internasional Kertajati, Tol Cileunyi Sumedang Dawuan yang terhubung dengan tol Cipali, menandai dimulainya era industri di kawasan tersebut. 

Sampai saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 120-an pabrik genting yang masih berusaha tetap hidup. Generasi mudanya lebih suka kerja di pabrik manufaktur besar yang bersih dan terlihat lebih keren.

Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Prokopim Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
DIRJEN keudanan saat acara berlangsung. Foto Humas 

Suara Semesta, 
Ternate
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni, mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mendorong penguatan peran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna mengoptimalkan pengelolaan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini dinilai penting karena APBD menjadi instrumen utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Fatoni pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun Anggaran (TA) 2026 dan Penyusunan APBD TA 2027 di Hotel Sahid Bela, Ternate, Maluku Utara, Kamis (29/1/2026).

Fatoni menjelaskan bahwa kinerja pengelolaan APBD menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, belanja pemerintah, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD, memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun demikian, data nasional menunjukkan bahwa kinerja APBD pada tahun 2025 masih menghadapi tantangan. Realisasi pendapatan daerah secara nasional tercatat sebesar 94,49 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 97,26 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai 87,14 persen, juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 91,72 persen.

Dalam konteks tersebut, Fatoni menegaskan bahwa peran kepala daerah dan TAPD sangat strategis untuk memastikan APBD dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah.

“Peran kepala daerah, peran TAPD sangat penting karena dalam pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, di Pasal 6 disebutkan bahwa pemegang kekuasaan dan pengelolaan keuangan daerah adalah kepala daerah, gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Fatoni.

Ia menegaskan, TAPD berperan mengawali seluruh siklus pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Tujuannya agar APBD dapat berjalan dengan tertib, akuntabel, dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Fatoni menyampaikan bahwa belanja pemerintah daerah terus diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Realisasi belanja APBD tahun 2025 yang sebesar 87,14 persen menunjukkan masih adanya ruang untuk mempercepat penyaluran belanja agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi ini sangat ditentukan juga oleh realisasi belanja uang negara, baik itu APBN maupun belanja APBD,” ujarnya.

Menurut Fatoni, penguatan pemahaman regulasi akan membuat TAPD semakin percaya diri dalam mengambil langkah-langkah kebijakan. Hal ini termasuk melalui mekanisme pergeseran anggaran dan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), sehingga APBD dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, rapat tersebut melibatkan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, para bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara, TAPD provinsi seluruh Indonesia, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.

Editor Koharrudin 
Sumber Puspen Kemendagri