stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BLT Pemdes Dramasuji saat serahkan BLT. Foto Riyati 
Suara Semesta, Tegal
Minggu, 12 Juli 2026, Pemerintah Desa Dremasuji, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, melaksanakan penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 kepada warga yang telah ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.

MASYARAKAT BLT langsung diserahkan kepada masyarakat. Foto Riyati 
Kegiatan berlangsung di balai desa dengan dihadiri oleh Kepala Desa Dremasuci beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta para penerima bantuan. Penyaluran dilakukan secara tertib dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Desa Dremasuji berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan tersalurkannya BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2026, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Riyati / Kaperwil 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
GILING kegiatan WBP Lapas IIA Kuningan di pasar. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui inovasi program unggulan bernama GILING – Giatja Keliling, kali ini tim Lapas Kuningan membawa berbagai hasil karya warga binaan untuk dipasarkan langsung di tengah masyarakat Pasar Tumaritis, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah Kabupaten Kuningan, sekaligus mempererat hubungan sinergis antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat umum. 
 
Kegiatan pemasaran keliling ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan, didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta sejumlah staf dari Seksi Kegiatan Kerja yang telah terlibat aktif dalam mendampingi proses pembinaan keterampilan dan budidaya warga binaan. Kehadiran tim di Pasar Tumaritis bukan sekadar menawarkan produk untuk dijual, melainkan membawa misi yang lebih besar: memperkenalkan secara langsung kepada masyarakat bahwa di balik dinding lembaga pemasyarakatan, terdapat warga binaan yang terus berusaha berubah, bekerja keras, dan menghasilkan karya yang layak dibanggakan, memiliki kualitas tinggi serta nilai jual yang kompetitif.
 
Program GILING sendiri dirancang khusus sebagai solusi atas keterbatasan akses pemasaran yang sering dihadapi oleh produk hasil pembinaan warga binaan. Dengan memanfaatkan mobil operasional yang telah disiapkan khusus sebagai sarana pemasaran bergerak, tim Lapas Kuningan dapat membawa produk unggulan ke berbagai titik keramaian, pasar tradisional, maupun pusat kegiatan masyarakat di wilayah Kuningan. Kegiatan di Pasar Tumaritis ini merupakan salah satu rangkaian perjalanan program GILING di tahun 2026, yang diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antar wilayah dalam mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan.
 
Pada kesempatan kali ini, mobil GILING membawa beragam produk hasil kerja keras dan keterampilan warga binaan yang telah melalui proses pembinaan dan pengawasan ketat. Produk-produk tersebut meliputi hasil budidaya pertanian yang segar dan berkualitas tinggi, yaitu sebanyak 55 buah selada bokor yang ditanam dengan sistem pertanian organik di lahan lingkungan Lapas Kuningan, 16 buah melon yang dipanen saat tingkat kematangan sempurna, serta 25 buah pepaya yang manis dan sehat. Selain produk pertanian, juga tersedia 5 buah peci buatan tangan yang dikerjakan dengan teliti dan penuh ketekunan sebagai hasil pembinaan keterampilan kerajinan tangan. Seluruh produk ini bukan hasil beli dari luar, melainkan seluruhnya dikerjakan, ditanam, dan dirawat secara berkelanjutan oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pengawasan ketat para pembina di Lapas Kelas IIA Kuningan, mulai dari tahap persiapan, proses pembuatan atau penanaman, hingga pengemasan yang rapi dan higienis.
 
MEMBELI masyarakat membeli hasil panen dalam kegiatan GILING. Foto Humas
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Program GILING merupakan wujud nyata upaya lembaga dalam memecahkan tantangan utama yang dihadapi dalam program kemandirian, yaitu terbatasnya akses untuk memperkenalkan dan memasarkan produk warga binaan kepada masyarakat luas. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki warga binaan tidak akan memiliki arti maksimal jika tidak diiringi dengan kesempatan untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada orang banyak dan mendapatkan apresiasi berupa nilai ekonomi yang layak.
 
"Program GILING ini adalah jembatan yang kami bangun antara warga binaan dengan masyarakat. Selama ini banyak yang belum tahu bahwa di Lapas Kuningan, kami tidak hanya melakukan pembinaan karakter dan kepatuhan aturan, tetapi juga melatih berbagai keterampilan produktif yang bermanfaat. Melalui kegiatan keliling ini, kami ingin menghilangkan pandangan negatif bahwa warga binaan hanya sebagai beban, melainkan mereka adalah manusia yang berpotensi, mampu berkarya, dan siap berkontribusi jika diberi kesempatan. Kami berharap produk-produk yang ditawarkan tidak hanya dinilai dari harga jualnya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang kami laksanakan berhasil membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian pada diri setiap warga binaan. Ke depannya, keterampilan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali bermasyarakat nanti," ujar Sukarno Ali dengan penuh harap.
 
Sementara itu, antusiasme masyarakat Pasar Tumaritis dan pengunjung pasar lainnya yang melihat kehadiran mobil GILING sangatlah tinggi. Banyak warga yang mendatangi lokasi, menanyakan asal usul produk, hingga memuji kesegaran dan kualitas barang yang ditawarkan. Produk pertanian seperti selada bokor, melon, dan pepaya menjadi yang paling diminati karena dinilai masih segar, bebas bahan kimia berbahaya, serta harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Tidak sedikit pula warga yang bertanya tentang proses pembuatannya, hingga memberikan dukungan dan apresiasi kepada warga binaan yang telah bekerja keras menghasilkan karya tersebut.
 
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan menyampaikan bahwa respons positif yang datang dari masyarakat menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi seluruh tim pembina maupun warga binaan. Setiap senyum, pujian, dan dukungan yang diberikan masyarakat menjadi bukti bahwa masyarakat menerima dan mendukung upaya pemulihan serta pembinaan warga binaan.
 
"Kami sangat terharu dan bangga melihat antusiasme warga. Banyak yang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga ingin memberikan dukungan moral kepada warga binaan. Hal ini tentu menjadi motivasi terbesar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk, menambah variasi jenis barang yang dihasilkan, serta memperluas jangkauan Program GILING ke lebih banyak tempat lagi di wilayah Kuningan, Cirebon, maupun daerah lain. Keberhasilan pemasaran ini juga akan berdampak langsung pada keberlangsungan program pembinaan, karena hasil penjualan akan digunakan untuk pengembangan usaha warga binaan, perbaikan sarana produksi, serta tabungan persiapan kemandirian mereka saat bebas nanti. Semakin dikenal produknya, semakin besar pula peluang bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi," ungkap beliau.
 
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan. Dukungan masyarakat baik melalui pembelian produk maupun memberikan kesempatan kerja bagi warga binaan yang telah bebas merupakan bentuk dukungan nyata agar mereka dapat berintegrasi kembali dengan baik dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
 
Ke depannya, Program GILING dijadwalkan akan kembali berkeliling ke berbagai pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga wilayah sekitar seperti Indramayu dan Majalengka. Lapas Kelas IIA Kuningan juga berencana untuk menambah jenis produk yang ditawarkan, antara lain hasil kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk budidaya perikanan yang juga sedang dikembangkan oleh warga binaan.
 
Dengan demikian, diharapkan Program GILING dapat terus menjadi sarana promosi yang efektif, meningkatkan daya saing produk karya warga binaan, serta mewujudkan visi pembinaan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan diterima baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
 


Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
LUMPUH Suriah 6 bulan terbaring. Foto Tito
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Seorang ibu muda bernama Suriah binti Narya (37), warga Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, kini hanya bisa terbaring tak berdaya akibat menderita kelumpuhan selama enam bulan terakhir sejak Januari 2026. Saat ini, ia tengah dirawat di kediaman orang lain di Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati, dengan kondisi kesehatan yang kian memprihatinkan.

Penderitaan Suriah bermula pada Januari 2026, saat ia tiba-tiba merasakan sakit hebat di bagian kaki ketika sedang beraktivitas di dapur. Pihak keluarga segera melarikan diri dari Suriah ke RSUD Gunung Jati untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif. Selama enam hari menjalani perawatan di sana, kondisi Suriah belum menunjukkan adanya perubahan yang berarti.

Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatan ibu muda ini justru semakin menurun hingga ia mengalami kesulitan untuk berjalan. Puncaknya pada bulan April 2026, kedua kaki Suriah kehilangan fungsi sepenuhnya dan ia tidak mampu lagi melangkah. Diduga, kondisi kelumpuhan ini dipicu oleh riwayat penyakit hipertensi atau tensi tinggi yang dideritanya.

Tidak berhenti di situ, pada Mei 2026, keluarga kembali membawa Suriah ke RS Mitra Plumbon untuk menjalani perawatan selama tiga hari. Namun sepulang dari rumah sakit tersebut, tidak ada perkembangan yang signifikan menuju kesembuhan. Kondisi kedua kakinya justru semakin parah dan lumpuh total hingga saat ini.

Berbagai upaya pengobatan alternatif pun telah dilakukan oleh keluarga. Suami Suriah, Tito, mengungkapkan bahwa istrinya sempat menjalani terapi sebanyak empat kali oleh seorang terapis asal Desa Kempek, Kecamatan Palimanan dan terapis dari desa Bojong satu kali. Sayangnya, ikhtiar tersebut belum menghasilkan hasil yang diharapkan dan tanda-tanda kesembuhan belum terlihat.

Tito mengakui bahwa perjuangan panjang demi kesembuhan sang istri telah menghabiskan seluruh tabungan keluarga. Selama enam bulan berobat keluar-masuk rumah sakit, biaya yang dikeluarkan telah mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini, kondisi finansial keluarga sudah berada di titik nadir dan tidak mampu lagi membiayai pengobatan lebih lanjut.

Dalam situasi yang serba sulit ini, Tito berharap adanya perhatian dan uluran tangan dari pihak terkait. Ia sangat mendambakan bantuan, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, agar dapat membantu proses penyembuhan istrinya dan meringankan beban biaya pengobatan yang selama ini ditanggung secara mandiri.

Pihak keluarga sangat berharap dukungan dari berbagai pihak agar Suriah bisa mendapatkan perawatan medis yang layak dan kembali beraktivitas dengan normal. Keterbatasan perekonomian kini menjadi penghalang utama, sehingga kepedulian dari dermawan maupun instansi pemerintah sangat dinantikan demi kesembuhan ibu muda tersebut.

Tito
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
JALIN SILATURRAHMI Kapolsek Depok kunjungi purnawirawan Polri. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
​Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Depok Polresta Cirebon menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada para purnawirawan Polri yang berdomisili di wilayah hukum setempat. Agenda anjangsana dan bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. 

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Depok pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan menyisir sejumlah kediaman para senior korps berbaju cokelat tersebut.

​Aksi kepedulian terhadap para purnabakti kepolisian ini dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Depok AKP Endang Kusnandar, S.H., M.H. Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kapolsek didampingi oleh sejumlah personel andalannya, yakni Ps. Kanit Binmas Aiptu Surdi, Kanit Intel Aiptu Purwanto, serta KSPK Aiptu Nanang. Kehadiran jajaran Polsek Depok di tengah-tengah para purnawirawan ini disambut dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan yang erat, sekaligus menjadi wadah komunikasi untuk mendengar masukan dari para senior.

​Kapolsek Depok AKP Endang Kusnandar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pembagian paket sembako ini diserahkan khusus kepada sepuluh tokoh purnawirawan Polri yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan baik di kepolisian. 

HARGAI para purnawirawan Polri berikan penghormatan dengan bingkisan. Foto Humas
Para penerima bantuan tersebut di antaranya adalah AKP (Purn) Yusup, AKP (Purn) Parno, Iptu (Purn) Dadang, Ipda (Purn) Sukardi, Ipda (Purn) Tarmizi, Ipda (Purn) Harto, Ipda (Purn) Karsana, Aiptu (Purn) Duki, Aiptu (Purn) Wartoyo, serta Aiptu (Purn) H. Sujatmoko. 

"Penyerahan bantuan ini dilakukan secara humanis sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang yang telah mereka berikan kepada institusi kepolisian selama ini," kata AKP Endang Kusnandar.

​Lebih lanjut, AKP Endang Kusnandar menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 merupakan saat yang tepat untuk terus memperkuat tali silaturahmi dan menjaga hubungan emosional antara personel yang aktif dengan para purnawirawan. 

Pihak Polsek Depok berharap bantuan sembako yang diberikan jangan dilihat dari nilainya, melainkan sebagai wujud perhatian, rasa cinta, dan apresiasi yang tinggi dari generasi penerus Polri kepada para seniornya. Pemberian bantuan sosial ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian serta membawa kebahagiaan bagi keluarga purnawirawan.


Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Humas Polresta Cirebon
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
JELASKAN Kepala Desa Pur'in saat memberikan penjelasan. Foto Riyati 
Suara Semesta, 
Slawi
Senin, 6 Juli 2026 Pemerintah Desa Pur'in, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal mengatakan, "Perlu kami sampaikan bahwa Kepala Desa Pur'in tidak pernah mengimbau ataupun memerintahkan warga untuk meminta atau menambah biaya sebesar Rp100.000 dalam proses pengurusan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ucapnya.

Pemerintah Desa Pur'in telah menjalankan seluruh tahapan dan prosedur sesuai dengan ketentuan serta arahan dari BPN. Seluruh data yang diperlukan telah disampaikan, dan saat proses ini tinggal menunggu informasi serta tahapan selanjutnya dari pihak BPN.

Adapun Poksi (Kelompok Kerja) PTSL melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya dalam membantu kelancaran pelaksanaan Program PTSL di Desa Pur'in.

Apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan Kepala Desa atau Pemerintah Desa Pur'in dan meminta tambahan biaya di luar ketentuan yang berlaku, masyarakat diharapkan segera melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Desa agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Ditambahkannya, “Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian, menyampaikan informasi yang benar, serta tidak mudah mempercayai yang belum jelas kebenarannya" harapnya. 

Semoga Program PTSL di Desa Pur'in dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Riyati / Kaperwil