stop

no image
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
UJIAN INTEGRITAS KEJAKSAAN DALAM KASUS CISUMDAWU

Saatnya Penanganan Tidak Berhenti di Awal, Tapi Dituntaskan Hingga Akhir

Oleh: Bahrul Hidayat, S.H., M.H. (Praktisi Hukum)

Dalam setiap perkara besar, publik tidak hanya menilai bagaimana hukum dimulai, tetapi juga bagaimana ia diselesaikan.

Kasus pencairan uang ganti rugi (UGR) lahan proyek Tol Cisumdawu kini menempatkan institusi penegak hukum khususnya Kejaksaan pada titik uji yang sesungguhnya : apakah konsistensi penegakan hukum dijaga hingga akhir, atau berhenti di tengah jalan.

Sejak awal, Kejaksaan diketahui memiliki peran yang intens dalam penanganan perkara terkait. Namun justru karena intensitas itulah, publik memiliki ekspektasi lebih tinggi : tidak boleh ada ruang abu-abu dalam proses yang sedang berjalan.

Ketika Alarm Dini Tidak Dijawab

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya sejumlah kondisi yang tidak bisa dipandang ringan:

▪︎ Pencairan dana dalam situasi proses hukum belum final

▪︎ Penetapan yang disebut masih berlaku

▪︎ Instrumen pembayaran yang belum sepenuhnya ditertibkan

▪︎ Serta minimnya transparansi penjelasan kepada publik

Dalam perspektif hukum, rangkaian ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini adalah alarm dini penyimpangan yang menuntut respons tegas.

Jika institusi yang sejak awal terlibat tidak segera mengambil langkah klarifikasi dan investigasi, maka pertanyaan publik menjadi tidak terhindarkan:

di mana posisi Kejaksaan dalam memastikan proses ini tetap berada di jalur hukum yang benar?

Kejaksaan Tidak Bisa Netral dalam Ketidakjelasan

Dalam perkara seperti ini, netralitas yang pasif justru berpotensi ditafsirkan sebagai pembiaran.

Kejaksaan, dengan kewenangan yang dimiliki, tidak hanya berfungsi sebagai penuntut, tetapi juga sebagai penjaga kepentingan hukum negara.

Artinya, ketika muncul indikasi kejanggalan, Kejaksaan tidak cukup hanya “mengamati”.

Yang dituntut publik adalah:

▪︎ Langkah aktif untuk menelusuri proses pencairan

▪︎ Klarifikasi institusional yang terbuka

▪︎ Keberanian untuk mengevaluasi jika terdapat penyimpangan

Karena dalam hukum, diamnya institusi bisa lebih berbahaya daripada kesalahan individu.

Taruhan:Kredibilitas Institusi

Kasus ini tidak hanya menguji satu proses pencairan dana. Ia menguji kredibilitas Kejaksaan sebagai institusi.

Apabila indikasi kejanggalan ini tidak dijawab secara serius, maka risiko yang muncul adalah:

▪︎ Turunnya kepercayaan publik

▪︎ Munculnya persepsi adanya standar ganda

▪︎ Dan terbentuknya preseden bahwa penegakan hukum bisa berhenti di titik tertentu

Padahal, hukum tidak boleh berhenti setengah jalan.

Penutup : Saatnya Menjawab, Bukan Menghindar

Dalam sistem hukum yang sehat, tidak ada ruang untuk ketidakjelasan yang dibiarkan berlarut.

Kejaksaan memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk menjawab kegelisahan publik ini dengan tindakan nyata, bukan sekadar sikap menunggu.

Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya satu kasus, tetapi kepercayaan terhadap institusi penegak hukum itu sendiri.

Dan kepercayaan, sekali runtuh, tidak mudah dipulihkan.
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PELARI ribuan pelari ikuti Tegal City Run. Foto Riyati

Suara Semesta, Kota Tegal
 
KOTA TEGAL - Ribuan pelari memadati kawasan Komplek Balai Kota dan Alun-alun Tegal dalam gelaran Tegal City Run (TCR) 2026, Minggu (19/4/2026) pagi.

Tidak hanya berasal dari Kota Tegal, peserta juga datang dari berbagai daerah sekitar hingga luar kota. Panitia mencatat sekitar 2.300 pelari ikut mengambil bagian dalam ajang tersebut.

TCR tahun ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan rute yang melintasi jalan-jalan protokol di Kota Tegal. Tercatat sebanyak 668 peserta mengikuti kategori 10K dan 1.368 peserta mengikuti kategori 5K. Selain itu, turut hadir peserta undangan dari berbagai instansi, termasuk jajaran Pemerintah Kota Tegal dan TNI.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tegal ke-2, sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kota Tegal ke-446 dan HUT Lanal Tegal ke-63. Sejumlah pejabat turut hadir meramaikan acara tersebut, di antaranya Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tegal.

HADIR walikota Tegal turut bersama pelari. Foto Riyati 

Dalam perayaannya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, TCR bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta menumbuhkan semangat positif di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Kota Tegal sebagai kota yang aktif, dinamis, dan terbuka. Ia berharap TCR dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Kota Tegal adalah kota yang sehat dan penuh semangat. Saya juga berharap kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Pewarta : Riyati/Kaperwil Jawa Tengah
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HADIR Bupati Cirebon saat hadiri acara ormas PSIB. Foto Mustamid

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Dewan Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon (DPC-PSIB) selenggarakan Halal Bihalal yang ke-7, Direncanakan akan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Cirebon dan  beberapa kepala Dinas, sampai dengan pelaksanaan berjalan tak tampak Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan, S.E. serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bambang Sudaryanto, S.H., M.H. Pihak panitia tidak mendapatkan penjelasan alasan ketidak hadiranya. 

"Padahal dari pihak DPC PSIB telah mengirimkan surat resmi perihal Pemberitahuan dan mohon kehadiranya. Surat kami dapat dicek pada aplikasi pemda Kabupaten Cirebon', tutur Ketua Bidang Hukum DPD PSIB Provinsi Jawa Barat, Mustamid. A.M ,S.Pd., S.H., M.H., C.LA.

Lanjut dikatakan Mustamid, sebelumnya saya telah menelpon Wakil Bupati beberapa kali namun tidak diangkat hpnya, mendatangi rumah dinasnya sekitar pukul 09.00, penjelasan dari pos jaga Satpol PP bilang bapak baru datang tidur, sehingga kami tidak bisa bertemu.

KAWAL Koramil Tengah Tani kawal kedatangan Bupati Cirebon. Foto Mustamid

Acara berjalan lancar, hanya dihadiri Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag. dan perwakilan dari Koramil Tengah tani Babinsa. Sambutan diawali oleh Ketua Panitia H. Selamet, S.Sos. dirinya melaporkan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril atau materil. 

Sambutan berikutnya dilanjutkan oleh Ketua DPC PSIB Kabupaten Cirebon Marwah, S.ST., M.M. Sambutan berikutnya sedianya akan disampaikan Bpk Brigadir jendral H. Kemal Hendrayadi, S.IP. namun beliau berhalangan sehingga diwakilkan kepada Ketua Bidang Hukum Adv. Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. dijelaskan oleh Mustamid perihal Apa itu Halal Bihalal, bagaimana sejarahnya. Lanjut dijelaskan Mustamid, pihaknya menjelaskan terkait sejarah berdirinya Pejuang Siliwangi, bagaimana kiprahnya pada negeri.

Sementara Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag. dalam sambutanya menjelaskan, mengakui dengan Pejuang Siliwangi sering bertemu dan membahas berbagai hal, harapannya  kedepan tetap terjalin komunikasi yang baik, jadi ormas penyambung lidah masyarakat.


Editor : Dariman, A.Md
Sumber : Mustamid. A.M ,S.Pd., S.H., M.H., C.LA
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HUT Pengurus Perip saat peringati acara ulang tahun. Foto Ramadhan

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) Kabupaten Cirebon menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Golkar Watubelah, Kabupaten Cirebon, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta suasana kekeluargaan.

Acara ini mengusung tema “Dengan Semangat Satya Bhakti Nirantara, PERIP Terus Berkarya di Masa Purna”, yang mencerminkan tekad para anggota untuk tetap berkontribusi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat meskipun telah memasuki masa purna tugas.

Kegiatan syukuran dihadiri oleh jajaran pengurus PERIP Kabupaten Cirebon, anggota, serta tamu undangan dari kalangan pensiunan TNI AD, Marinir, dan Kepolisian. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dan solidaritas antarorganisasi purnawirawan di wilayah Cirebon.

Ketua PERIP Kabupaten Cirebon, Ny. Hj. Sri Ngadioino, S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-62 ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat eksistensi PERIP di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian meski telah memasuki masa purna.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, serta kegiatan ramah tamah antaranggota dan tamu undangan. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai jalannya kegiatan hingga akhir acara.

TUMPENG Ketua Perip saat memotong tumpeng di sela acara. Foto Ramadhan

Ketua Panitia pelaksana dalam keterangannya menyampaikan harapan besar terhadap keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap PERIP semakin dikenal oleh para pensiunan di tingkat nasional. Selain itu, kami ingin menjadikan organisasi ini sebagai wadah yang mampu menjaga semangat kebersamaan, sehingga para pensiunan tidak merasa sendiri atau jenuh setelah memasuki masa purna,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mendorong para anggota tetap aktif, produktif, dan berdaya guna di lingkungan sosialnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PERIP Kabupaten Cirebon diharapkan terus menjadi organisasi yang solid, inspiratif, dan mampu memberikan kontribusi positif, baik bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

Pewarta : Ramadhan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BAKAT pagelaran untuk pengembangan bakat dan seni. Foto Riyati 

Suara Semesta, 
Slawi
25 April 2026, SMP Negeri Pangkah 01 mengadakan pagelaran seni tari yang dibina langsung oleh Ibu Purwaningsih, S.Pd., selaku guru Seni Budaya Sabtu. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah SMP Negeri Pangkah 01 yang berlokasi di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kegiatan ini juga disetujui dan didukung oleh Bapak H. Ali Komsakum, S.Pd., serta diikuti oleh seluruh siswa kelas IX.
Pagelaran ini bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas siswa, serta menambah pengalaman dalam bidang seni, 

khususnya seni tari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkarya.

HADIR para undangan yang hadir dalam acara tersebut. Foto Riyati 

Dalam pagelaran tersebut, setiap kelas menampilkan pertunjukan tari yang berbeda-beda sesuai dengan tema dan kreativitas masing-masing. Setiap penampilan menjadi wujud nyata dari kerja keras dan semangat siswa dalam mengekspresikan diri melalui seni.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu mengekspresikan diri, tetapi juga semakin mencintai dan melestarikan budaya serta seni daerah.


Pewarta : Riyati / Kaperwil Jateng