stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
FESTIVAL Kadisarpus saat membuka festival. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon 
Guna memperkuat budaya membaca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas dan terjangkau, rangkaian Festival Literasi Kabupaten Cirebon 2026 resmi menghadirkan agenda Bazar Buku. Gelaran edukatif ini diadakan selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 September 2026, bertempat di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Cirebon, Jl. Sunan Drajat No.20, Sumber.

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi strategis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat, serta Gramedia.

Mengusung tema besar "Merangkai Literasi, Menumbuhkan Inovasi, Mengukir Prestasi", Bazar Buku ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang jual beli buku, melainkan sebagai wadah kolaboratif untuk memantik semangat belajar masyarakat Cirebon dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak, pelajar, pelajar, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum.

Penawaran Spesial dan Koleksi Lengkap
Salah satu daya tarik utama dari Bazar Buku Festival Literasi 2026 adalah tersedianya judul buku berkualitas yang ditawarkan dengan harga sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp7.000. 

SAMBUTAN Kadisarpus saat memberikan arah terkait festival. Foto Ramadhan 
Beragam kategori buku yang akan dihadirkan, meliputi buku cerita anak, sastra pendidikan, novel, karya sastra, buku pengembangan diri, hingga referensi ilmiah.
Penyelenggara berharap harga yang ramah di kantong ini dapat menghilangkan keterbatasan aksesibilitas literasi, sehingga setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk membangun koleksi bacaan pribadi di rumah.

Mendorong Budaya Literasi di Daerah
Kehadiran Bazar Buku ini merupakan bagian dari komitmen Disarpus Kabupaten Cirebon dalam menumbuhkan budaya membaca dan memperluas akses informasi bagi seluruh warga. 

Melalui ketersediaan bahan bacaan yang merata dan terjangkau, literasi diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam melahirkan inovasi serta mengukir prestasi generasi muda Cirebon di masa depan.

Bazar Buku akan dibuka setiap hari selama masa kegiatan berlangsung, mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya diimbau untuk tidak melewatkan kesempatan ini dan memanfaatkan momen seru untuk membaca bacaan bermanfaat bersama keluarga maupun kawan.


Ramadhan 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
DIAMANKAN Barang bukti yang diamankan polisi. Foto Ramadhan 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
 
Satlantas Polres Kuningan bersama Polsek Cilimus Jajaran berhasil menggagalkan aksi balap liar yang terjadi di kawasan Jalan Eyang Kyai Hasan Maulani, Sabtu (19/9/2026) sekira pukul 03.00 Wib. Sebanyak 26 remaja yang didominasi pelajar diamankan, sementara 15 unit sepeda motor ikut disita untuk pemeriksaan dan penindakan.

Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon didampingi Kasi Humas AKP Mugiyono menjelaskan, anggota Polsek Cilimus langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan tersebut.

“Memang benar, kami berhasil menggagalkan aksi balap pembohong. Kegiatan tersebut terungkap berdasarkan laporan yang melintas maupun dari media sosial yang pada saat itu melakukan siaran langsung,” kata Kasat.

Operasi penertiban ini dilakukan oleh Polsek Cilimus dengan melibatkan Satlantas Polres Kuningan, personel Sat Samapta dan juga personel Sat Reskrim.

"Dari kegiatan tersebut kami berhasil mengamankan pengamanan ada lima belas kendaraan roda dua yang diduga terlibat baik itu sebagai penonton maupun yang diduga akan digunakan sebagai kendaraan balap pembohong. Kemudian kami juga mengamankan ada dua puluh enam remaja yang diduga baik itu melibatkan penonton kemudian diduga terlibat sebagai joki ataupun sebagai montir," jelasnya.

Dari hasil interogasi awal, aksi tersebut memang sering terjadi saat akhir pekan menjelang libur sekolah. Mereka mulai berkumpul sekitar pukul 01.00 WIB dini hari dan berhasil diamankan pada pukul 03.00 WIB.

Untuk penanganan selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan pelatihan dengan memanggil orang tua dan perangkat desa, serta membuat surat pernyataan. Sementara untuk 15 kendaraan, akan dilakukan penilangan sesuai ketentuan.

Terkait identitas, usia remaja yang diamankan paling muda SMP kelas 3 hingga paling dewasa 23 tahun. Dari 26 remaja, 25 orang warga Kuningan dan satu orang dari luar daerah. Pengakuan hanya sebagai penonton, dan ada satu kendaraan yang terindikasi kuat akan digunakan untuk balap liar. Polisi juga memastikan tidak ditemukan senjata tajam dalam pemeriksaan badan maupun kendaraan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Aktuin Moniharapon memberikan himbauan tegas kepada orang tua dan masyarakat.
Kasat meminta kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada jam rawan dini hari pukul 01.00 - 04.00 WIB. Pastikan anak berada di rumah dan tidak terlibat sebagai penonton apalagi pelaku balap liar.

 Jangan mudah terprovokasi ajakan balap liar di media sosial, termasuk yang disiarkan live di TikTok. Balap pembohong sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain dan jika melihat adanya kumpulan remaja yang mencurigakan akan melakukan balap pembohong , segera laporkan ke Polsek terdekat atau call center 110 Polres Kuningan. Jalan Baru memang sering dijadikan arena karena sepi saat dini hari dan momen libur sekolah.

“Kami akan terus melakukan patroli rutin di jam-jam rawan. Kami tidak akan segan menindak tegas, menilang kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, menggunakan knalpot brong, dan tidak dilengkapi surat-surat,” tegasnya.


Ramadhan Domba jantan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BATU prosesi peletakan batu pertama oleh Camat. Foto Mustamid
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
 
Sebagai langkah awal  dalam rangka mewujudkan sarana peribadatan yang sangat di harapkan oleh warga Blok H.I.J. Perumahan Trusmiland 5 Desa Battembat Kecamatan Tengah tani Kabupaten Cirebon Provinsi  Jawa  Barat.  Peletakan  batu  pertama  sedianya   akan  dihadiri   Wakil  Bupati  Cirebon  H. Agus  Kurniawan Budiman, S.E.

Namun secara mendadak tiba-tiba ajudan Wabup  mengirim  pesan pada pukul 12.56  yang isinya membatalkan untuk hadir pada peletakan batu pertama  Musholah Al-Barokah  dengan  alasan  dipanggil  ketua  Partai di DPR RI Jakarta.  

Padahal  dari kemarin pihak panitia bertemu dengan ajudan tidak ada pembatalan untuk hadir, dan mengenai Hari, tanggal dan waktu sudah terkonfirmasi langsung  dengan  Wabup  tidak  ada  perubahan. 

Dengan  ketidak  hadiran  Wakil  Bupati  Cirebon, maka peletakan batu pertama dilakukan   Camat Tengah Tani Hj. Susi Setiawati, S.E., M.Si., dilanjut  Kapolsek  Kedawung  Kompol  H. Ahmad Nasori, S.H., Danramil Tengah Tani diwakili    oleh  Babinsa  Joko,   Tokoh  Masyarakat  Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md. dan Ketua  Panitia Pembangunan Dede Verianto.

HADIR PSIB Kabupaten Cirebon sesaat sebelum acara. Foto Mustamid 
Peletakan   batu   pertama   dimaksudkan  adalah  sebagai  tanda  dimulainya  Pembangunan  Musholah Al-Barokah , tampak  hadir  pula  jajaran Dewan  Pimpinan Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon  dipimpin  oleh  Marwah,  S.ST., M.M. pada  Selasa  (15/09/26).

Dalam sambutanya,   Camat,  berharap  agar pembangunan Musholah Al-Barokah  ini  dapat  berjalan  lancar  dan mendapat perhatian dari semua  pihak  khususnya  umat  Islam dimanapun  berada,  sehingga  dapat  segera  digunakan  sebagai  sarana Ibadah dalam  meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan  kepada  Allah SWT  sang  pencipta  alam  semesta.

Kita harus yakin bersodaqoh  pasti   Allah  akan  mengganti  dua  kali  lipat  seperti   pengalaman saya  sendiri  pada   saat  memberikan  sodaqoh  asal  ucap  tapi  dilalanya  siang  langsung  Allah  ganti,   tuturnya.


Sementara   Kapolsek  Kedawung,  dalam  sambutanya, berpesan kepada warga  Blok H.I.J.  Desa Battembat Kecamatan Tengah tani dengan adanya Musholah  Al-Barokah   diharapkan   dijadikan  ajang   silaturrahmi   dan  sebagai  tempat sarana ibadah untuk meingkatkan keiman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, pintanya.

Ketua Panita Musholah Al-Barokah di  dampingi seksi  pembangunan Juana Setiadi dan Sutana, pihaknya  merasa  optimis  pembangunan  Musholah Al-Barokah  ini  dapat berjalan lancar sesuai rencana, kami minta doa restu  dan dukungan dari umat Islam dimanapun berada  Khususnya di wilayah Kecamatan Tengah tani dan sekitarnya demi terwujudnya  pembangunan  ini. 

Sebelumnya   kami  melakukan pembangunan berkordinasi  terlebih  dahulu  dengan  pengembang (developer)  pihak  Trusmiland  dengan   disertai   Proposal  namun sampai saat ini dari pihak Trusmiland  belum memberikan apapun padahal fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos)  merupakan kewajiban bagi setiap pengembang. Namun kami panitia tetap berjalan dan merasa optimis dapat berdiri Musholah tersebut, mangga kepada siapapun untuk berpartisipasi seikhlasnya untuk tabungan akhirat.

Tokoh  masyarakat  Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md. yang berlatar belakang pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Masyarikul Anwar di bawah asuhan K.H. Machtum Hanan. Pihaknya berharap setelah Musholah Al-Barokah ini  selesai  dibangun bukan hanya sebagai sarana ibadah sholat lima waktu, sholat  taraweh  dan  Sholat Idul fitri / Idul Adha dan sebagainya.

Akan  tetapi  juga  mampu  menjadi  pusat  pengembangan  Akhlak, kegiatan pendidikan keagamaan, dan pembinaan generasi muda yang Islami  dan  berakhlakul  karimah.  

Saya  mengajak  semua  pihak  marilah kita niatkan  setiap  langkah  dan upaya dalam pembangunan Musholah Al-Barokah ini sebagai  amal  jariyah   yang  pahalanya  akan  terus  mengalir  hingga   yaumil  akhir,  sebagaimana  sabda  Nabi Muhammad SAW yaitu “ Barangsiapa  yang membangun Masjid / Musholah  karena  Allah,  maka Allah  akan  bangunkan   untuknya  rumah di surga,“  tandasnya.

Masih  dikatakan  Mustamid,  Sejak  dua  tahun  yang  lalu  pihaknya ingin sekali di Blok H.I.J. mempunyai musholah sendiri,  karena setiap kali melaksanakan Sholat Taraweh, Sholat Idul Fitri / Idul Adha dilaksanakan dengan menggelar tikar di jalan,  apabila hujan  jamaah pada berlarian mencari  tempat  berteduh.   

Sementara  kalau  sholat  Idul  Fitri  dan  Idul  Adha matahari terbit  sehingga  merasakan panas karena tidak ada tenda, belum kalau  sholat  Jumat  harus  menempuh 2 km perjalanan.  Berangkat dari  situ  pihaknya    sebagai   Tokoh  Masyarakat sekaligus sebagai Iman dan Khotib  merasakan  keprihatinan  dan  sangat miris  tidak  mempunyai  sarana ibadah.  

Oleh karenanya,  tepatnya  Hari Rabu  tanggal 19 Agustus 2026 pada saat 7 bulan bapaknya Pak Andi, mengajak kembali  warga  kompak  saling bahu-membahu bergotong royong untuk membangun Musholah, Alhamdulillah mendapat dukungan dari warga Blok H.I.J. sehingga  pada hari ini Selasa tanggal 15 September 2026 dapat  melaksanakan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Cirebon  sebagai  bentuk  dimulainya pembangunan  Musholah. Tuturnya.

Lanjut dikatakan Mustamid, dalam  kepanitian  pembangunan Musholah Al-Barokah telah mendapatkan SK Panitia dari Kuwu Battembat H. Muhamad Khoid, S.H., M.H. Nomor: 400.22/09/SK/DS/VIII/2026 Tanggal 26 Agustus 2026 dan Rekomendasi dari Kuwu Battembat Nomor: 140/23/SK/DS/VIII/2026 Tanggal 26 Agustus 2026, serta  Rekomendasi Camat Tengah tani  Tanggal 28 Agustus 2026 Nomor: 400.9.7/241/Ekbangsos di tanda tangani Hj. Susi Setiawati, S.E., M.Si. selaku Camat. Menyinggung nama Al-Barokah pada Musholah tersebut,  memang  saya yang memberi nama itu, dengan  harapan  terwujudnya Musholah  Al-Barokah menjadi keberkahan, kebaikan, kemanfaatan  buat  warga  blok  H.I.J. sebagaimana  Al-Barokah artinya keberkahan (ziadatul khair; tambahnya kebaikan) untuk lingkungan atau  berlimpahnya  kenikmatan  dari  Allah  SWT.  Pungkasnya.


Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A., C.Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
HADIR Bupati Cirebon (tengah berpeci) saat menghadiri acara HLM TPID. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon Imron menekankan pentingnya menjaga stabilitas pangan melalui kerja sama antardaerah saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Ciayumajakuning Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Cirebon tersebut berlangsung di Hotel Luxton Cirebon, Selasa (15/9/2026), dengan tema memperkuat resiliensi melalui pengendalian inflasi dan akselerasi transformasi digital untuk ekonomi Ciayumajakuning yang inklusif dan berkualitas.

Imron mengatakan, karakteristik Kabupaten Cirebon membuat aktivitas ekonomi masyarakat tidak hanya berlangsung di wilayah administrasi kabupaten, tetapi berkaitan erat dengan kawasan perkotaan di sekitarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengendalian inflasi perlu melihat keterkaitan ekonomi antarwilayah, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu daerah, karena pasokan dan distribusi pangan saling berkaitan di wilayah Ciayumajakuning,” kata Imron.

Ia menyebut Kabupaten Cirebon masih bergantung pada sejumlah daerah sekitar untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan, terutama pasokan dari Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

Karena itu, Pemkab Cirebon terus menerapkan strategi 4K dalam menjaga stabilitas harga, meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

“Kerja sama antardaerah perlu diperkuat agar langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Imron juga mengharapkan forum koordinasi yang difasilitasi BI dapat berlangsung secara rutin dan menghasilkan kesepakatan serta rencana aksi yang dapat ditindaklanjuti setiap pemerintah daerah.

Ia menilai koordinasi tersebut penting untuk mengantisipasi berbagai potensi tekanan terhadap perekonomian daerah, termasuk dampak kondisi ekonomi global terhadap harga dan distribusi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan, hasil pemetaan neraca pangan menunjukkan adanya komoditas yang mengalami surplus maupun defisit di sejumlah wilayah Ciayumajakuning.

Untuk komoditas beras, kata dia, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon tercatat mengalami defisit, sedangkan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka memiliki kapasitas produksi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan wilayah lain.

“Indramayu, Kuningan, dan Majalengka merupakan sentra produksi yang dapat dikerjasamakan agar kebutuhan pangan di Ciayumajakuning tercukupi,” kata Wihujeng.

Selain beras, menurut dia, cabai menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena beberapa wilayah mengalami defisit, sementara Majalengka memiliki potensi pasokan untuk mendukung daerah lainnya.

BI Cirebon juga mengusulkan sejumlah langkah, antara lain pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) pangan atau penugasan BUMD yang sudah ada, integrasi sistem informasi, kemitraan dengan offtaker, serta penyusunan aspek hukum kerja sama antardaerah.



(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SAMBUTAN Sekda Kabupaten Cirebon saat memberikan sambutan. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pemilih dalam setiap gelaran pemilu, tetapi ikut mengambil peran sebagai subjek sekaligus agen demokrasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang digelar di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (15/9/2026).

Sekda Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala dalam sambutannya, demokrasi tidak berhenti pada pelaksanaan pemilu.

Demokrasi juga membutuhkan masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya, mampu menyampaikan aspirasi secara santun, menghargai perbedaan, serta ikut menjaga kehidupan sosial dan politik yang sehat.

Menurutnya, tantangan demokrasi semakin kompleks di era digital. Masyarakat harus mampu menghadapi derasnya arus informasi, termasuk hoaks, disinformasi, dan berbagai bentuk manipulasi politik.

“Karena itu, kemampuan untuk memahami, menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang demokratis,” kata Hendra saat membacakan sambutan Bupati Cirebon Imron.

Hendra memastikan Pemkab Cirebon mendukung upaya penguatan pendidikan demokrasi dan partisipasi masyarakat.

Melalui Sekolah Demokrasi, peserta diharapkan mampu menjadi agen yang menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi di lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang cerdas, santun, inklusif, dan berintegritas, sehingga demokrasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dorong Pemilih Rasional

Sementara itu, Anggota KPU Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, menilai Sekolah Demokrasi Caruban Nagari menjadi ruang penting untuk membentuk pemilih yang lebih rasional.

Ia mengutip klasifikasi pemilih dalam teori Agens Demokrasi, yakni Hobbit, Hooligan, dan Vulkan. Pemilih Hobbit digambarkan sebagai pemilih yang apatis dan menentukan pilihan karena faktor nonpolitik. Sementara Hooligan, cenderung fanatik terhadap pilihan politik tertentu.

Adapun pemilih Vulkan merupakan pemilih yang menggunakan pertimbangan rasional dalam menentukan pilihan.

“Jadi, dari teori tadi, kita bertujuan Cirebon Nagari ini adalah mengajak rekan-rekan semua untuk masuk pada kategori Vulkan. Pemilih Vulkan,” kata Sapi’i.

Menurut Sapi’i, pemilih rasional tidak sekadar menentukan pilihan karena kedekatan atau fanatisme. Mereka mempertimbangkan program, rekam jejak, dan kapasitas calon sebelum menentukan pilihan politik.

Namun, ia menekankan bahwa proses pendidikan demokrasi tidak boleh berhenti pada kemampuan memilih secara rasional. Generasi muda juga perlu mengambil posisi sebagai subjek kepemiluan.

“Bekal ilmu itu, kalau sudah masuk kategori Vulkan, maka harus diimplementasikan pada kategori berikutnya, yaitu sebagai subjek kepemiluan,” ujar Sapi’i.

KPU Jawa Barat juga mendorong peserta Sekolah Demokrasi Caruban Nagari untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu pada masa mendatang.

Sapi’i mengatakan, generasi muda memiliki peluang untuk menjadi bagian dari penyelenggara pemilu, mulai dari PPK, PPS, KPPS hingga Pantarlih sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut berdasarkan pembaruan Data Pemilih Berkelanjutan semester I, sekitar 59 persen pemilih di Jawa Barat berasal dari generasi Y dan Z.

“Artinya generasi adik-adik semua nanti yang akan terbesar menjadi pemilih ke depan,” kata Sapi’i.

Sapi’i juga meminta peserta memanfaatkan jejaring dan media sosial untuk membantu KPU menyebarluaskan pendidikan pemilih kepada lingkungan masing-masing.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen sosialisasi, karena lebih dekat dengan komunitas dan lingkungan digital mereka.

Senada disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati. Esya mengatakan, Sekolah Demokrasi Caruban Nagari dirancang untuk mempertemukan berbagai generasi sekaligus membentuk ekosistem demokrasi di Kabupaten Cirebon.

“Generasi Z, generasi Alfa, bertemu menjadi satu, berakulturasi menjadi satu, sehingga membentuk sebuah ekosistem demokrasi di Kabupaten Cirebon,” kata Esya.

Ia menjelaskan, KPU Kabupaten Cirebon telah melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan keterwakilan peserta dari kawasan timur, barat, selatan, utara, dan tengah.

Kegiatan kali ini melibatkan peserta dengan rentang usia hingga 30 tahun. Sementara peserta yang lebih muda, termasuk siswa SMP berusia sekitar 14 tahun, akan mendapatkan ruang pendidikan demokrasi melalui tahapan atau program berikutnya.

“Tujuannya sudah jelas. Kami ingin mencetak agen-agen demokrasi di setiap wilayah,” ujarnya.

Sekolah Demokrasi Caruban Nagari berlangsung secara hybrid, dengan hari pertama dilaksanakan secara daring dan hari kedua secara luring.

Kegiatan luring tersebut bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September.


(Ramadhan)