stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
POLSEK Kramat saat berbagi takjil kepada pengguna jalan. Foto Yati

Suara Semesta, Kabupaten Tegal
Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan, Polsek Kramat Polres Tegal menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danny Triyatno, S.Psi, bersama anggota Polsek Kramat dan didukung oleh Ibu-Ibu Bhayangkari.  

Aksi sosial ini dilaksanakan di depan Mako Polsek Kramat dengan penuh semangat kebersamaan. Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.  

Danny Triyatno, S.Psi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap, mempererat silaturahmi di bulan penuh berkah. “Semoga takjil yang dibagikan dapat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk berbuka puasa, serta menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.  

BHAYANGKARI turut berbagi takjil. Foto Yati 

Ibu Bhayangkari juga ikut aktif dalam kegiatan ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap program sosial yang digagas Polsek Kramat. Kehadiran mereka menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan.  

Melalui kegiatan Ramadhan Berkah ini, Polsek Kramat berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat menumbuhkan serta semangat berbagi di bulan suci.  

Pewarta : Yati
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
WAKIL Walikota Cirebon saat berada di tengah masyarakat. Foto Prokopim

Suara Semesta, Kota Cirebon
Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini tercermin dalam kunjungan silaturahmi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menyapa warga di RW 12 Kalijaga, Selasa (10/3/2026).

Dalam dialog yang berlangsung santai tersebut, Wakil Wali Kota tampak telaten menyimak satu per satu aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari masalah drainase hingga akses jalan yang mulai rusak. Menurutnya, interaksi langsung seperti ini sangat penting agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab kegelisahan warga di lapangan.

"Terima kasih banyak atas aspirasi dan keterbukaan bapak ibu semua. Saya mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga di sini. Bismillah ya, semua masukan ini kami upayakan semaksimal mungkin. Tentu kita sesuaikan dengan kondisi anggaran yang terukur, namun dengan segala ikhtiar yang ada, insyaallah semoga semuanya bisa segera direalisasikan,” ujar Wakil Wali Kota di hadapan warga.

Wakil Wali Kota juga menekankan bahwa kehadirannya tidak sendirian. Ia sengaja menggandeng jajaran dinas teknis agar setiap persoalan infrastruktur bisa langsung dicarikan solusinya saat itu juga. Ia menyadari bahwa masalah jalan lingkungan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak muncul di wilayah Kalijaga.

"Sengaja saya mengajak Bapak Kadis DPRKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) ke sini. Karena tadi banyak sekali aspirasi tentang perbaikan jalan lingkungan. Jadi saya bawa langsung ahlinya supaya bisa langsung kita tinjau lokasinya, kita survei titik mana saja yang menjadi lokus prioritas untuk diperbaiki," tambahnya sebelum bergegas meninjau lokasi.

Kepala DPRKP Kota Cirebon, Wandi Sofyan, yang mendampingi Wakil Wali Kota, menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi arahan pimpinan. Wandi menjelaskan bahwa setiap usulan warga sebenarnya telah masuk dalam sistem perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat Musrenbang Kelurahan hingga ke tingkat kota, guna mendukung visi misi daerah.

"Kami selaku dinas pengampu tentu sangat mendukung penuh program yang menjadi prioritas Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota. Kabar baiknya, khusus untuk tahun 2026 ini, di RW 12 Kelurahan Kalijaga sudah ada dua agenda perbaikan jalan lingkungan yang masuk dalam bidang prasarana, sarana, dan utilitas di dinas kami," jelas Wandi.

SAAT berbincang dengan masyarakat. Foto Prokopim

Tak hanya soal jalan, Wandi juga membawa angin segar terkait program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia memaparkan bahwa kuota perbaikan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kelurahan Kalijaga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk Rutilahu di Kalijaga yang murni dari APBD Kota Cirebon, tahun lalu hanya 5 unit. Alhamdulillah tahun 2026 ini bertambah menjadi 23 unit rumah se-Kelurahan Kalijaga. Jika melihat total se-kota, kenaikannya juga terasa, dari 169 unit menjadi 253 unit yang dibiayai APBD," papar Wandi secara detail.

Selain mengandalkan dana daerah, Pemerintah Kota Cirebon juga aktif menjemput bola ke pemerintah pusat. Wandi menyebutkan ada tambahan 196 unit rumah yang mendapatkan bantuan melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari APBN. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat dalam membenahi pemukiman warga.

Menutup rangkaian peninjauan, Wandi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di situ saja. Pemerintah Kota Cirebon akan terus mencari peluang anggaran dari berbagai sumber demi mewujudkan hunian dan lingkungan yang layak. 

"Semua ini demi mendukung visi Kota Cirebon yang setara dan berkelanjutan. Kami akan terus berupaya mencari peluang-peluang lain ke depannya," pungkasnya.

Editor : Koharrudin
Dokumentasi :  Beni Agus Pratama
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Irwan, ST, S.Kom, MM. Foto Infokom

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka
Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.

Kebijakan tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau yang dikenal dengan PP Tunas, yang diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, Irwan, ST, S.Kom, MM menyambut baik kebijakan yang diterbitkan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai aturan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan teknologi digital.

Aturan tersebut merupakan upaya penting dalam menjaga generasi muda dari dampak negatif penggunaan teknologi digital yang semakin luas.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Diskominfo tentu mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini merupakan langkah penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko di ruang digital,” tutur Kadiskominfo, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, ruang digital saat ini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam mendukung proses belajar dan pengembangan kreativitas. Namun, tanpa pengawasan yang memadai, ruang digital juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko seperti paparan konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan penggunaan gawai.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui berbagai program edukasi dan literasi digital kepada masyarakat.

“Langkah yang dilakukan pemerintah pusat ini merupakan suatu bentuk apresiasi yang tentu harus kita tindaklanjuti dan kita sosialisasikan hingga ke tingkat bawah, mulai dari kecamatan, desa dan sekolah,” ujarnya.

Menurut Irwan kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital menuju visi Indonesia Emas.

Selain itu, ia menegaskan bahwa peran keluarga dan lingkungan pendidikan sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital.

“Pengawasan dari orang tua serta pendampingan dari sekolah menjadi kunci agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri,” pungkasnya.

Editor : Koharrudin
Sumber DinasInfokom Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas

PERBAIKAN infrastruktur jalan menjelang Lebaran 1447 H. Foto Infokom

Suara Semesta, Kabupaten Majalengka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan menjelang Lebaran 1447 H. Sebanyak 30 titik jalan yang tersebar di sejumlah wilayah mulai dikerjakan guna memastikan arus mudik dan aktivitas masyarakat berjalan lancar dan aman.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan bahwa total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 117 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp 143 miliar. Proses pengadaan dilakukan secara langsung agar pengerjaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kita kejar sebelum Lebaran. Harapannya masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih baik saat mudik dan silaturahmi. Kalau pun ada yang belum selesai, sisanya kita lanjutkan setelah Lebaran,” ujar Eman, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, percepatan proyek tidak hanya berorientasi pada waktu, tetapi juga pada kualitas pekerjaan. Ia mengingatkan para pengusaha dan kontraktor agar menjaga integritas serta tidak bermain-main dalam pelaksanaan proyek.

“Pengusaha harus menjaga kepercayaan publik. Kualitasnya harus bagus. Tidak boleh ada praktik diperjualbelikan atau main tangan. Ini uang rakyat,” tegasnya.

TERLIHAT beberapa pekerja sedang memperbaiki jalan. Foto Infokom

Saat ini, perbaikan sudah mulai berjalan di sejumlah titik. Alat berat dan para pekerja terlihat melakukan tambal sulam hingga peningkatan struktur jalan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan cukup parah.

Bupati memastikan pengawasan akan dilakukan secara ketat dengan melibatkan dinas teknis untuk turun langsung memantau progres serta mutu pekerjaan di lapangan.

“Kita tidak ingin asal cepat tapi mutunya jelek. Lebih baik terukur, tapi hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Pemkab Majalengka berharap, perbaikan ini tidak hanya mendukung kelancaran arus kendaraan saat Lebaran, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sejumlah warga menyambut baik percepatan perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab Majalengka. Mereka berharap pengerjaan benar-benar tuntas sebelum arus mudik Lebaran mulai meningkat.

Asep (45), warga Ciomas Maja, mengaku kondisi jalan yang rusak selama ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengendara roda dua.

“ Alhamdulilah menjelang Lebaran jalur Maja - Sukahaji sudah diperbaiki yang lubang - lubangnya. Mudah-mudahan kualitasnya tahan lama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti (38), warga Kecamatan Ligung. Ia menilai perbaikan jalan akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pedagang dan pelaku usaha kecil pasti terbantu kalau akses jalannya lancar. Alhamdulilah jalan Bantarwaru - Bongas sudah diperbaiki dengan hotmix yang mulus," tuturnya .

Warga berharap pemerintah terus melakukan pengawasan ketat agar proyek berjalan sesuai standar dan tidak cepat rusak setelah selesai dikerjakan.

Editor : Koharrudin
Sumber : Infokom Kabupaten Majalengka
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
PANGDAM III Siliwangi beserta pejabat propinsi saat peresmian. Foto Prokopim

Suara Semesta, Kota Cirebon
Akses penghubung antara Kecamatan Pekalipan dan Kecamatan Lemahwungkuk kini memasuki babak baru. Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, meresmikan infrastruktur vital yang kini bersalin nama menjadi Jembatan Perintis Garuda III,  Senin (9/3/2026). Bertempat di kawasan Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, peresmian ini menandai tuntasnya revitalisasi jembatan gantung yang selama ini menjadi urat nadi warga setempat.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Jembatan ini secara fisik menghubungkan RW 05 Pegajahan Selatan, Kelurahan Jagasatru dengan RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, memangkas jarak tempuh yang sebelumnya cukup menyulitkan mobilitas lintas wilayah.

Kegiatan ini dihadiri juga Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustian, Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Drajat Santoso, dan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap.

SAAT penandatanganan prasasti. Foto Prokopim

Dalam orasi peresmiannya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan bahwa proyek ini adalah manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Mayjen TNI Kosasih berharap infrastruktur ini tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tapi penggerak roda ekonomi.

“Mudah-mudahan jembatan yang diresmikan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mempercepat jarak tempuh dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” tegas Mayjen TNI Kosasih.

Senada dengan Pangdam, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menitikberatkan pada aspek fungsionalitas jembatan bagi kehidupan sosial dan pendidikan anak-anak sekolah di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki dari masyarakat untuk menjaga aset ini.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat dapat kembali menggunakan jalur penghubung yang aman dan nyaman untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan video konferensi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dalam rangka peluncuran serentak 200 jembatan gantung di seluruh pelosok Indonesia. 

Editor : Koharrudin
Dokumentasi :  Dede Sofyan Hadi
Pengolah Informasi: Mike Dwi Setiawati