stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
LANTIK Kapolres Cirebon Kota pimpin upacara pelantikan. Foto Humas
Suara Semesta, Kota Cirebon
Atmosfer baru menyelimuti jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota seiring dengan dilaksanakannya rotasi kepemimpinan tingkat kewilayahan. Dalam upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Apel Mako Polres Cirebon Kota, Senin (07/09/2026), dua perwira menengah resmi menerima amanah baru sebagai Kepala Polsek (Kapolsek).

Upacara pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., dan dihadiri oleh seluruh pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta perwakilan Bhayangkari Cabang Cirebon Kota.

Perubahan Estafet Kepemimpinan

Momen penting dalam acara tersebut adalah pengukuhan IPTU Usep Winta, S.H. sebagai Kapolsek Mundu yang baru. Sebelumnya, IPTU Usep menjabat sebagai Kapolsek Lemahwungkuk. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya dijalankan secara acting oleh IPTU Iwan Kurniawan, S.Pd., usai pejabat terdahulu memasuki masa purna tugas.

Secara bersamaan, tongkat estafet kepemimpinan di Polsek Lemahwungkuk diserahkan kepada IPTU Didik Siswanto. Dengan demikian, IPTU Didik kini dipercaya untuk memimpin dan menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Lemahwungkuk, sementara IPTU Usep Winta fokus pada tantangan baru di Kecamatan Mundu.

TANDATANGAN penandatanganan surat keputusan pelantikan. Foto Humas

Strategis dan Berkelanjutan

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, menekankan bahwa rotasi ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian integral dari penyegaran organisasi untuk menjaga kesinambungan kinerja kepolisian. Kapolsek, sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan, memegang peran vital dalam merespons dinamika sosial dan karakteristik unik di masing-masing wilayah.

“Kepolisian harus hadir secara adaptif. Rotasi ini diharapkan membawa energi segar dan inovasi dalam pendekatan keamanan serta pelayanan masyarakat,” ujar Kapolres dalam arahannya.

Hadir pula Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., serta Ketua Bhayangkari Cabang Cirebon Kota, Ny. Eka Bimantoro, yang turut memberikan dukungan moral bagi para pejabat baru.

Harapan Pelayanan Prima

Menanggapi pelantikan ini, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kedua perwira tersebut. Ia menegaskan bahwa penempatan ini adalah bentuk pembinaan karier sekaligus kesempatan untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih responsif.

“Selamat kepada IPTU Usep Winta, S.H. dan IPTU Didik Siswanto. Kami berharap keduanya dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, serta memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis,” ungkap AKP Aris.

Dengan kepemimpinan baru di Polsek Mundu dan Lemahwungkuk, Polres Cirebon Kota optimis dapat terus meningkatkan indeks kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri melalui pendekatan pre-emtif, preventif, dan represif yang tepat sasaran.

Editor : Koharrudin
Sumber : Humas Polres Cirebon Kota
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
DAFTAR Aip pendaftar balon kuwu bersama pengiringnya. Foto Utoyo
Suara Semesta, Subang
Suasana pendaftaran calon (balon) Kepala Desa Cibogo, Kabupaten Subang, pada hari terakhir, Senin (7/9/2026), berlangsung berbeda. Aip Rahmat, S.Pd., resmi mendaftarkan diri menjadi balon kepala desa dengan diantar para pendukung dari berbagai RW di Desa Cibogo.

Rombongan pendukung datang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Mereka mengiringi perjalanan menuju lokasi pendaftaran sambil melantunkan selawat sebagai bentuk doa dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Koordinator tim sukses MANTAP (Merakyat, Amanah, Niat Mengabdi, Transparan, Akuntabel, Profesional), Aan Mudiharto, SE, mengatakan rencana pendaftaran Aip Rahmat pada malam hari tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Panitia Pilkades Cibogo.

Menurut Aan, pilihan mendaftar pada malam hari merupakan permintaan sejumlah pendukung yang ingin mengantarkan Aip Rahmat secara langsung. Selain karena sebagian besar masyarakat telah menyelesaikan aktivitas pekerjaan, waktu malam dinilai lebih nyaman untuk berkumpul.

“Jauh hari sejak dibukanya pendaftaran, kami sudah menyampaikan kepada Panitia Pilkades Cibogo bahwa ada para pendukung yang ingin mengantarkan dan mendaftarkan Aip Rahmat pada malam hari di hari terakhir pendaftaran,” ujar Aan.

Ia menambahkan, kehadiran masyarakat yang mengantar Aip Rahmat ternyata di luar dugaan. Dukungan datang dari berbagai wilayah RW di Desa Cibogo.

“Yang mengantar datang dari berbagai RW di Desa Cibogo dengan mengendarai roda dua dan roda empat, sambil mengumandangkan solawatan. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kita minimal setiap hari tidak kurang dari 100 kali berselerawat kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Dengan terdaftarnya Aip Rahmat, S.Pd., sebagai calon kepala desa, tim MANTAP menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades calon kepala desa 2026 di Kabupaten Subang.

“Kami siap menang atau kalah atas izin-Nya. Kami berharap seluruh tahapan Pilkades serentak, mulai dari proses yang sudah berjalan hingga penetapan pemenang nantinya, dapat berlangsung lancar, tertib, sukses, dan mendapat ridha Allah SWT,” tutur Aan.

TANDATANGAN sejumlah berkas yang ditandatangani Aip. Foto Utoyo
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Cibogo untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan selama proses kontestasi berlangsung.

“Siapapun pemenangnya nanti, kita tetap harus bersatu untuk Desa Cibogo yang lebih baik, lebih maju, dan sejahtera bagi masyarakat Desa Cibogo,” tambahnya.

Sementara itu, konfirmasi ulang terkait pendaftaran telah dilakukan kepada Panitia Pilkades Cibogo pada Senin pagi (7/9). Proses pendaftaran Aip Rahmat kemudian terlaksana dengan lancar dan tertib serta dinyatakan telah memenuhi persyaratan sebagai calon calon.

Aan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan ikut mengantarkan proses pendaftaran tersebut.

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, semuanya terlaksana dengan lancar, teratur, dan telah memenuhi persyaratan balon. Kami mohon maaf kepada semua yang telah berjalan untuk mendaftar, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut mengantar dan memberikan dukungan,” ujarnya.

“Semoga menjadi amal kebaikan yang mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin,” tutupnya.

Utoyo
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
RESMIKAN Pengurus DPD PSI saat meresmikan kantornya. Foto Ramadhan
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cirebon resmi memiliki kantor baru yang berlokasi di Jalan Pangeran Cakrabuana No. 8, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (6/9/2026).

Peresmian kantor tersebut diresmikan langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon Capt. H. M. Haryanto, S.E., M.M., M.Mar., bersama Ketua Harian H. Moch. Carkim, S.H.

Kegiatan peresmian turut dihadiri jajaran pengurus DPD PSI Kabupaten Cirebon, mulai dari Sekretaris, Bendahara, anggota, serta perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Peresmian kantor baru ini menjadi momentum penting bagi PSI Kabupaten Cirebon dalam memperkuat keberadaan organisasi sekaligus meningkatkan koordinasi antara jajaran pengurus di tingkat kabupaten dengan struktur partai di tingkat kecamatan.

Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Capt. H. M. Haryanto, mengatakan keberadaan kantor baru diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas organisasi dan ruang untuk mempererat komunikasi antarpengurus serta anggota.

Menurutnya, kantor tersebut bukan hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin solid dan terkoordinasi.

“Dengan adanya kantor ini, kami berharap seluruh pengurus dan anggota semakin solid, komunikasi semakin mudah, dan berbagai kegiatan organisasi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Haryanto.

Sementara itu, Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Cirebon, H. Moch. Carkim, S.H., turut menekankan pentingnya kebersamaan seluruh jajaran dalam menjalankan roda organisasi.

KANTOR Anggota dan pengurus saat berkumpul di kantor partainya. Foto Ramadhan
Kehadiran perwakilan DPC dari berbagai kecamatan juga menjadi bagian dari momentum konsolidasi PSI Kabupaten Cirebon. Para pengurus diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dan membangun komunikasi yang baik hingga tingkat bawah.

Dengan diresmikannya kantor baru tersebut, DPD PSI Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan aktivitas dan komunikasi dengan masyarakat.

Kantor baru di Talun kini menjadi titik baru bagi PSI Kabupaten Cirebon untuk memperkuat barisan, merapikan konsolidasi, dan menjalankan roda organisasi secara lebih terarah.

Dengan diresmikannya kantor baru tersebut, aktivitas organisasi DPD PSI Kabupaten Cirebon diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi. Kehadiran jajaran pengurus, anggota, dan perwakilan DPC dalam peresmian itu sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan kantor sebagai pusat kegiatan dan koordinasi partai di wilayah Kabupaten Cirebon.

(Ramadhan)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BAGIKAN becak listrik yang dibagikan kepada pengemudi becak. Foto IKP 
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Kuningan, Sabtu (5/9/2026). Bantuan tersebut terutama menyasar para pengemudi becak lanjut usia agar tetap dapat bekerja dan mencari nafkah tanpa harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh becak secara manual.

Serah terima bantuan berlangsung di Hutan Kajene, Jalan Siliwangi Cigembang Nomor 50, Purwawinangun, Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional tersebut antara lain Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn., Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM, unsur Forkopimda, serta jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan apresiasi atas bantuan 200 unit becak listrik tersebut.

Menurut Dian, bantuan itu menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional kepada masyarakat Kuningan, khususnya mereka yang masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari dengan menggunakan becak.

UNIT salah satu unit becak listrik yang dibagikan. Foto IKP
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Jadi ke-528 Kuningan

“Pertama-tama, selamat hari ulang tahun yang ke-528 Kuningan. Ini usia yang cukup panjang bagi kita untuk bekerja sama membangun Kuningan,” ujar Dian.

Dian menyebut Kuningan sebelumnya juga telah menerima sejumlah bantuan dari Presiden Prabowo, mulai dari sektor pertanian hingga bantuan air bersih.

“Beberapa bulan lalu ada bantuan alat-alat pertanian seperti hand sprayer, traktor, dan lainnya. Sebelumnya juga bantuan air bersih di daerah Kuningan Timur yang sangat bermanfaat saat kekeringan,” katanya.

Menurutnya, bantuan becak listrik menjadi tambahan manfaat bagi masyarakat, terutama para pengemudi yang membutuhkan sarana untuk tetap produktif.

“Bantuan becak listrik ini adalah anugerah. Ini membuktikan Pak Prabowo tulus memberikan bantuan kepada rakyat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dian juga menilai penggunaan becak listrik sejalan dengan upaya mendorong efisiensi energi melalui pemanfaatan tenaga listrik.

“Becak ini juga menjadi komitmen untuk mewujudkan hemat energi dengan beralih ke energi listrik,” ujarnya.

Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana, mengatakan bantuan becak listrik tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari profesi sebagai pengemudi becak.

“Masyarakat Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prabowo yang atas kesekiannya memberikan bantuan kepada masyarakat.Sekarang bantuan berupa becak listrik,” ujar Nuriana.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya untuk mengubah becak konvensional menjadi kendaraan bertenaga listrik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan penerimanya.

“Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekedar transformasi dari konvensional menjadi modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” katanya.

Nuriana menjelaskan, penggunaan becak listrik untuk tahap awal diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata. Hal itu disesuaikan dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat.

“Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata,” katanya.

Ia juga membuka peluang bagi para kusir delman lanjut usia untuk menjadi penerima manfaat apabila memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Saya juga nanti mungkin kalau berkenan akan menawarkan kepada para kusir delman, kalau mereka mau,” ujar Nuriana.

Untuk pengisian daya, masyarakat tidak perlu khawatir. Menurut Nuriana, sistem pengisian baterai becak listrik cukup sederhana.

“Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian baterai.

Sebanyak 200 unit becak listrik yang disalurkan di Kuningan merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad.

Nuriana juga menyampaikan pesan kepada para penerima agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Ia menegaskan agar becak listrik tidak diperjualbelikan.

"Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dijaga dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah," ujarnya.

Selanjutnya, Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardian, MM menjelaskan bahwa program becak listrik tersebut secara khusus memberikan perhatian kepada para pengemudi becak yang telah berusia lanjut.

Ia mengatakan, di sejumlah daerah penerima bantuan becak listrik rata-rata merupakan pengemudi berusia 60 tahun ke atas. Apalagi, kata dia, pernah ada penerima bantuan di Malang yang berusia 100 tahun dan masih bekerja menarik di becak.

“Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lanjut usia,” ujar Rokhmat.

Menurutnya, kondisi para pengemudi becak lansia menjadi perhatian karena mereka masih harus mengandalkan tenaga fisik untuk bekerja, termasuk ketika harus menghadapi cuaca panas.

“Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka,” katanya.

Rokhmat berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekonomi sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar.

Ia juga menyebut Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pelatihan dan pengawasan terhadap penggunaannya.

“Sehingga becak listrik ini bisa menjadi sarana ekonomi, mempermudah transportasi, serta dari sisi keamanan dan keselamatan juga terjaga sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang ada,” ujarnya.

Rokhmat mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat berusia lanjut agar tetap produktif.

“Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain membantu aktivitas ekonomi, keberadaan becak listrik juga diharapkan dapat mendukung ekosistem pariwisata di Kabupaten Kuningan.

“Ini bukan sekadar becak, tapi harapan untuk masa depan warga Kuningan yang lebih baik,” kata Rokhmat.

Dalam Berbagai Penutup, Rokhmat Kembali menekankan bahwa bantuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kendaraan, tetapi berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan para penerimanya.

“Ini bukan soal becak saja, ini tentang masa depan,” ujarnya.

Ia mengatakan, perhatian Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak usia lanjut berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat yang tetap bekerja meski kondisi fisiknya sudah tidak memiliki pemikiran terlebih dahulu.

Rokhmat juga menyampaikan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan dan penyediaan gizi anak yang menurutnya menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

"Terakhir, mohon becaknya dirawat. Ini buatan lokal dari Pindad. Jangan dijual, atau dipindahkan tangankan," katanya.

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 

Penyaluran 200 unit becak listrik tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kuningan, terutama para pengemudi lanjut usia, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, transportasi, dan pariwisata di daerah. 


( Ramadan )
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
WALIKOTA saat menerima pembagian becak listrik bantuan presiden. Foto Humas
Suara Semesta, Kota Cirebon
 
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan secara gratis kepada para pengemudi becak di Kota Cirebon dan sekitarnya. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, Jumat (3/9/2026).

Bantuan tersebut khususnya ditujukan bagi para pengemudi becak lanjut usia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus meringankan beban tenaga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak. Menurutnya, bantuan becak listrik bukan hanya sebatas pemberian alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mendorong modernisasi transportasi lokal tanpa meninggalkan keberadaan becak sebagai bagian dari kehidupan dan budaya Kota Cirebon.

"Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Becak listrik ini merupakan aset produktif yang diharapkan dapat membantu bapak-bapak pengemudi becak bekerja lebih ringan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga," ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemkot Cirebon akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk PLN dan sektor swasta, untuk membantu ketersediaan sarana pengisian daya bagi becak listrik.

JAJAL Walikota Cirebon bersama Dirops Yayasan saat mencoba naik becak listrik. Foto Humas 
“Kami akan berupaya membangun ekosistem pendukungnya. Jangan sampai bantuan sudah diterima, tetapi kemudian para pengemudi kesulitan ketika membutuhkan fasilitas untuk mengisi baterai. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” katanya.

Wali Kota Cirebon juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan merawat becak listrik dengan baik. Becak listrik yang telah diterima tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun digadaikan. Para penerima juga diminta untuk tidak melakukan modifikasi yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis karena dapat menyebabkan kerusakan dan berpotensi menggugurkan garansi.

"Bapak-bapak harus merawat becak ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan dimodifikasi sembarangan, jangan melepas identitas atau membongkar bagian-bagian yang memang tidak boleh dibongkar. Kalau dirawat dengan baik, mudah-mudahan becak ini bisa digunakan dalam jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga," tuturnya.

Menurut Wali Kota, kehadiran becak listrik juga menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat. Modernisasi, kata dia, seharusnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat selama ini bekerja di sektor informal.

“Bapak-bapak pengemudi becak bukan hanya penerima bantuan. Bapak-bapak adalah bagian penting dari kehidupan Kota Cirebon. Dengan adanya becak listrik ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan modernisasi juga bisa hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo mengatakan, pemberian becak listrik tersebut merupakan bagian dari perhatian Bapak Presiden Prabowo terhadap para pengemudi becak usia lanjut.

Ia mengisahkan, gagasan becak listrik berawal dari keresahan Prabowo ketika melihat masih ada masyarakat usia yang harus bekerja keras menarik becak lanjut demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut Sudarwo, saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo kemudian meminta PT Len Industri (Persero) dan PT Pindad untuk merancang dan mengembangkan becak bertenaga baterai. Gagasan tersebut diarahkan agar para pengemudi becak, terutama yang sudah lanjut usia, tidak lagi harus mengeluarkan tenaga besar untuk mengayuh seperti pada becak konvensional.

“Dari keresahan itulah kemudian muncul ide membuat becak listrik. Harapannya, bapak-bapak yang sudah lanjut usia tetapi masih harus bekerja mencari nafkah bisa lebih ringan dalam menjalankan pekerjaannya,” kata Sudarwo.

Ia menyebutkan, hingga saat ini bantuan becak listrik tersebut telah didistribusikan lebih dari 7.000 unit di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Khusus di Kota Cirebon, sebanyak 200 unit diserahkan kepada para pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas.

“Pada hari ini kami mewakili Bapak Prabowo Subianto untuk menyerahkan langsung bantuan becak listrik gratis kepada bapak-bapak pejuang keluarga, para pengemudi becak yang berusia 60 tahun ke atas di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Hari ini ada 200 unit yang kami serahkan,” ujarnya.

Sudarwo berharap bantuan tersebut tidak hanya meringankan tenaga pengemudi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pendapatan harian mereka.

“Semoga bantuan ini bermanfaat, tidak hanya meringankan tenaga bapak-bapak pengemudi becak, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan harian dan membantu keluarga,” ujarnya.

Ia menilai, pemberian becak listrik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun bantuan tersebut perlu dilanjutkan dengan program pemberdayaan yang lebih luas dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.

“Bantuan becak listrik mungkin hanya salah satu bentuk intervensi. Yang terpenting adalah bagaimana pemberdayaan ekonomi dilakukan secara struktural, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudarwo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon, relawan, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan penyerahan bantuan.

Ia menyampaikan pesan kepada para penerima agar menggunakan dan merawat becak listrik tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, setiap penerima telah mendapatkan panduan mengenai penggunaan, pemeliharaan, serta tata cara pengisian baterai.

Untuk mendukung perawatan dan perbaikan, YGSN telah bekerja sama dengan produsen Viar. Para penerima dapat membawa becak listrik yang mengalami kerusakan ke bengkel Viar terdekat di Kota Cirebon untuk mendapatkan layanan perbaikan sesuai ketentuan program.

“Kami menaruh hormat kepada bapak-bapak yang meskipun sudah lanjut usia masih terus berjuang untuk keluarga. Kami memahami tentu tidak mudah. ​​Karena itu, mudah-mudahan bantuan ini setidaknya dapat meringankan tenaga bapak-bapak dalam bekerja,” ujar Sudarwo.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat membantu menyediakan sejumlah titik pengisian baterai di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau oleh pengemudi becak.

“Kami mohon dukungan Pemkot Cirebon agar di lokasi tertentu dapat menyediakan tempat pengisian baterai. Tidak perlu fasilitas yang besar, cukup beberapa titik stop kontak yang bisa digunakan para pengemudi untuk mengisi baterai secara gratis,” tutupnya.

( Ramadan )