stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas


JUARA Garuda Jaya saat menerima Juara 3. Foto Redaksi

 

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
- Perjuangan anak-anak SSB Garuda Jaya U12 di ajang Yooscout tingkat nasional 2026 patut mendapatkan apresiasi. Para peserta yang bertanding dalam laga tersebut adalah juara pertama Yooscout tingkat regional Cirebon tahun 2025, saat mereka berusia 11 tahun. 

Di kompetisi tingkat nasional, anak-anak dari Kabupaten Cirebon tampil impresif dan berhasil meraih posisi ketiga dalam pertandingan yang berlangsung di lapangan Nambo, Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pada babak penyisihan grup yang digelar Rabu (30/6), tim asuhan Tisna Mercedes dan Bangke Seporete berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan SSB Persebace Tangerang, Du'a FC Malang, dan SSB Bangunjiwo.

Pada babak perdelapan final, SSB yang berlokasi di Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon mampu mengalahkan FU F15A  milik mantan pemain Timnas, Firman Utina, melalui adu penalti dengan skor 5-3. Namun, di babak semifinal, SSB Garuda Jaya kalah tipis dari SSB Saraya BBsari dengan skor 1-0.

Kekalahan tersebut justru menjadi motivasi bagi anak-anak Garuda Jaya di pertandingan perebutan tempat ketiga yang digelar Jumat (3/7). Menghadapi Pasuruan United, Ezra dan rekan-rekannya bermain habis-habisan. Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh anak-anak tersebut. Pertandingan akhirnya berlanjut ke adu penalti dengan skor akhir 6-5 untuk kemenangan Garuda Jaya. Atas hasil tersebut, Garuda Jaya membawa pulang trofi juara ketiga Yooscout tingkat nasional.

Prestasi membanggakan ini memang patut diberikan apresiasi. Kerja keras dan kekompakan tim di lapangan terbayar dengan trofi juara ketiga. Anak-anak dari Kabupaten Cirebon berhasil menunjukkan kemampuan mereka di laga tingkat nasional melalui perjuangan yang menguras tenaga, pikiran, dan air mata. Selama empat hari di Kota Tangerang, sebagian dari mereka harus berpisah sementara dengan keluarga demi mengharumkan nama Garuda Jaya dan Kabupaten Cirebon.

Pelatih SSB Garuda Jaya U12, Tisna Mercedes, memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Ia mengungkapkan optimismenya sejak awal bahwa tim ini bisa menjadi juara. "Tim U12 ini berani diadu. Buktinya kita bisa sapu bersih di penyisihan grup hingga meraih juara ketiga. Ini adalah prestasi yang harus kita syukuri dan menjadi bahan evaluasi ke depan. Sekali lagi terima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang maksimal di laga nasional ini," ujarnya. 

Di sisi lain, Ketua SSB Garuda Jaya Kwerteddy "van persie" Aprilyawan menyampaikan terima kasih kepada manajemen, pelatih, pemain, dan orang tua atas dukungan mereka selama ini.


Koharrudin
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
FOTBER foto bersama usai pelantikan perangkat desa. Foto Dariman, A.Md
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Demi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pelayanan prima kepada masyarakat, telah dilaksanakan acara pelantikan serta pengambilan sumpah janji jabatan bagi unsur perangkat Desa Paniis. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Paniis, pada tanggal 2 Juli 2026.
 
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan. Bapak Sutija selaku Kepala Dusun Pon dan Bapak Bangbang Santosa selaku Kepala Dusun Kliwon. Acara berjalan khidmat dan tertib, dihadiri oleh unsur‑unsur utama wilayah: Kapolsek Pasawahan, Camat Pasawahan, Komandan Rayon Militer Pancalang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Paniis, Kepala Desa Paniis, tokoh‑tokoh masyarakat, pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, seluruh jajaran aparatur desa, serta warga masyarakat setempat.
 
Dalam sambutannya, Kepala Desa Paniis, Raski Baskara menjelaskan bahwa sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, tugas pokok dan fungsi Kepala Dusun meliputi empat bidang utama, yaitu: penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kehidupan kemasyarakatan, serta upaya pemberdayaan masyarakat.
 
SK Penyerahan Surat Keputusan kepada perangkat yang dilantik. Foto Dariman, A.Md
Dalam lingkup penyelenggaraan pemerintahan, Kepala Dusun membantu mengurus administrasi kependudukan seperti pencatatan kelahiran, kematian, mutasi penduduk, serta pengelolaan data wilayah dan batas lingkungan. Selain itu juga bertugas menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta menjamin keamanan dan ketenangan di lingkungan dusun masing‑masing.
 
Dalam bidang pembangunan, tugasnya meliputi pengawasan dan pengoordinasian pelaksanaan berbagai program pembangunan fisik maupun penyediaan fasilitas umum, guna menjamin kegiatan berjalan sesuai rencana, tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga. Pada sisi pembinaan kemasyarakatan, Kepala Dusun berperan sebagai penggerak agar masyarakat turut berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, memelihara kerukunan antarwarga, serta melaksanakan upaya perlindungan dan ketahanan masyarakat.
 
Sementara itu dalam tugas pemberdayaan masyarakat, Kepala Dusun berfungsi menyebarluaskan informasi dan sosialisasi kebijakan serta program pemerintah, menampung dan menyalurkan berbagai gagasan serta harapan warga kepada pihak berwenang, sekaligus membina dan mengembangkan lembaga kemasyarakatan yang ada seperti pengurus RT/RW, kelompok PKK, Karang Taruna dan kelompok kegiatan lainnya.
 
Dalam struktur organisasi Pemerintah Desa Paniis, Kepala Dusun merupakan unsur penting dan langsung bertugas mendampingi warga. Keberadaannya sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat, memahami secara langsung kondisi sosial, budaya, kebiasaan hingga permasalahan yang berkembang di wilayahnya. Berdasarkan Undang‑Undang Nomor 3 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas Undang‑Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kedudukan, fungsi dan tanggung jawab Kepala Dusun semakin dipertegas guna memperkuat sistem pemerintahan desa yang efektif, efisien, serta berlandaskan partisipasi masyarakat.
 
Sesuai pula Peraturan Bupati dan Peraturan Desa yang mengatur susunan organisasi dan tata kerja pemerintahan desa, Kepala Dusun merupakan bagian dari perangkat desa yang berada di bawah pembinaan serta bertanggung jawab langsung kepada Kepala Desa. Kedudukannya bukan sekadar pelaksana teknis tugas semata, melainkan juga pemimpin di tingkat wilayah sekaligus jembatan penghubung antara kebijakan pemerintah desa dengan harapan serta kebutuhan masyarakat.
 
HADIR para undangan yang hadir dalam acara tersebut. Foto Dariman, A.Md
Berdasarkan ketentuan Pasal 8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015, ditegaskan salah satu tugas pokok Kepala Dusun adalah melaksanakan pembinaan kemasyarakatan guna meningkatkan kemampuan serta kesadaran warga dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, ketenteraman, keamanan dan ketertiban umum. Hal ini bermakna bahwa Kepala Dusun tidak hanya mengurus administrasi, melainkan juga harus tampil sebagai pemimpin sosial, pembina kehidupan bermasyarakat, penggerak partisipasi, serta penyalur aspirasi yang andal.
 
Kepala Dusun merupakan tokoh sentral di tengah masyarakat. Ia bukan sekadar pelaksana perintah dari pimpinan desa, melainkan pemimpin yang memahami denyut nadi kehidupan sehari‑hari warganya. Sejalan semangat Undang‑Undang Nomor 3 Tahun 2024, diharapkan peran Kepala Dusun semakin kokoh dalam membina warga, menyelenggarakan pelayanan yang tanggap dan cepat, serta menggerakkan pembangunan berlandaskan semangat gotong royong.
 
Pemerintah Desa Paniis menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung peran aktif para Kepala Dusun sebagai mitra kerja utama dan strategis demi mewujudkan Desa Paniis yang tertib, maju, mandiri, amanah dan sejahtera bagi seluruh warganya.
 
(Dariman A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SATSET Wakil Bupati Kuningan dalam acara penerapan sistem satset. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Pemerintah Kabupaten Kuningan terus bergerak maju mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan, sebagai upaya utama meningkatkan kualitas, kemudahan dan kecepatan pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang kini sedang disiapkan dan dikembangkan adalah penerapan Sistem Informasi Administrasi dan Pelayanan Terintegrasi, yang disingkat menjadi SATSET. Melalui kehadiran sistem ini, berbagai jenis layanan administrasi yang dikelola di lingkungan Sekretariat Daerah akan diatur ulang agar berjalan lebih cepat, sederhana, mudah dipahami, tepat dan akurat, serta saling terhubung satu sama lain dalam satu kesatuan kerja yang rapi dan terpadu.
 
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Ibu Tuti Andriani, saat menghadiri dan membuka kegiatan rapat kerja mengenai penguatan dan optimalisasi pelayanan administrasi berbasis penerapan sistem SATSET. Pertemuan berlangsung pada hari Rabu, 1 Juli 2026, di Ruang Rapat Sang Adipati, lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, dan dihadiri pula oleh para pemimpin satuan kerja, pejabat terkait serta tim penyusun dan pengembang sistem.
 
Dalam pandangan dan penekanan yang disampaikan Wakil Bupati, keberadaan sistem SATSET bukan sekadar penambahan sarana atau program aplikasi baru belaka, melainkan merupakan bagian penting dari perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh jajaran pemerintahan. Tujuannya adalah membentuk tata kelola yang semakin efektif, efisien, terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, serta berorientasi sepenuhnya pada kepentingan dan kepuasan masyarakat selaku pengguna utama layanan publik.
 
“Bagi saya, sistem SATSET adalah langkah yang sangat tepat dan wajib segera dilaksanakan sepenuhnya. Alasannya sangat jelas: pelayanan publik haruslah berjalan cepat, hasilnya tepat dan akurat, prosesnya jelas serta dapat dipertanggungjawabkan kepada siapa saja. Saya memohon dukungan penuh serta kerja sama dari seluruh pemimpin, staf pelaksana maupun pihak‑pihak terkait lainnya, agar pelayanan administrasi di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan dapat berjalan semakin baik, semakin rapi, dan benar‑benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ibu Tuti Andriani.
 
Beliau menjelaskan pula manfaat yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat maupun aparatur setelah sistem ini berjalan penuh. Melalui SATSET, seluruh alur pelayanan administrasi akan menjadi lebih responsif dan tanggap terhadap kebutuhan pemohon, dengan tahapan yang lebih ringkas dan tidak berbelit‑belit. Hubungan kerja serta pertukaran data antar‑satuan kerja maupun antar‑bagian menjadi jauh lebih lancar dan terpadu tanpa terputus, pengelolaan berkas serta data kependudukan maupun administrasi tersimpan lebih rapi, aman dan mudah ditelusuri, serta akses informasi mengenai jenis persyaratan, prosedur, waktu penyelesaian dan biaya menjadi lebih terbuka, sederhana serta mudah dipelajari oleh masyarakat.
 
Guna menjamin penyusunan hingga penggunaan sistem berjalan teratur dan mencapai hasil yang maksimal, Pemerintah Kabupaten Kuningan kini sedang membentuk dan mengerahkan kelompok kerja khusus yang bertugas mengawal seluruh tahapan pelaksanaan secara berurutan dan terpadu. Mulai dari penyusunan persiapan dasar, pengembangan struktur dan fitur sistem, pengujian kinerja dan penyempurnaan kesalahan, penyebarluasan pengetahuan serta pelatihan bagi petugas maupun sosialisasi kepada masyarakat, hingga sampai ke tahap pelaksanaan dan pemakaian sepenuhnya di lapangan.
 
PIMPIN Wakil Bupati Kuningan saat memimpin rapat dinas. Foto Humas
“Anggota Satuan Tugas SATSET harus berperan sebagai tenaga penggerak utama sekaligus contoh teladan dalam penerapan sistem baru ini. Mulai dari tahap persiapan awal, pengembangan dan penyempurnaan isi sistem, pengujian cermat, sosialisasi hingga ke tingkat terendah, serta pelaksanaan nyata di lapangan. Jika seluruh pihak bergerak selaras dan bekerja sama sepenuhnya tanpa ada yang tertinggal, maka insya Allah rencana peluncuran resmi sistem SATSET pada bulan Agustus mendatang dapat terlaksana tepat waktu dan berjalan lancar, aman serta bermanfaat,” tegas Wakil Bupati Kuningan.
 
Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan dukungan penuh dan komitmen kuat terhadap inovasi tersebut, baik dari segi kebijakan, pembinaan tenaga kerja maupun penyediaan sarana pendukung yang diperlukan. Hal ini merupakan wujud nyata langkah maju dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang makin modern, rapi, berbasis teknologi informasi, serta berorientasi sepenuhnya pada kebutuhan masyarakat dan kepentingan umum.
 
Dengan rencana peluncuran resmi sistem SATSET pada bulan Agustus tahun berjalan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap tercipta pola pelayanan administrasi yang semakin cepat prosesnya, mudah diakses oleh siapa saja, sederhana prosedurnya, serta menjamin kepastian hukum dan ketepatan hasil bagi setiap masyarakat yang membutuhkan. Semangat ini selaras dengan arah kebijakan transformasi digital pemerintahan yang terus didorong agar pelayanan publik semakin dekat, nyaman dan bermanfaat bagi seluruh warga di wilayah Kabupaten Kuningan.
 
(Dariman A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
GENTING acara kegiatan gerakan anti stunting. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Setiap anak berhak sepenuhnya tumbuh dan berkembang dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, cerdas, lincah, serta memperoleh kesempatan yang sama seluas‑luasnya untuk menggapai cita‑cita dan masa depan yang gemilang. Namun pada kenyataannya, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi sebagian keluarga, terutama keterbatasan kemampuan ekonomi, sehingga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang serta syarat pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Di balik setiap angka kejadian stunting yang tercatat, tersimpan harapan besar yang wajib dijaga serta masa depan generasi muda yang harus diselamatkan dan diperjuangkan bersama.
 
Berlandaskan semangat kepedulian dan kebersamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau disingkat GENTING, untuk lingkup wilayah Kabupaten Kuningan pada Tahun 2026. Acara berlangsung di Ruang Ballroom Arya Kamuning pada hari Rabu, 1 Juli 2026, dan menjadi momentum penting guna memperkuat kerja sama serta kolaborasi lintas sektor dari seluruh lapisan masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui gerakan nyata berbasis kepedulian dan budaya gotong royong yang hidup di masyarakat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menegaskan kembali bahwa permasalahan stunting tidak dapat dipandang semata‑mata sebagai masalah kekurangan gizi saja, melainkan merupakan persoalan mendasar kemanusiaan yang berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Di antaranya meliputi tingkat kesejahteraan dan kemiskinan, pola pengasuhan dan pengetahuan ibu serta keluarga, kebersihan lingkungan tempat tinggal, ketersediaan air bersih layak, serta sarana sanitasi yang memadai. Oleh sebab itu, penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah semata, melainkan menuntut keterlibatan aktif, sinergi, dan dukungan nyata dari seluruh unsur serta komponen masyarakat yang ada.
 
ARAHAN Sekda Kabupaten Kuningan saat memeberikan arahan. Foto Humas
“Anak‑anak yang tumbuh dan berkembang saat ini adalah wajah nyata, kekuatan utama, serta penerus Kabupaten Kuningan di masa yang akan datang. Menyelamatkan mereka dari ancaman gangguan pertumbuhan dan stunting berarti kita sedang menyelamatkan masa depan daerah sekaligus masa depan bangsa dan negara secara keseluruhan,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan.
 
Lebih lanjut disampaikan pula, bahwa melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mengajak dan membuka peluang seluas‑luasnya bagi berbagai pihak untuk turut berperan serta menjadi bagian dari solusi. Sasaran ajakan ini meliputi seluruh Aparatur Sipil Negara, Badan Usaha Milik Negara maupun Daerah, kalangan dunia usaha dan pelaku ekonomi, lembaga perbankan, beragam organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat luas yang berkeinginan berbagi kepedulian.
 
Bentuk keikutsertaan dan kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, antara lain: penyediaan serta pemberian bantuan gizi yang cukup dan seimbang, pendampingan tumbuh kembang anak secara teratur dan berkelanjutan berkoordinasi bersama kader Pos Pelayanan Terpadu, serta dukungan yang bermanfaat guna meningkatkan kualitas hidup dan kemampuan keluarga sasaran dalam memenuhi kebutuhan dasar serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
 
Sekretaris Daerah juga memberikan arahan dan instruksi tegas kepada seluruh jajaran perangkat daerah serta para Camat di wilayah kerja masing‑masing, guna menjamin pelaksanaan program berjalan tepat aturan, tepat waktu, dan yang paling utama adalah tepat sasaran. Seluruh data penerima manfaat disusun dan dikelola secara rinci menurut prinsip “berdasarkan nama dan alamat yang jelas”, sehingga setiap bentuk bantuan maupun pendampingan benar‑benar sampai kepada pihak yang membutuhkan dan memberikan dampak nyata serta berkelanjutan dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kuningan.
 
“Selain itu, pihak‑pihak dari sektor swasta juga didorong dan diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai bentuk kontribusi nyata dan terencana dalam mendukung gerakan besar ini. Semakin banyak pihak yang bersedia melibatkan diri menjadi orang tua asuh bagi anak‑anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, semakin besar pula peluang bagi Kabupaten Kuningan untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter kuat serta memiliki daya saing tinggi di masa mendatang,” tambah beliau.
 
Gerakan bernama GENTING ini menjadi bukti nyata bahwa membangun dan mencetak generasi yang unggul dan berkualitas bukanlah tugas semata‑mata pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ketika semangat kepedulian hadir dan bergerak serentak dari berbagai lapisan masyarakat, maka harapan agar anak‑anak Kuningan dapat tumbuh sehat, kuat dan cerdas akan semakin nyata dan mudah dicapai.
 
Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap memegang keyakinan dan optimisme yang kuat: berkat semangat gotong royong yang tak pernah padam serta kerja sama erat lintas sektor dan lapisan masyarakat, sasaran percepatan penurunan angka stunting akan dapat tercapai sesuai rencana dan target yang ditetapkan. Sebab setiap uluran tangan dan bentuk dukungan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan merupakan bentuk investasi paling berharga dan mendasar bagi kemajuan, kesejahteraan serta masa depan Kabupaten Kuningan yang lebih baik.
 
(Dariman A. Md)
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
LEPAS saat acara pelepasan. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan menyelenggarakan acara pelepasan pegawai yang memasuki masa purnabakti serta pegawai yang menerima amanah alih tugas, pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan hangat di Aula Lapas Kelas IIA Kuningan, menjadi wujud nyata penghormatan organisasi atas kesetiaan, ketekunan, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.
 
Acara dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali. Turut hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas IIA Kuningan, para pejabat struktural, seluruh staf pelaksana, unsur regu pengamanan, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta Calon Pegawai Negeri Sipil guna mengikuti rangkaian kegiatan ini secara lengkap.
 
Dalam kesempatan tersebut, secara resmi dilepas tiga orang pegawai yang mendapat penugasan baru, yaitu Bayu Budhi Santoso, Iqbal Maulana, dan M. Fajar Rizki Alfianto. Selain itu, juga disampaikan penghormatan mendalam kepada Elpri Yunior Usman yang mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara setelah mengabdi lama dan bertanggung jawab menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha.
 
Rangkaian acara tersusun rapi dan berjalan tertib: dimulai dengan pembukaan resmi, dilanjutkan penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa memohon keberkahan dan keselamatan, penyampaian kesan serta pesan dari pegawai yang dilepas baik purnabakti maupun alih tugas, sambutan pimpinan, penyerahan tanda kenang‑kenangan, ucapan selamat dan doa keberhasilan, hingga ditutup dengan ramah‑tamah dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.
 
APRESIASI Kalapas bersama istri saat acara. Foto Humas
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi‑tingginya atas segala sumbangan pikiran, tenaga, serta keteladanan yang ditunjukkan selama masa pengabdian.
 
“Masa purnabakti bukanlah titik akhir pengabdian, melainkan babak baru kehidupan yang penuh keberkahan dan ketenangan. Demikian pula bagi rekan‑rekan yang melaksanakan alih tugas, semoga mampu membawa pengalaman dan sikap kerja baik yang telah terbina untuk terus berkarya dan berprestasi di tempat penugasan baru. Terima kasih atas kesetiaan, kedisiplinan, serta dedikasi yang terus ditunjukkan demi kemajuan Lapas Kelas IIA Kuningan. Semoga tali silaturahmi dan kebersamaan yang terjalin tetap terpelihara erat selamanya,” tegas Sukarno Ali.
 
Mewakili rekan‑rekan yang dialihkan tugas, Bayu Budhi Santoso menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas bimbingan serta dukungan yang diperoleh selama bertugas.
 
“Lapas Kelas IIA Kuningan telah menjadi tempat yang penuh kenangan, sarana pembelajaran berharga, serta rumah kedua yang hangat bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Kepala Lapas, seluruh jajaran pimpinan maupun rekan kerja atas bimbingan, kerja sama, dan kebersamaan yang terjalin baik selama ini. Mohon dukungan dan doa restu agar saya dapat mengemban amanah baru dengan sebaik‑baiknya, penuh tanggung jawab dan integritas. Semoga hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat dan Lapas Kelas IIA Kuningan senantiasa semakin maju dan kokoh dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan,” ujarnya.
 
Sementara itu, Elpri Yunior Usman menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh keluarga besar Lapas Kelas IIA Kuningan.
 
“Saya merasa bersyukur dapat menyelesaikan seluruh masa pengabdian di lingkungan yang penuh kebersamaan dan saling mendukung. Terima kasih kepada pimpinan, rekan‑rekan, serta seluruh unsur yang telah bekerja sama dengan baik. Banyak pelajaran dan kenangan berharga yang akan selalu saya simpan sebagai bekal kehidupan selanjutnya. Semoga semangat kerja sama tetap terjaga, kekompakan terus diperkuat, dan Lapas Kelas IIA Kuningan senantiasa maju pesat serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin prima dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya dengan penuh haru dan keikhlasan.
 
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan ingin terus menanamkan dan memperkuat semangat kekeluargaan, kebersamaan, serta budaya kerja yang profesional dan berintegritas di kalangan seluruh insan pemasyarakatan. Momen pelepasan ini menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang tulus akan selalu meninggalkan jejak positif dan nilai luhur yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi maupun pelayanan kepada masyarakat.
 
(Dariman A. Md)