stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KAPOLRESTA Cirebon saat konpres. Foto Humas 

Suara Semesta, 
Kabupaten Cirebon
Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas pengamanan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, SH,SIK,MH, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribu. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencana Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Sebelum Yogyakarta Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Didugaproduksi Mem Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka Sedang uang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, katanya.

Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berrupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

BARANG bukti yang diamankan. Foto Humas 

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribu, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Memunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribu Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribu yang berisi Logo Bank, Alat Sensor Inframerah, Handphone, dan lainnya

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau Pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar,” tutupnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

“Masyarakat kami mengimbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

“Kalau kita melihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

“Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorlag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai elemen pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

“Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optis variabel tinta,” ucap Himawan.

Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet.

“Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia.

Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya.

Editor: Koharrudin 
Sumber : Humas Polresta Cirebon 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
FOTO bersama usai pelantikan. Foto Suhadi

Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Bupati Cirebon melakukan pengambilan sumpah dan melantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan pemda Kabupaten Cirebon untuk yang kedua kalinya di tahun 2026, Selasa (17/03) bertempat di Pendopo Bupati Cirebon Jalan R.A Kartini. 

Pengambilan sumpah dan pelantikan dilaksanakan dari mulai jam 10.00 WIB sampai Jam 10.48 WIB yang diakhiri dengan jabat tangan dan memberikan ucapan selamat oleh Bupati Cirebon.

BUPATI Cirebon saat berikan sambutan pelantikan. Foto Suhadi 

Dalam pidatonya Bupati Imron berpesan" bahwasannya Jabatan yg diemban jadikanlah sebagai ladang ibadah dengan mengemban tugas sebaik-baiknya, ibadah bukan hanya sholat, puasa dan zakat tapi dengan melaksanakan tanggung jawab memajukan Kabupaten Cirebon.

Dengan mewujudkan Visi Misi Kabupaten Cirebon BerIman bersih, inovatif, agamis dan aman," jelas Imron.

Bupati juga berpesan kepada para pejabat Cirebon untuk jangan mempersulit masyarakat dalam pengurusan surat surat admistrasi, "Tangani dengan cepat sehingga masyarakat puas dengan kinerja kita," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Imron mengajak para Camat,dan pejabat Cirebon yang dilantik untuk bisa menggali potensi daerah karena tiap desa atau wilayah di Kabupaten Cirebon mempunyai potensi yang berbeda-beda dan berharap untuk bisa mengangkat potensi itu agar bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

Pewarta : Suhadi
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
UCAPKAN HUT PPNI di Puskesmas Tanjung. Foto Robby 

Suara Semesta, Kabupaten 
Brebes 
Perawat adalah garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan, dengan dedikasi, kepedulian, dan Profesionalisme, para perawat hadir memberikan pelayanan bagi masyarakat setiap hari.

Di momen hari Perawat Nasional, segenap pegawai Puskesmas Tanjung mengucapkan selamat hari jadi PPNI ke-52 Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perawat yang telah mengabdikan diri dengan tulus, semoga semangat pengabdian terus menguatkan Langkah untuk menghadirkan pelayanan Kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pada peringatan HUT PPNI ke-52 tahun 2026, Persatuan Perawat Nasional Indonesia mengangkat tema “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat” tema ini menegaskan bahwa perawat memiliki kontribusi penting bagi Kesehatan sekaligus pembangunan bangsa.

PARA perawat saat ucapkan dirgahayu PPNI. Foto Robby 

Semakin Profesional pelayanan Keperawatan, semakin besar pula dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Pembentukan HUT PPNI juga menjadi wadah memperkuat solideritas Profesi serta meningkatkan Kompetensi perawat di berbagai daerah.

Selain itu peran perawat juga terlibat langsung dalam perawatan pasien di fasilitas Kesehatan, mereka juga berpartisipasi dalam edukasi Kesehatan, pendampingan keluarga, serta kegiatan Promotif dan Preventif di Masyarakat.

 Terima kasih para perawat Indonesia, teruslah menjadi cahaya harapan bagi Kesehatan negeri.


 Kontributor : Robby Anggriawan
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih saat memberikan keterangan. Foto Humas

Suara Semesta, Jakarta
 
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mendesak instansi pendidikan segera menyinkronkan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun (PP TUNAS) dengan sistem pembelajaran untuk membentengi siswa dari dampak negatif algoritma digital mulai 28 Maret 2026.
Langkah ini krusial agar ekosistem pendidikan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan dalam literasi digital nasional.

Fikri menekankan bahwa implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) memerlukan kesiapan mental dan kompetensi tenaga pendidik.

Ia mengingatkan agar para guru tidak lagi menggunakan alasan perbedaan generasi atau gagap teknologi (gaptek) untuk menghindari tanggung jawab pengawasan aktivitas digital siswa.
"Jangan sampai kemudian dengan alasan 'saya orang kolonial, saya zaman dulu' gitu, jadi sudah bukan generasinya. Enggak bisa begitu sekarang karena harus semuanya dikenalkan, harus akrab, harus bisa beradaptasi,"kata Fikri, dalam keterangannya kepada Parlementaria, di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Politisi Fraksi PKS ini merinci tiga poin utama sinkronisasi yang harus dilakukan dunia Pendidikan. Yang pertama, kata Fikri, guru sebagai Fasilitator Literasi. Tenaga pendidik wajib mendapatkan pembekalan intensif mengenai keselamatan digital untuk membimbing siswa membedakan konten positif dan negatif.

Kemudian, yang kedua, kata Fikri, adalah revitalisasi Guru BK. Menurut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes) Ini, peran guru Bimbingan Konseling (BK) harus diperluas untuk menangani simulasi resolusi konflik digital dan perundungan siber (cyberbullying).

“Kemudian yang ketiga, adalah transformasi Siswa, mengubah pola pikir siswa dari sekadar konsumen pasif algoritma menjadi kreator konten yang beretika dan produktif,” kata Politisi Fraksi PKS ini.
Aturan teknis dalam Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 ini nantinya akan mewajibkan platform berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, Instagram, hingga Roblox untuk melakukan penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun secara bertahap.

Fikri menilai regulasi ini adalah bentuk kehadiran negara untuk menyeimbangkan kekuatan melawan miliaran baris kode algoritma yang dirancang menahan perhatian anak.

"Sekarang pemerintah hadir agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian menghadapi kekuatan algoritma," ujar Fikri mengutip pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital.

Ia menambahkan bahwa sekolah harus menjadi pusat konsultasi bagi siswa yang mengalami ancaman di ruang siber.

Meskipun kebijakan ini akan menutup "pintu depan" akses anak pada platform berisiko, Fikri mengingatkan bahwa literasi digital tetaplah senjata utama.

"Ekosistem digital ini bagaimana supaya aman, pemerintah sudah membuat regulasi. Sekolah dan guru harus menjadi fasilitator literasi yang mengintegrasikan keselamatan digital dalam pengawasan," pungkas mantan Kepala SMK di Tegal itu. 

Editor : Dariman. A. Md
Sumber : Humas DPR RI

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
BUPATI Kuningan diantara para awak media. Foto Dariman, A.Md

Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Kuningan Jawa Barat Menjelang akhir bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Kabupaten Kuningan pada Senin (16/03). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan para jurnalis.

Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Kuningan, Dian, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini turut berperan dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.

“Di pers jangan ada kelompok, semua sama. Ini adalah keguyuban,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal merintis karier di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, dirinya tidak pernah terlepas dari peran media dan insan pers yang selalu memberikan informasi, kritik, serta masukan konstruktif.

“Saya merintis karier di pemerintahan daerah Kabupaten Kuningan dan tidak pernah lepas dari insan pers. Saya dibesarkan oleh insan pers,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai pandangan, kritik, dan gagasan dari para jurnalis sering kali menjadi inspirasi yang kemudian melahirkan kebijakan-kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ada insan pers yang konstruktif, memberikan saran dan masukan kepada saya. Ada juga pemikiran-pemikiran yang keren sehingga menjadi sebuah kebijakan. Itu semua memberikan warna bagi saya,” katanya.

SEMBARI memberikan bingkisan kepada para insan pers. Foto Dariman, A.Md

Bupati Dian juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat hingga dirinya terpilih sebagai Bupati Kuningan tidak lepas dari dorongan dan peran media.

“Saya dipercaya sebagai Bupati Kuningan juga didorong oleh insan pers. Bagi saya, teman-teman pers yang kritis justru menjadi penguat dan bagian yang tidak terpisahkan dari kita semua,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia berharap hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan media terus diperkuat. Menurutnya, pers dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun optimisme masyarakat.

“Pers butuh pemerintah dan pemerintah juga butuh pers. Kita harus saling melengkapi untuk membangun optimisme masyarakat,” ujarnya.

Bupati Dian juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan Kabupaten Kuningan. Ia menilai berbagai perbaikan dan perubahan sudah mulai terlihat berdasarkan data yang ada saat ini.
“Saya yakin teman-teman pers tidak ingin Kabupaten Kuningan terlihat buruk. Dengan data yang valid, sebenarnya sudah banyak perbaikan dan perubahan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan berdiri industri baru di Kabupaten Kuningan yang diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
“Mohon doanya, tahun ini akan berdiri industri yang menyerap pekerja hingga ribuan orang. Mungkin ke depan anak cucu kita juga bisa bekerja di perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama membangun harapan dan menjaga keseimbangan informasi demi kemajuan daerah.
“Saya mohon dukungan dari insan pers. Ayo kita bangun keseimbangan dan harapan agar Kuningan semakin melejit. Bantu kami agar Kuningan semakin membaik,” tuturnya.

Menutup kegiatan silaturahmi tersebut, Bupati Dian atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Di penghujung Ramadan ini, kami atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah daerah memohon maaf lahir dan batin sebesar-besarnya. Semoga silaturahmi kita semakin erat,” pungkasnya.

Pewarta : Dariman. A. Md