 |
| GILING kegiatan WBP Lapas IIA Kuningan di pasar. Foto Humas |
Suara Semesta, Kabupaten KuninganLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui inovasi program unggulan bernama GILING – Giatja Keliling, kali ini tim Lapas Kuningan membawa berbagai hasil karya warga binaan untuk dipasarkan langsung di tengah masyarakat Pasar Tumaritis, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar wilayah Kabupaten Kuningan, sekaligus mempererat hubungan sinergis antara lembaga pemasyarakatan dengan masyarakat umum.
Kegiatan pemasaran keliling ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan, didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, serta sejumlah staf dari Seksi Kegiatan Kerja yang telah terlibat aktif dalam mendampingi proses pembinaan keterampilan dan budidaya warga binaan. Kehadiran tim di Pasar Tumaritis bukan sekadar menawarkan produk untuk dijual, melainkan membawa misi yang lebih besar: memperkenalkan secara langsung kepada masyarakat bahwa di balik dinding lembaga pemasyarakatan, terdapat warga binaan yang terus berusaha berubah, bekerja keras, dan menghasilkan karya yang layak dibanggakan, memiliki kualitas tinggi serta nilai jual yang kompetitif.
Program GILING sendiri dirancang khusus sebagai solusi atas keterbatasan akses pemasaran yang sering dihadapi oleh produk hasil pembinaan warga binaan. Dengan memanfaatkan mobil operasional yang telah disiapkan khusus sebagai sarana pemasaran bergerak, tim Lapas Kuningan dapat membawa produk unggulan ke berbagai titik keramaian, pasar tradisional, maupun pusat kegiatan masyarakat di wilayah Kuningan. Kegiatan di Pasar Tumaritis ini merupakan salah satu rangkaian perjalanan program GILING di tahun 2026, yang diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antar wilayah dalam mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan.
Pada kesempatan kali ini, mobil GILING membawa beragam produk hasil kerja keras dan keterampilan warga binaan yang telah melalui proses pembinaan dan pengawasan ketat. Produk-produk tersebut meliputi hasil budidaya pertanian yang segar dan berkualitas tinggi, yaitu sebanyak 55 buah selada bokor yang ditanam dengan sistem pertanian organik di lahan lingkungan Lapas Kuningan, 16 buah melon yang dipanen saat tingkat kematangan sempurna, serta 25 buah pepaya yang manis dan sehat. Selain produk pertanian, juga tersedia 5 buah peci buatan tangan yang dikerjakan dengan teliti dan penuh ketekunan sebagai hasil pembinaan keterampilan kerajinan tangan. Seluruh produk ini bukan hasil beli dari luar, melainkan seluruhnya dikerjakan, ditanam, dan dirawat secara berkelanjutan oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pengawasan ketat para pembina di Lapas Kelas IIA Kuningan, mulai dari tahap persiapan, proses pembuatan atau penanaman, hingga pengemasan yang rapi dan higienis.
 |
| MEMBELI masyarakat membeli hasil panen dalam kegiatan GILING. Foto Humas |
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Program GILING merupakan wujud nyata upaya lembaga dalam memecahkan tantangan utama yang dihadapi dalam program kemandirian, yaitu terbatasnya akses untuk memperkenalkan dan memasarkan produk warga binaan kepada masyarakat luas. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki warga binaan tidak akan memiliki arti maksimal jika tidak diiringi dengan kesempatan untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada orang banyak dan mendapatkan apresiasi berupa nilai ekonomi yang layak.
"Program GILING ini adalah jembatan yang kami bangun antara warga binaan dengan masyarakat. Selama ini banyak yang belum tahu bahwa di Lapas Kuningan, kami tidak hanya melakukan pembinaan karakter dan kepatuhan aturan, tetapi juga melatih berbagai keterampilan produktif yang bermanfaat. Melalui kegiatan keliling ini, kami ingin menghilangkan pandangan negatif bahwa warga binaan hanya sebagai beban, melainkan mereka adalah manusia yang berpotensi, mampu berkarya, dan siap berkontribusi jika diberi kesempatan. Kami berharap produk-produk yang ditawarkan tidak hanya dinilai dari harga jualnya, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan yang kami laksanakan berhasil membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian pada diri setiap warga binaan. Ke depannya, keterampilan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat kembali bermasyarakat nanti," ujar Sukarno Ali dengan penuh harap.
Sementara itu, antusiasme masyarakat Pasar Tumaritis dan pengunjung pasar lainnya yang melihat kehadiran mobil GILING sangatlah tinggi. Banyak warga yang mendatangi lokasi, menanyakan asal usul produk, hingga memuji kesegaran dan kualitas barang yang ditawarkan. Produk pertanian seperti selada bokor, melon, dan pepaya menjadi yang paling diminati karena dinilai masih segar, bebas bahan kimia berbahaya, serta harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Tidak sedikit pula warga yang bertanya tentang proses pembuatannya, hingga memberikan dukungan dan apresiasi kepada warga binaan yang telah bekerja keras menghasilkan karya tersebut.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kuningan menyampaikan bahwa respons positif yang datang dari masyarakat menjadi dorongan semangat yang luar biasa bagi seluruh tim pembina maupun warga binaan. Setiap senyum, pujian, dan dukungan yang diberikan masyarakat menjadi bukti bahwa masyarakat menerima dan mendukung upaya pemulihan serta pembinaan warga binaan.
"Kami sangat terharu dan bangga melihat antusiasme warga. Banyak yang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga ingin memberikan dukungan moral kepada warga binaan. Hal ini tentu menjadi motivasi terbesar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk, menambah variasi jenis barang yang dihasilkan, serta memperluas jangkauan Program GILING ke lebih banyak tempat lagi di wilayah Kuningan, Cirebon, maupun daerah lain. Keberhasilan pemasaran ini juga akan berdampak langsung pada keberlangsungan program pembinaan, karena hasil penjualan akan digunakan untuk pengembangan usaha warga binaan, perbaikan sarana produksi, serta tabungan persiapan kemandirian mereka saat bebas nanti. Semakin dikenal produknya, semakin besar pula peluang bagi warga binaan untuk mandiri secara ekonomi," ungkap beliau.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pembinaan pemasyarakatan. Dukungan masyarakat baik melalui pembelian produk maupun memberikan kesempatan kerja bagi warga binaan yang telah bebas merupakan bentuk dukungan nyata agar mereka dapat berintegrasi kembali dengan baik dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Ke depannya, Program GILING dijadwalkan akan kembali berkeliling ke berbagai pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, hingga wilayah sekitar seperti Indramayu dan Majalengka. Lapas Kelas IIA Kuningan juga berencana untuk menambah jenis produk yang ditawarkan, antara lain hasil kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk budidaya perikanan yang juga sedang dikembangkan oleh warga binaan.
Dengan demikian, diharapkan Program GILING dapat terus menjadi sarana promosi yang efektif, meningkatkan daya saing produk karya warga binaan, serta mewujudkan visi pembinaan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan diterima baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dariman. A. Md