stop

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KETAT penyaringan alokasi anggaran diperketat. Foto Humas
Suara Semesta, Cilacap
Pemerintah Kabupaten Cilacap akan menerapkan penyaringan dan pengalokasian yang jauh lebih ketat terhadap dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kebijakan ini diambil guna memfokuskan penggunaan anggaran pada perbaikan sarana dan prasarana fisik kedinasan, serta pembenahan fasilitas layanan publik yang kondisinya dinilai sudah sangat membutuhkan penanganan yang serius.
 
Keputusan strategis ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) para pejabat pemerintah daerah di wilayah Kecamatan Cilacap Utara, pada Senin (25/5/2026).
 
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, didampingi para Asisten Daerah, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari unit pelayanan kesehatan, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, dan seluruh jajaran struktural maupun fungsional yang bertugas di Kecamatan Cilacap Utara.
 
“Selanjutnya, Pemkab Cilacap akan mengutamakan pembangunan fisik guna menjaga marwah dan kenyamanan pelayanan daerah. Anggaran untuk hibah akan dikurangi dan diseleksi dengan ketat, mengingat sarana infrastruktur pendukung pelayanan publik saat ini memerlukan perbaikan yang mendesak dan membutuhkan biaya besar,” tegas Ammy.
 
SERIUS peserta rapat tampak serius mengikuti kegiatan. Foto Humas 
Dalam pertemuan tersebut, isu reformasi birokrasi serta penegakan integritas aparatur sipil negara juga menjadi bahasan utama yang mendapat perhatian khusus. Ammy meminta agar evaluasi kinerja seluruh jajaran dilakukan secara obyektif dan transparan, demi memastikan pelayanan publik berjalan akuntabel, bersih, serta bebas dari segala bentuk praktik korupsi.
 
Terkait rencana kebijakan pemerintah pusat yang akan dikenakan sanksi pelanggaran pelanggaran pengelolaan persampahan mulai bulan Agustus mendatang, Ammy pemberitahuan kepada Camat untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap guna persiapan teknis.
 
“Termasuk di dalamnya penataan estetika dan penertiban pedagang kecil serta UMKM yang berada di lingkungan depan kantor kecamatan, agar kebersihan, perkantoran, dan keindahan kota tetap terjaga dengan baik,” ujarnya dengan tegas.
 
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Cilacap, Annisa Fabriana, menjelaskan rincian struktur keuangan daerah. Postur APBD Cilacap Tahun 2026 yang mencapai Rp 3,8 triliun ternyata masih sangat didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,7 triliun. Sementara kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai sekitar Rp 1,1 triliun.
 
“Kondisi ini menunjukkan ketergantungan yang cukup tinggi terhadap alokasi dana pusat, sehingga ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas. Jika saja ada sedikit pengurangan dari pusat, kita akan langsung kesulitan dan kelimpungan dalam menutup kebutuhan anggaran,” jelas Annisa.
 
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Badan Pendapatan Daerah berkomitmen untuk memfokuskan rencana anggaran tahun 2027 mendatang secara penuh pada pembenahan sarana prasarana fisik. Di saat yang sama, prosedur pemberian dana hibah akan diperketat kembali.
 
“Kita juga terus berupaya meningkatkan besaran PAD dari berbagai sumber yang tidak memberatkan masyarakat, misalnya dengan mengoptimalkan berbagai peluang pendapatan dari sektor retribusi yang selama ini belum digali secara maksimal,” tambahnya.
 
Selain pembenahan infrastruktur, rapat koordinasi juga membahas sejumlah strategi program daerah lainnya. Pemkab Cilacap mendorong luasnya replikasi program unggulan “Ruang Bersama Indonesia” hingga tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan setelah keberhasilan peluncuran proyek percontohan nasional di wilayah Cilacap Tengah yang diresmikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
 
Program tersebut nantinya akan dibahas melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelibatan aktif kaum perempuan dalam Musrenbang, penyediaan unit layanan pengaduan kasus kekerasan di lingkungan posyandu, penguatan peran perempuan di sektor ekonomi produktif, hingga pembangunan taman bermain ramah anak yang dilengkapi fasilitas edukasi literasi dan numerasi.



Pewarta : Dariman. A. Md

Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
TANDING Boxing Fight Saturday and Sunday saat penyerahan piala. Foto Riyati 
Suara Semesta,  Slawi
 
Boxing Fight Saturday and Sunday digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tahun 2026. 

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 ini disponsori dan diketuai oleh Ronal Febico.

Dari Ketua Panitia Amin, disampaikan bahwa ajang pertandingan tinju yang berlangsung di halaman Coworking Trasa Slawi, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mendapat antusiasme tinggi dari para atlet muda maupun masyarakat.
Sebanyak 86 petinju resmi terdaftar untuk mengikuti pertandingan.

 Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tegal ke-425 sekaligus sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat olahraga tinju di Kabupaten Tegal.

LAGA Para peserta yang akan berlaga di boxing. Foto Riyati 
Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas ring.

 Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, event ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet tinju berbakat yang dapat berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penonton yang memenuhi arena pertandingan di halaman Coworking Trasa Slawi.
Untuk hasil pertandingan, gelar Juara Umum berhasil diraih oleh Sasana Bara Boxing asal Cirebon.

 Sementara kontingen Tegal berhasil meraih Juara Harapan 1 sebagai bagian dari persiapan menghadapi event dan ekspedisi.


Pewarta : Riyati Kaperwil 
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KEBERSAMAAN Wakil bupati Kuningan saat bersama warga untuk bersih bersih. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur. Pada hari Minggu (24/5/2026), berlangsung kegiatan gotong royong besar-besaran dalam rangka pembersihan kawasan Balong Girang Cigugur. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn, yang hadir mewakili Bupati Kuningan.
 
Aksi bersih-bersih ini digagas atas inisiatif panitia setempat yang berkolaborasi dengan masyarakat luas, sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya pelindungan habitat ikan khas daerah yang bernama Kancra Bodas atau lebih dikenal masyarakat sebagai Ikan Dewa.
 
Turut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah unsur pimpinan dari tingkat kecamatan, kelurahan, ketua RT dan RW, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), berbagai komunitas peduli lingkungan, serta ratusan warga yang antusias turun langsung ke lokasi. Bersama-sama, mereka bekerja menguras kolam, membersihkan endapan lumpur, serta membuang berbagai puing atau sampah yang ada di sekitar area balong.
 
Camat Cigugur, Yono Rahmansah, S.STP., memberikan laporan bahwa kondisi Balong Girang saat ini perlahan namun pasti mulai pulih kembali. Hal ini menjadi titik terang pasca musibah kematian massal ribuan ekor ikan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Diperkirakan sekitar 1.200 ekor ikan menjadi korban dalam peristiwa yang sempat membuat khawatir masyarakat tersebut.
 
"Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan pulih kembali. Walaupun kita tahu bersama bahwa sebelumnya ada sekitar 1.200-an ekor ikan yang mati, namun insyaallah dengan berbagai langkah pemulihan dan kerja sama yang kita lakukan sekarang, ekosistem di sini akan kembali seperti semula. Keberadaan balong ini harus tetap menjadi ciri khas yang membanggakan bagi masyarakat Cigugur," ungkap Yono. 
GOTONG ROYONG Warga bersama sama membersihkan kolam air. Foto Humas
Menurutnya, Balong Girang memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kolam penampungan air biasa. Tempat ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi serta memiliki ikatan batin yang sangat kuat di hati masyarakat Cigugur. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu menjaga keberadaan ikon daerah ini agar tetap lestari.
 
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan gotong royong ini sengaja dilaksanakan menjelang digelarnya tradisi besar Seren Taun yang akan segera berlangsung. Selain bertujuan membersihkan dan memulihkan fungsi kolam, ke depannya kawasan ini juga direncanakan akan ditata ulang agar tampil lebih asri, indah, dan nyaman, sehingga dapat kembali menjadi destinasi wisata andalan yang layak dikunjungi masyarakat luas.
 
Sementara itu, dalam kesempatannya, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang berhalangan hadir secara langsung karena harus menyelesaikan agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan.
 
Wabup Tuti kemudian membacakan sambutan resmi dari Bupati Kuningan. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Balong Girang Cigugur bukan sekadar kawasan perairan biasa, melainkan tempat yang memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, sekaligus nilai ekologis yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan lokasi tersebut merupakan habitat asli dari Kancra Bodas atau Ikan Dewa yang menjadi kebanggaan dan ciri khas Kabupaten Kuningan.
 
"Balong Girang Cigugur bukan hanya sekadar kolam atau sumber mata air, tetapi tempat ini menyimpan nilai sejarah, nilai budaya, nilai spiritual, sekaligus nilai ekologis yang sangat tinggi bagi kita semua," demikian bunyi kutipan sambutan Bupati.
 
Bupati juga mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah matinya ratusan hingga ribuan Ikan Dewa yang terjadi beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak boleh berhenti.
 
"Hari ini, saya merasa sangat bangga melihat masyarakat Cigugur begitu kompak dan bersatu padu turun langsung menguras kolam, membersihkan lumpur, hingga menata susunan batu di sekitarnya. Inilah kekuatan sesungguhnya yang dimiliki oleh masyarakat Kuningan, yaitu kekuatan gotong royong," lanjut isi sambutan tersebut.
 
Dalam pesan yang disampaikan, Bupati menegaskan kembali bahwa upaya menjaga kelestarian Balong Girang dan melindungi habitat Ikan Dewa bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali.
 
"Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kehidupan kita. Jika kita menjaga mata air dengan sebaik-baiknya, maka mata air itu pula yang akan menjamin kehidupan generasi-generasi penerus kita kelak," pesan Bupati yang dibacakan oleh Wabup.
 
Tidak hanya nilai sejarah dan budaya, Bupati pun mengenang masa kecilnya yang memiliki kenangan manis bersama Balong Cigugur. Menurutnya, kawasan ini memiliki tempat khusus di hatinya karena dahulu kala, saat masih bersekolah, Balong Cigugur adalah tempat ia sering bermain dan berenang bersama teman-temannya.
 
Di akhir sambutan, Bupati Kuningan melalui Wakil Bupati secara resmi membuka kegiatan gotong royong pembersihan Balong Girang Cigugur ini. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan tumbuh menjadi gerakan bersama yang terus-menerus dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi Ikan Dewa sebagai warisan berharga yang tak ternilai dari Kabupaten Kuningan. 


Pewarta : Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
KAMPUNG KB Bupati Kuningan secara resmi meresmikan keberadaan Tugu Kampung KB. Foto Humas
Suara Semesta, Kabupaten Kuningan
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, secara resmi meresmikan keberadaan Tugu Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Sangga Buana yang berlokasi di Kelurahan Cijoho. Acara peresmian yang berlangsung pada hari Minggu (24/5/2026) ini bertempat di Kompleks Situ Sangga Buana dan ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti. Momen ini menjadi tonggak penting dalam penguatan program Kampung KB, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai pendekatan, mulai dari pembangunan keluarga, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi warga.
 
Turut hadir menyaksikan peresmian tersebut adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, serta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan para tokoh masyarakat setempat.
 
Peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran Kampung KB sebagai wadah peningkatan kesejahteraan. Program ini mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam kehidupan warga, meliputi pembangunan karakter keluarga, pemberdayaan sosial masyarakat, pemenuhan ketahanan pangan, pelestarian kesehatan lingkungan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
 
Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Rusyadi, dalam laporannya mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan Tugu Kampung KB Sangga Buana. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini sepenuhnya dikerjakan atas dasar inisiatif dan swadaya masyarakat, yang digerakkan oleh semangat gotong royong yang kental. Menurutnya, berdirinya tugu ini menjadi simbol nyata kebersamaan warga dalam membangun lingkungan tempat tinggal agar lebih tertata, sehat, dan produktif.
 
Lebih lanjut Dedi menjelaskan, Kampung KB Sangga Buana kini terus berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat yang berbasis pada kekuatan keluarga. Beragam program telah dijalankan secara kolaboratif dan terpadu, antara lain penguatan 10 Program Pokok PKK, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembinaan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta program edukasi keluarga dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
 
Selain itu, berbagai upaya terpadu juga terus dilakukan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor. Hal ini mencakup dukungan terhadap program prioritas daerah seperti pencegahan stunting dan berbagai inisiatif lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas keluarga.
 
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh warga Kelurahan Cijoho. Ia memuji semangat gotong royong dan kekompakan yang telah berhasil mengubah wajah kawasan Situ Sangga Buana menjadi lingkungan yang produktif, asri, dan memiliki nilai manfaat besar bagi warga sekitar.
 
Bupati menjelaskan bahwa Program Kampung Keluarga Berkualitas merupakan program prioritas nasional yang terus diperkuat implementasinya oleh pemerintah, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.
 
“Hari ini kita menyaksikan sebuah aksi nyata yang membanggakan. Kawasan yang sebelumnya kurang terawat dan kurang produktif, kini berhasil disulap menjadi kawasan yang hidup, tertata indah, dan sangat produktif semata-mata berkat kekompakan dan kerja keras masyarakat,” ujar Bupati Dian.
 
Menurut beliau, berdirinya Tugu Kampung KB ini tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik semata, melainkan menjadi simbol dari semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta komitmen tinggi masyarakat dalam membangun wilayahnya secara mandiri dan berkelanjutan.
 
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Kelurahan Cijoho. Pembangunan yang lahir dari swadaya murni masyarakat ini adalah bukti nyata bahwa ketika masyarakat bersatu dan kompak, maka tantangan seberat apa pun bisa diselesaikan dan hal-hal besar pun dapat diwujudkan bersama,” tegasnya. 
INOVASI Bupati juga mengapresiasi beragam inovasi. Foto Humas
Bupati juga mengapresiasi beragam inovasi cerdas yang dikembangkan oleh masyarakat di kawasan Situ Sangga Buana. Mulai dari penataan taman Kampung KB yang asri dan indah, hingga pengembangan kelompok budidaya ikan atau Pokdakan yang menjadi tulang punggung dalam upaya pemberdayaan ekonomi warga sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
 
Ia menegaskan bahwa keberadaan Kampung KB memiliki peran strategis dan sangat penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi keluarga, penciptaan inovasi yang berkelanjutan, serta pembangunan lingkungan hidup yang sehat, bersih, dan berkualitas.
 
“Konsepnya sederhana namun bermakna dalam. Ini bukan hanya soal membangun kawasan atau memperindah tempat, tetapi bagaimana kita mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, produktif, dan secara langsung mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyoroti rekam jejak prestasi yang membanggakan dari Kabupaten Kuningan dalam pengembangan program Kampung KB di tingkat Provinsi Jawa Barat. Berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan telah banyak meraih penghargaan dan ditetapkan sebagai lokasi percontohan atau rujukan dalam pengembangan Kampung KB bagi daerah lain.
 
Tidak hanya itu, di tahun 2026 ini pun Kabupaten Kuningan kembali mengukir prestasi di tingkat provinsi berkat inovasi unggulannya bernama Tasunting (Taman Sehat Cegah Stunting). Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam membangun kualitas keluarga dan mempersiapkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan tangguh.
 
Bupati berharap, keberhasilan serta semangat kerja keras yang ditunjukkan oleh masyarakat Kelurahan Cijoho dapat terus dipelihara, dijaga, dan dikembangkan lebih jauh. Ia menginginkan keberhasilan di Cijoho ini mampu menjadi teladan dan contoh inspiratif bagi wilayah-wilayah lain di seluruh Kabupaten Kuningan.
 
“Perubahan besar dan kemajuan selalu bermula dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dengan penuh kesungguhan. Oleh karena itu, saya titipkan pesan ini kepada seluruh warga: teruslah jaga kekompakan, rawat semangat gotong royong, dan jangan pernah berhenti berinovasi demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan keluarga kita,” pesannya.
 
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan prosesi penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian resmi Tugu Kampung KB Sangga Buana. Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke kawasan Situ Sangga Buana, Saung Sawala yang menjadi tempat berkumpul warga, area budidaya ikan, hingga stan pameran berbagai produk unggulan UMKM karya kreatif masyarakat Kelurahan Cijoho.
 
Seluruh jalannya kegiatan diwarnai dengan suasana penuh kebersamaan dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat yang hadir. Kehadiran Kampung KB Sangga Buana ini diharapkan dapat terus berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang efektif, sekaligus menjadi penggerak utama lahirnya lingkungan yang sehat, mandiri, dan berkualitas di Kabupaten Kuningan. 


Pewarta : Dariman. A. Md
Suara Semesta Jangkau Komunikasi Luas Tanpa Batas
SEMANGAT Bupati Cirebon saat menyaksikan sepakbola. Foto Dariman, A. Md
Suara Semesta, Kabupaten Cirebon
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon sukses menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan penentuan gelar juara antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Bertempat di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) sore tersebut mengubah wajah stadion kebanggaan warga Cirebon menjadi lautan biru yang sangat megah dan penuh semangat.
 
Ribuan Bobotoh memadati tribun penonton hingga ke pinggir area lapangan, semua mata tertuju pada layar raksasa yang terpasang khusus. Suasana yang tercipta begitu hidup dan bergemuruh, persis seperti saat pertandingan berlangsung secara langsung di kandang Persib, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
 
Api semangat dan antusiasme pendukung Maung Bandung di Cirebon ternyata masih tetap membara hebat. Sepanjang jalannya pertandingan, sorak sorai, nyanyian dukungan, hingga teriakan yakin "Juara! Juara!" terus menggema memecah suasana sore itu, mengiringi laga yang berlangsung penuh gengsi dan tensi tinggi.
 
Kegiatan nobar ini merupakan hasil kerja sama antara komunitas Bobotoh Cirebon, KONI Kabupaten Cirebon, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Acara ini sukses menyedot perhatian masyarakat, tidak hanya dari Cirebon saja, tetapi juga yang datang dari berbagai wilayah di kawasan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Tribun stadion tampak seragam dengan warna biru dari jersey kebesaran Persib, sementara bendera dan syal terus dikibarkan setiap kali tim kesayangan mereka melancarkan serangan ke pertahanan lawan.
 
Sejak wasit membunyikan peluit awal, atmosfer di dalam stadion langsung terasa panas dan mendebarkan. Setiap kali Persib mendapatkan peluang, riuh tepuk tangan dan teriakan histeris langsung meledak dari ribuan penonton. Sebaliknya, saat Persijap mencoba memberikan tekanan balik, suasana seketika berubah hening dan dipenuhi rasa cemas yang menegangkan.
 
Momen demi momen yang berjalan di layar raksasa seolah menyatukan satu rasa dalam ribuan hati Bobotoh yang hadir. Tak sedikit dari mereka yang memilih berdiri sepanjang 90 menit pertandingan demi memberikan dukungan maksimal tanpa jeda kepada para pemain.
 
Di tengah euforia yang melanda stadion, terlihat Rudi, seorang Bobotoh yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Weru. Ia tampak larut dalam nyanyian-nyanyian kebanggaan bersama ribuan suporter lainnya. Ia mengaku rela meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir demi merasakan langsung atmosfer pertandingan penentu di musim ini.
 
"Walaupun kita tidak berada langsung di GBLA, suasananya di sini tetap luar biasa. Saya rela datang ke sini hanya untuk satu tujuan, yaitu mendukung Persib sampai akhir," ujar Rudi dengan mata berbinar penuh semangat.
 
Menurutnya, menonton bersama ribuan orang di stadion memberikan pengalaman yang jauh berbeda jika dibandingkan menonton sendirian di rumah maupun berkumpul di kafe-kafe. Gemuruh dukungan yang berpadu satu sama lain membuat rasa kebersamaan itu begitu kuat.
 
"Jujur saja saya tidak kebagian tiket ke Bandung. Tapi dengan nobar di stadion seperti ini, rasanya sama saja seperti menonton langsung di lokasi pertandingan. Serunya dapat, emosinya dapat, semuanya terasa lengkap di sini," tambahnya.
 
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Bobotoh dan masyarakat yang hadir. Ia mengaku bangga karena di tengah kerumunan massa yang sangat besar, ketertiban dan keamanan tetap terjaga dengan baik.
 
"Saya sangat mengapresiasi kedewasaan Bobotoh dan masyarakat yang hadir hari ini. Meskipun penuh semangat, mereka mampu menjaga kondusivitas dan ketertiban selama kegiatan berlangsung," ujar Agus. 
BARENG Bupati dan Wakil Bupati Cirebon saat bareng dalam menonton persib. Foto Dariman, A.Md
Ia juga menilai kegiatan ini memiliki makna positif, menjadi wadah bagi para pecinta sepak bola untuk berkumpul, bersatu, dan menikmati pertandingan bersama-sama. "Alhamdulillah, acara berjalan sangat lancar dari awal hingga selesai. Bobotoh dan masyarakat juga sangat tertib, ini membuktikan bahwa kita bisa bersenang-senang dengan cara yang berbudaya," tuturnya.
 
Kehadiran masyarakat dan Bobotoh juga diikuti oleh Bupati Cirebon, Imron, yang tampak duduk dan membaur langsung di tengah warga. Menurutnya, pemilihan lokasi di Stadion Watubelah sengaja dilakukan untuk menghadirkan suasana yang lebih meriah, hidup, sekaligus menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
 
"Kita sengaja menggelar nobar di stadion supaya suasananya benar-benar terasa seperti menonton langsung. Selain untuk mendukung tim kebanggaan, ini juga menjadi ajang silaturahmi yang menyenangkan bagi masyarakat pecinta sepak bola," ungkap Bupati Imron.
 
Tak dapat dipungkiri, Bupati pun ikut terbawa suasana mendebarkan pertandingan tersebut. Beberapa kali ia terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil berteriak menyemangati saat Persib berhasil menciptakan peluang berbahaya ke gawang lawan.
 
"Tadi saya juga ikut berteriak-teriak sama seperti yang lain setiap kali Persib punya peluang cetak gol. Emosinya memang tidak bisa ditahan," katanya sambil tersenyum lebar.
 
Meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0, hasil tersebut ternyata sudah cukup dan menjadi penentu. Angka itu memastikan Persib Bandung keluar sebagai juara BRI Super League musim 2025/2026. Prestasi ini sekaligus mencatatkan sejarah manis bagi Maung Bandung yang sukses meraih gelar juara secara hat-trick atau tiga musim berturut-turut.
 
Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, Stadion Watubelah seketika bergemuruh luar biasa. Ribuan Bobotoh serentak bersorak kegirangan, bernyanyi lagu-lagu kemenangan, menyalakan kembang api atau flare, hingga saling berpelukan satu sama lain merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka kembali mengangkat trofi juara. 


Pewarta : Dariman. A. Md