Suara Semesta (Cirebon) - Yudha Irwansyah Kepala Desa Ciledug Tengah beserta masyarakat yang menjadi peserta Studi Banding Pengolahan Sampah, ke TPA BLE (tempat pengolahan akhir berbasis lingkungan dan edukasi) sebanyak 42 peserta, yang bertempat di Wlahar Wetan Kalibagor Banyumas Jawa Tengah. Sabtu, 11 Mei 2024
TPA BLE mampu menampung sampah 100 ton/hari dengan konsep memproses residu sampah yang berasal dari TPS 3R, TPST atau PDU yang ada di Banyumas. Residu sampah yang masuk langsung secara otomatis dicacah dan dipilah, kemudian hasil pilahan diproses lebih lanjut untuk dimanfaatkan.
Sampah organik kita olah menjadi kompos dan dibagikan kepada para petani sebagai bantuan pupuk, sedangkan untuk sampah non organik akan diolah dan dicetak misalnya dalam bentuk paving atau genting plastik. terangnya Edi Kepala Balai TPA BLE.
Bahan-bahan hasil olahan TPA BLE Banyumas akan didistribusikan ke beberapa perusahaan seperti PT SBI, Perusahaan Greenprosa, Pabrik Plastik, dan PLTU Cilacap. Dalam sehari, TPA BLE Banyumas berhasil mengirim RDF ke pabrik semen di Cilacap sebanyak 40 ton. Tak hanya itu, TPA BLE Banyumas juga mengirimkan olahan plastik murni ke perusahaan pembuat paving plastik. Tutupnya edi.
Yudha Irwansyah Kuwu Desa Ciledug Tengah dengan berjalan kaki, berkeliling di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE). TPA BLE bukanlah bermetode landfill atau TPA terbuka, TPA BLE merupakan tempat pengolahan akhir residu.
Yudha berkeliling mulai dari tempat residu masuk. Kemudian dipilah antara sampah organik dan anorganik. Di TPA BLE juga ada lokasi budi daya magot yang menjadi solusi pengolahan sampah organik. Lalu, ada juga pabrik plastik. Di lokasi setempat plastik-plastik ada yang masuk proses pirolisis, namun ada pula diproses menjadi refused derived fuel (RDF).
Yudha Setelah melihat cara penanganan sampah di TPA BLE Banyumas, serta mengkaji TPA BLE beliau akan mewujudkan adanya penyediaan tempat pengolahan akhir sampah mandiri (TPASM) tidak dilihat hanya secara pembangunan fisik saja tetapi juga untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat desa.tutupnya
( Dariman )
Post A Comment:
0 comments: