Suara Semesta (Cirebon) - Akhirnya Dewan Pimpinan Anak Cabang Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon resmi dilantik oleh Ketua DPC PSIB Kabupaten Cirebon MARWAH, S.ST., M.M (11/5) di Aula Kantor Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon yang dihadiri Perwakilan Camat Weru, yaitu Sekmat IIP Ma`rifah, S.Sos., M.Si., Babinmas Babinsyah, dan Kuwu Setu Kulon masing-masing memberikan sambutan, intinya jalin komunikasi yang baik antara ormas Pejuang Siliwangi dengan pemerintah Kecamatan Weru dan para kuwu se-wilayah kecamatan weru..
Dalam sambutanya, Ketua DPC Marwah mengajak kepada seluruh pengurus yang dipimpinnya agar tidak mencari perbedaan akan tetapi carilah persamaan, karena dengan adanya perbedaan disinilah akan terjadi kesenjangan bahkan akan timbul perpecahan, sehingga tujuan untuk mempersatukan tidak dapat terwujudkan.
Masih dikatakan Marwah yang juga masih bersetatus PNS Kasi yanmas Kecamatan Krangkeng, meminta kepada DPAC PSIB Kecamatan Weru setelah dilantik agar menyusun prorgam kerja, dan laksanakan sesuai tufoksinya masing-masing serta menjaga nama baik organisasi.
Sementara dalam sambutanya, Bidang Hukum PSIB Provinsi Jawa Barat MUSTAMID. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A. yang juga sebagai Penasehat Kongres Advokat Indonesia Provinsi Jawa Barat, mewakili Ketua DPD PSIB Provinsi Jawa Barat Brigadir Jendral (P) H. KEMAL HENDRAYADI, S.IP. menjelaskan bahwa ormas yang dipimpinnya adalah organisasi yang tertua karena Pejuang Siliwangi Indonesia lahir pada tanggal 2 Juli 1922 satu abad sudah, kifrahnya sudah ditorehkan pada republik ini dari mulai pada masa Kolonial Belanda ikut melakukan pertempuran dengan menggunkan bambu runcing dan golok di beberapa daerah seperti bekasi, karawang, tasikmalaya dan sebagainya, kemudian pada masa penjajahan Jepang tahun 1942 Pejuang Siliwangi pernah dididik kemiliteran oleh tentara Jepang Haiho dengan tujuan akan digunakan untuk membantu Jepang melawan tentara sekutu / Belanda. Namun akhirnya sadar, dan berbalik melakukan perlawanan terhadap Jepang dan Belanda.
Lanjut dikatakan Mustamid, pada masa kemerdekaan tahun 1948 pejuang Siliwangi diperbantukan pada Gerakan Operasi Militer Devisi I dan Devisi II Siliwangi di bawah komando Kolonel Sungkono dan Kolonel Subroto untuk melakukan penumpasan Gerakan 30 September 1948 di Madiun. Akhirnya pada 9 September 1949 Pejuang Siliwangi di panggil Presiden Soekarno di Istana Negara disanalah diberikan bintang jasa berupa bintang gerilya. Tidak behenti disitu, Pejuang Siliwangi tetap eksis pada masa pemerintahan Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto Pejuang Siliwangi membantu program pemerintah dalam rangkan pemerataan populasi penduduk dengan program Transmigrasi, sepuluh ribuh anggota Pejuang siliwangi dari pulau jawa dikirim ke Sumatra untuk membuka lahan dan bercocok tanam disana. Makanya tidak ane kalau disana banyak anggota Pejuang Siliwangi karena nenek moyangnya sudah berada disana. Kabarnya nama organisasi ini telah berganti-ganti nama seperti Pengembangan Syahadat (PS), Pengawal Salawat (PS), Penunjuk Sirotol mustaqim (PS), Pendekar saktu atau Patrior Sejati (PS), Pasukan Sulaiman / Pasukan Siluman (PS), Pengawal Satria (PS), Pasukan Sukarela (PS), Panca Sila (PS), Partisan Siliwangi /Prajurit Siliwangi (PS) dikutif dari dokumen tanggal 2 Maret 2011 pada masa kepemimpinan Letnan Jendral DjaDja Suparman, M.M.. Menurut kabarnya nama Partisan Siliwangi muncul pada tahun 1967 dari seorang Jendral Abdul Haris Nasution dan kemudian didaftarkan pada kementrian Dalam Negeri dan pada tahun 1992 pada masa Pejuang Siliwangi dipimpin oleh Letnan Jendral H. Wiyogo Atmodarminto / mantan Gubernur DKI, nama Partisan Siliwangi dirubah menjadi Pejuang Siliwangi oleh Panglima Jendral Faishal Tanjung.
Post A Comment:
0 comments: