Suara Semesta [Kabupaten Cirebon], PD Pasar Pasalaran Plered melalui Koordinator Keamanan, Bapak Beni, mengklarifikasi bahwa kasus yang baru-baru ini menjadi sorotan sebenarnya telah resmi ditutup. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Selasa 30 juli 2024, Bapak Beni meminta kepada media untuk meralat laporan yang terkait insiden tersebut.
Menurut Bapak Beni, pihaknya telah melakukan komunikasi menyeluruh dengan Ibu Tami, yang merupakan korban dalam insiden ini. Ibu Tami menyampaikan secara tegas bahwa ia tidak ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, sehingga tidak membuat laporan resmi.
Dalam laporan awal, Ibu Tami mengaku kehilangan satu bal rokok yang nilainya mencapai Rp20 juta. Namun, tidak ada laporan mengenai kehilangan barang lain atau kekhawatiran lebih lanjut yang disampaikan oleh korban.
Bapak Beni menambahkan bahwa jika di kemudian hari Ibu Tami memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke kepolisian, pihak PD Pasar Pasalaran akan siap memberikan dukungan penuh. "Kami berkomitmen untuk mendampingi korban dalam setiap langkah yang diperlukan," ungkap Bapak Beni.
PD Pasar Pasalaran berharap klarifikasi ini dapat membantu menyelesaikan kebingungan dan memastikan bahwa publik menerima informasi yang akurat mengenai kasus ini. Pihaknya juga mengimbau agar semua laporan media selaras dengan fakta yang telah disampaikan.
(Ramadhan)
Post A Comment:
0 comments: